YEU Berdayakan Masyarakat Lokal

Telah Membangun 50 Hunian Inklusif

- Periklanan -

PALU – Sebanyak 50 unit hunian tetap inklusif dibangun oleh Yayasan kristen untuk kesehatan umum (Yakkum) Emergency Unit atau YEU, dengan melalui dukungan ACT Alliance.

Pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, terutama yang berkebutuhan khusus dan lanjut usia di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

Hal ini disampaikan Manager Sekretariat Informasi dan Komunikasi YEU, Anastasia Maylinda, dalam acara Konferensi Pers di salah satu cafe di Kota Palu, Rabu (9/10).

Anastasia mengatakan, dalam tahap rehab rekon ini YEU memiliki perhatian khusus terhadap pembangunan hunian dengan persektif perlindungan dan aksesibilitas terhadap kelompok rentan. Upaya ini sekaligus menjadi media belajar bagi masyarakat sekitar, bahwa kebutuhan kelompok rentan bisa diintegrasikan dalam program pemulihan, seperti Hunian Inklusif.

“‘Hunian tetap yang inklusif ini ditujukan kepada mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” katanya.

Dalam pembangunan Hunian Inklusif ini sendiri, YEU memberdayakan masyarakat lokal, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan.

- Periklanan -

Hunian Inklusif ini lanjut Anastasia, dirancang untuk memastikan aksesibilitas maksimal kepada warga yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas maupun hambatan lainnya.

Tidak hanya itu, hunian inklusif ini dibangun berbeda dengan rancangan hunian biasanya. Dalam hunian ini, beberapa komponen penunjang ditambahkan seperti seperti jalan lereng landa (ramp), pintu yang terbuka ke luar, pegangan tangan dan gagang pintu standar.

“Selain komponen khusus ini, kami juga memastikan kualitas pasir, semen, kayu dan material lainnya demi terwujudnya bangunan yang kuat dan berkualitas,” terang Manager Sekretariat Informasi dan Komunikasi YEU.

Ditanyakan terkait sudah sejauh mana proses pembangunan Hunian Inklusif tersebut, Anastasia mengaku bahwa sampai dengan saat ini pencapaian pembangunan sudah 44 persen dari total target.

Lebih jauh dijelaskan Anastasia, untuk setiap rumah memiliki luas 6×8 meter.

Sementara itu, penerima bantuan Hunian Tetap Inklusif, Bakri warga Desa Ngata Baru, Kabupaten Sigi mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Mengingat pada bencana lalu, rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.

“Saya sangat berterima kasih dengan YEU yang sudah hadir sejak awal-awal bencana,” pungkasnya. (ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.