Yuuk…Nikmati Alam Indah di Bukit Satu Pohon Sibedi

- Periklanan -

KABUPATEN Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memiliki berbagai potensi kekayaan alam dari sisi pariwisata alam. Selain air panas Desa Bora, permandian segar Mantikole, dan wisata alam Desa Matantimali, juga kini yang mulai berkembang adalah kawasan wisata Bukit Satu Pohon Buu Tanda Desa Sibedi Kecamatan Marawola. Kurang lebih 12 kilometer dari pusat kota, arah Selatan dari Kota Palu. Atau sekitar 30 menit sudah sampai di lokasi.

Wisata alam ini, merupakan daerah perbukitan yang berada di Dusun II (Dua) Desa Sibedi. Sungguh mujur Desa Sibedi, sebuah gunung atau perbukitan masuk dalam wilayahnya. Tak pelak, Pemerintah Desa yang dipimpin sang Kepala Desa (Kades) Sibedi, Aryanto Mantiri, memanfaatakannya dengan baik.

Melalui sumberdaya yang ada, Kades Aryanto Mantiri bahu membahu dengan perangkat desa dan warga masyarakatnya mewujudkan dan mengembangkan destinasi pariwisata kreatif untuk menjadi salah satu tempat yang berpenghasilan, dan bernilai profit ekonomi.

Pantauan media ini, dataran bukit yang cukup luas, berstruktur padang rumput. Menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Desa Sibedi untuk mengelola perbukitan ini dengan nama destinasi Bukit Satu Pohon Buu Tanda. Kini menjadi salah satu jujukan wisata terfavorit diantara sekian banyak wisata alam yang mulai bermunculan dan dikembangkan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Kades Sibedi, Ariyanto Mantiri, kepada media ini mengakui, dirinya sebagai penginisiatif untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi alam ini menjadi salah satu potensi pariwisata di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.

Selaku Kades, dirinya bekerjasama dengan perangkat desa bersama warga untuk membangun dan membuat sarana dan prasarana atau fasilitas yang diperlukan di kompleks Bukit Satu Pohon ini. Misalnya, membuat gazebo atau biasa disebut dengan dego-dego untuk memperkaya layout atau tata letak destinasinya. Sekaligus sebagai tempat berisitirahat, setelah capek berkeliling menaiki bukit, atau melepas pandang ke arah Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang indah dari kejauhan.

Tentu Bukit Satu Pohon ini memiliki kekuatan yang dahsyat, karena dari atas bukit, di puncak bukitnya hanya ada satu pohon, pohon kayu Jawa, sehingga diabadikan namanya menjadi Bukit Satu Pohon Buu Tanda.

Bila kita menjajal atau menaiki bukit ini, terlihat dari berbagai gambar foto, atau sekilas baru mendatanginya, ada yang berpendapat bukit ini tidak terlalu tinggi. Tetapi, begitu kita berada di tengah-tengah bukit ternyata bukit itu tinggi sekali.

“Waduh capek deh. Mau naik ke atas tapi sudah ngos-ngosan. Nantilah, besok atau kapan-kapan saya datang lagi, dan menaiki bukit ini hingga ke puncaknya, “ kata Salim Ahmad (32), salah satu pengunjung Bukit Satu Pohon, merasa tertantang untuk menaklukan bukit ini kemarin, Sabtu (23/01/2021).

Menurut Moh. Akbar, salah satu pemilik Cafe A3N yang ada di kawasan Bukit Satu Pohon, destinasi ini sudah lama. Hanya dinikmati oleh masyarakat Desa Sibedi dan sekitarnya saja. Namun, lama kelamaan kompleks pariwisata lokal ini berkembang, yang diperkuat dan didukung oleh Kades yang memiliki minsed yang mumpuni untuk mengembangkan salah satu titik wilayah desanya di Dusun II Desa Sibedi.

- Periklanan -

” Tempat wisata kompleks Bukit Satu Pohon ini sebenarnya sudah lama ada, tapi nanti dikembangkan lebih baik dan terkelola itu sejak terpilihnya pak Kepala Desa Aryanto Mantiri. Kalau tidak salah sekitar tahun 2015, kompleks ini dikembangkan secara legal oleh Pemerintah Desa Sibedi, dipimpin pak Kades Ariyanto Mantiri, ” tutur Akbar.

Akbar juga mengatakan dirinya hadir dan membangun cafe di Bukit Satu Pohon, sesudah gempa atau tepatnya tahun 2019 yang lalu.

“ Saya membuat Café disini setelah gempa bumi tahun 2018 yang lalu. Karena melihat adanya peluang pariwisata ini akan berkembang pesat kedepannya, setelah saya melihat pengunjung yang datang begitu antusias. Sehingga saya bikin Café ini dengan nama A3N yang saya ambil dari nama anak saya Adiba, Adila, Arifin, dan Novita (isteri), ” ungkap Akbar.

Menurut akbar, pasca bencana alam gempa bumi, dan pandemik Covid-19 destinasi ini terus berkembang, dan menjadi berkah bagi penduduk setempat terutama bagi warga desa yang suka menjual penganan kecil-kecilan atau berkelas Usaha Kecil Menengah (UKM).

Akbar di cafenya menjual kuliner khas yaitu saraba, kopi hitam, kopi susu, dan pisang goreng geprek, divariasikan dengan jus mangga, apel, ada juga mi goreng dan mi kuah. Akbar juga menyiapkan karaoke musik, untuk menarik minat pengunjung mendekati café miliknya, sekaligus menghibur pengunjung.

“ Café saya ini punya fasilitas karaoke musik, dan gratis, yang penting nikmati dulu jualan saya, “ tuturnya.

Selain cafe milik Akbar, juga beberapa lapak jualan kuliner, yang oleh pemiliknya lebih suka disebut cafe. Sama dengan di cafe A3N, cafe-cafe ini juga menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman siap saji, dan gorengan. Kata Akbar yang penting bisa mengenyangkan, sambil menikmati pemandangan indah Bukit Satu Pohon.

Warga masyarakat bukan saja lokal, tetapi ada yang datang dari Kota Palu memadati Bukit Satu Pohon, terutama di sore hari.

Warga datang ke destinasi ini dengan rombongan, juga berduaan. Ada yang naik mobil dan sepeda motor. Harga tanda masuk dan parkir untuk mobil Rp 10 ribu, dan sepeda motor Rp 5 ribu. Parkir dikelola oleh Pemerintah Desa Sibedi, yang petugasnya digilir berdasarkan shif jaga sesuai jadwal.

Hari-hari padat pengunjung, pada hari Sabtu dan Minggu. Hari biasa sering kedatangan tamu, tetapi tidak sebanyak hari Sabtu dan hari Minggu.
Bukit Satu Pohon Buu Tanda Desa Sibedi, menjadi salah satu alternatif warga masyarakat untuk mencari ketenangan dari rutinitas kerja atau pun menghindari kebisingan kota.

Destinasi ini menjadi lengkap, dengan hadirnya lapak-lapak kuliner yang ada disekitarnya. Setelah capek dan lelah mendaki Bukit Satu Pohon, pengunjung akan dimanjakan dengan kuliner khas daerah Sigi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.