YFH dan YEU Gelar Workshop Pembelajaran Program JSER

- Periklanan -

PALU – Usai melaksanakan beberapa program tanggap bencana dan pemulihan pasca bencana di Kecamatan Kulawi, Kabuaten Sigi Sulawesi Tengah, Yayasan Fondasi Hidup (YFH) Indonesia dan YAKKUM Emergency Unit (YEU), Kamis (25/2) kemarin menggelar workshop disalah satu Hotel di Kota Palu.

Dalam workshop itu membahas penutupan program dan pembelajaran program dalam Jakomris Sulawesi Emergency Respons (JSER). Sejumlah program yang dibahas dalam workshop itu merupakan program yang dilakukan pada 1 Oktober 2018 hingga 28 Februari mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan, Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola Msi yang diwakili Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulteng, Dr Ir Bunga Elim Somba M.sc, Asisten I Pemkab Sigi, Iskandar Nongtji serta seluruh OPD terkait mulai dari jajaran Pemprov, Pemkab hingga perangkat Desa di Kecamatan Kulawi.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulteng menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran YFH Indonesia dan YEU serta jejaring mitra kemanusiaan yang turut membantu masyarakat Sulteng. Dia juga berharap agar YFH Indonesia dan YEU dapat kembali melanjutkan kesinambungan program-program intervensi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menjangkau lebih luas lagi seluruh lapisan, dan kelompok masyarakat yang tingal diwilayah Sulteng.

“Semoga para penerima manfaat dari program-program tersebut dapat betul-betul teratasi masalahnya dan terangkat lagi semangatnya untuk kembali melanjutkan kehidupan dengan normal, tanpa berlarut-larut atas peristiwa bencana yang pernah dialami,” beber Bunga Elim saat membcakan sambutan Gubernur, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu ditemui usai kegiatan, Direktur Nasional YFH Indonesia, Effendy Aritonang mengatakan dalam program JSER tahap ke dua berfokus keada menolong masyarakat di lima desa yang ada di Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi untuk bisa memulihkan kondisi kehidupan masyarakat setempat untuk hidup jauh lebih baik dibandingkan sebelum bencana terjadi.

- Periklanan -

“Kita melihat, Intervensi kita, melihat kualitas dan ketersediaan sumber makan keluarag aitu meningkat dengan baik. Hasil yang kita temukan bahwa partisipasi masyarakat dan keterbukaan masyarakat untuk ikut program itu telah membuat hampir, dari 329 Kepala Keluarga yang ikut sekitar 80 persen mengatakan bisa memperaktekkan dan bisa meneruskan untuk memperbaiki pola konsusmsi pangan keluarga,” tuturnya kepada Radar Sulteng.

Effendy menambhakan sejumlah program yang telah dilaksanakan, yakni peningkatan pemahaman masyarakat tentang tata kelola keuangan keluarga, menambah ketersediaan dan kemampuan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi dirumah masing-masing dengan cara mengelola kebun keluarga, dengan menerapkan model pertanian yang modern dan sederhana seperti pertanian organik yang bebas bahan kimia.

“Jadi tantangannya adalah merubah pola pikir, tadinya mereka berfikir kalau pupuk harus beli, jadi selama program ini kami memberikan pemahaman baha pupuk itu bisa didapatkan dari sumber-sumber yang ada disekitar mereka, misalnya sisa makanan, kotoran hewan dan hasil-hasil dari tnaman yang sudah mereka panen dan termasuk bisa dari urin ternak. Itu sangat sederhana, jadi mereka bisa mengembangkan sendiri,” paparnya.

Program tersebut telah dilaksanakan di lima Desa yang ada di Kecamatan Kulawi diantaranya, Desa Tangkulowi, Mataue, Boladangko, Bolapapu dan Sungku. Kepada warga kelima desa itu, Effendy berharap agar program yang sudah dimulai agar bisa di adopsi oleh masyarakat dan terus diintegrasikan sebagai program pembangunan masyarakat yang berkelanjutan didesa-desa.

Sementara itu, Project Kordinator Program YEU, Eli Sunarso menuturkan optimis dan yakin sejumlah program yang telah dilakukan kedepannya dapat berjalan dengan baik. Dijelaskannya YFH Indonesia dan YEU merupakan satu konsersium Jakomris. Dalam program ini YEU kata dia berfokus pada bidang kesehatan, perlindungan dan psikososial. Dia juga mengapresiasi atas kerja sama dengan OPD setempat untuk menjalakan program-program YFH Indonesia dan YEU.

“Jadi selalu kami sampaikan ke mereka, kami menitip hal-hal yang sudah kita pelajari. Kami juga beterima kasih kepada seluruh OPD yang sudah koperatif. Harapanya agar mereka tetap bisa disupport ketika berkegiatan bisa ikut dilibatkan teman-teman dari masyarakat atau desa termasuk dibidang kesehatan juga,” tandasnya. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.