YEU Berikan Bantuan Penyandang Disabilitas Sulteng

- Periklanan -

PALU – Yakkum Emergency Unit (YEU) mengadakan lokakarya monitoring pasca distribusi program bantu untuk penyandang disabilitas kerja sama dengan Bank Sulteng bertempat di Kantor YEU Jalan Gunung Bosa, Senin (26/8) kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Dinas Sosial Provinsi, Suandi, Pimpinan Seksi Dana Bank Sulteng Sigi, Ozly Reza Kepala Desa Kabobona Sigi, Mohamad Zainal, Fatima penerima manfaat Bantuan Non Tunai (BNT) YEU, Cucu Saidah, Inclusion Advisor CBM, dan Project Coordinator YEU, Suhardi Wiyanto.

Suhardi Wiyanto mengungkapkan, program yang diadakan YEU adalah program bantuan non tunai multiguna untuk penyandang disabilitas. Bantuan ini dikhususkan untuk para penyandang disabilitas,
“Dipilihnya disabilitas karena mereka adalah kelompok yang sering terlupakan, mereka sering dipandang hanya butuh makan dan itu sudah bisa dipenuhi oleh keluarga, sehingga penyandang disabilitas sering dianggap tidak ada. Perlu diingat pula bahwa penyandang disabilitas memiliki dua hingga empat kali lebih rentan dari orang non disabilitas,” jelasnya.

Disabilitas juga membutuhkan kebutuhan yang lebih spesifik, contohnya penyandang disabilitas yang hanya berada ditempat tidur membutuhkan pempers dan mungkin obat2an. Suhardi menjelaskan, YEU dengan dukungan CBM memberikan bantuan non tunai bagi 550 orang dengan disabilitas, yang memenuhi kriteria di 12 desa yang berlokasi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan Bank Sulteng.

- Periklanan -

“Masing-masing penerima manfaat menerima uang sejumlah Rp. 4.000.000 (ditambahkan 20.000 untuk mendapatkan manfaat jangka panjang dari tabungan) yang disalurkan dalam tiga tahap transfer. Kelompok Kerja Bantuan Non Tunai yang berada di bawah perlindungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga turut terlibat aktif dalam kordinasi bantuan non tunai ini,” sebut Suhardi.

Suhardi menyebutkan, Bantuan Non Tunai (BNT) Multi Guna atau Bantu Guna YEU-CBM diberikan kepada orang dengan disabilitas yang mengalami berbagai hambatan seperti kesulitan penglihatan, pendengaran, bicara dan gerak, termasuk disabilitas psikososial. Program BNT multiguna ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan bagi penyandang disabilitas untuk menggunakannya sesuai kebutuhan mereka.

Penggunaan mekanisme transfer melalui rekening pribadi dimaksudkan untuk memotivasi orang dengan disabilitas agar memiliki pengalaman mengakses fasilitas perbankan dan memanfaatkan tabungan sebagai bagian dari upaya kemandirian.
Mekanisme ini secara tidak langsung juga mendorong orang dengan disabilitas untuk dapat memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Kartu Keluarga (KK) sebagai hak warga negara, yang merupakan salah satu syarat untuk pembuatan rekening di bank. Dalam hal ini BPD Sulteng turut mendukung proses distribusi BNT bagi penyandang disabilitas yang memiliki kebutuhan-kebutuhan fisik yang cukup spesifik.

Suhardi menjelaskan, YEU merupakan organisasi dengan mandat melakukan tanggap bencana yang inklusif serta melibatkan masyarakat dalam kaji cepat serta distribusi bantuan. CBM adalah organisasi internasional non-pemerintah yang tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan disabilitas paling miskin di dunia dan mereka yang dengan risiko disabilitas. Di Indonesia CBM bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. “YEU dan CBM telah melakukan tanggap darurat gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah sejak bulan Oktober 2018 melalui layanan kemanusiaan yang inklusif dan berlanjut hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi dengan fokus layanan pada kelompok rentan,” sebutnya. (umr/mg10)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.