PARIGI MOUTONGPARLEMENTARIASULTENG

Zalzulmida Terima Curhat Warga Parigi Moutong

RESES : Waket II DPRD Sulteng, Hj. Zalzulmida Djanggola, saat memberikan kata sambutan di kegiatan resesnya di Kabupatenh Parimo, didampingi Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, H. Longki Djanggola, dan para pejabat di Kabupaten Parimo, Kamis (24/2).(FOTO : DOK HUMPRO DPRD SULTENG)
Dilihat

PALU—Wakil Ketua (Waket) II DPRD Sulteng, Hj. Zalzulmida A Djanggola, SH., CN, melaksanakan kegiatan Reses yang dipusatkan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil)-nya.

Ada empat titik yang dikunjungi untuk melakukan resesnya kali ini, masing-masing di Kecamatan Moutong dan di Kecamatan Bolano Lambunu. Dari sejumlah aspirasi yang mengemuka di dua kecamatan tersebut, yang dinilai sangat membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius adalah normalisasi sungai yang ada di di Kecamatan Moutong dan di Kecamatan Bolano Lambunu, serta pengaspalan jalan desa di dua kecamatan tersebut.

Kegiatan Reses Masa Persidangan kedua tahun ketiga Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan serentak untuk semua pimpinan dan anggota DPRD tersebut, masing-masing setiap anggota DPRD diwajibkan mengambil empat titik kegiatan Reses.

Khusus untuk Zalzulmida sendiri empat titik tersebut tersebar di dua kecamatan, yaitu di Desa Moutong Timur dan Gio Timur, Kecamatan Moutong. Sementara di Kecamatan Bolano Lambunu mengambil titik di Desa Kotanagaya dan Desa Siendeng.

Dalam kegiatan yang dihadiri para Camat di dua kecamatan tersebut, termasuk para Kepala Desa (Kades) dana aparat pemerintah desa lainnya, Ketua PKK, tokoh pemuda, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, termasuk guru pengajian, kader Posyandu dan masyarakat umum lainnya.

Zalzulmida yang saat itu turun ke lapangan didampingi Ketua DPD Gerindra Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parimo Arifin Dg. Palalo serta Tenaga Ahli Wakil ketua II, Dr. Muzakir Tawil, M.Si, menjadi tumpuan ajang curhatan para Camat di dua kecamatan tersebut, agar normalisasi sungai yang selama ini dikeluhkan masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama dari wakil rakyat, karena ketika musim hujan, air sering meluap di kawasan ini mengancam pemukiman masyarakat yang berada di sekitar sungai tersebut.

Bukan hanya itu, masyarakat juga meminta perhatian agar aspal jalan yang ada di Desa sudah banyak berlubang segera di aspal. Kondisi jalan desa yang menjadi jalur utama masyarakat di dua kecamatan tersebut sudah rusak berat, jalannya berlubang-lubang dan sudah memakan korban karena seringnya terjadi kecelakaan.

“Yang kami minta ruas jalan di dalam desa kami diperbaiki bu, sudah banyak kecelakaan yang terjadi akibat kondisi jalan ini, “ kata salah seorang Kades di kecamatan tersebut.

Jalan desa yang terhubung dengan jalan-jalan produksi sangat penting di kawasan ini, karena untuk mengangkut hasil-hasil pertanian. Dalam kegiatan Reses ini, juga ada beberapa permintaan lainnya, termasuk bantuan untuk PKK, pengajian dan perbaikan tempat ibadah lainnya, namun untuk kepentingan bersama yang dinilai sangat mendesak untuk dilakukan adalah dua hal tersebut.

Mendapat curhatan seperti itu, Zalzulmida mengungkapkan, pihaknya sangat memahami dan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh warga yang berdampak luapan sungai, dan akan berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak lainnya, karena terkait kewenangan, ada yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi dan juga pusat.

“ Insya Allah kita cari jalan keluarnya, sehingga apa yang menjadi keprihatinan kita bersama dapat segera teratasi, “ kata Zalzulmida.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.