Yayasan Bhakti Suci Peduli Gempa Palu

Salurkan Bantuan Mesin Alkon untuk Pertanian

- Periklanan -

SIGI – Harian Pontianak Post bersama Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat kembali menyalurkan bantuan mesin alkon untuk pertanian di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Dua unit mesin alkon pada Sabtu (16/11) diterima dua kelompok tani di Desa Langaleso Kecamatan Dolo dan dusun Bou desa Sidera Kecamatan Biromaru.
Adalah Tukidi dan rekan-rekannya akhirnya bisa kembali tersenyum dan mengolah lahan yang ada di dusun Bodi dan sekitarnya. Lahan seluas satu hektar tersebut sudah lama tidak diolah akibat tidak adanya air pasca musibah gempa bumi pada 28 September 2018 lalu.
‘’Langkah awal akan menanam buah semangka. Selain membutuhkan modal yang sedikit, tanaman buah semangka memiliki peluang pasar yang bagus. Wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) terkenal suhu panas dan banyak yang membutuhkan buah-buahan,’’ katanya saat ditemui Radar Sulteng, Sabtu (16/11) lalu.
Selain Tukidi, penerima bantuan mesin alkon pertanian diberikan kepada kelompok pertanian Desa Langaleso, Prawoto dan kawan kawannya. Sejak Minggu (17/11) kemarin, Prawoto langsung memulai mengolah lahan yang lokasinya berdekatan dengan wilayah Likuifaksi desa Jonooge Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
‘’Saya akan tanam tomat, lombok keriting dan buah ketimun. Yang paling banyak membutuhkan biaya tanam tomat dan lombok keriting,’’ jelasnya saat ditemui di sela-sela ujicoba mesin alkon bantuan dari pembaca Pontianak Post, Kalimatan Barat.
Menurut Prawoto yang saat itu bersama Kawit, menjelaskan persiapan yang dibutuhkan menanam tomat dan lombok keriting terbilang khusus. Setelah lahan selesai dibuatkan bedengan. Selanjunya dipasangi mulsa (plastik). Masing-masing lubang mulsa ditanami tomat maupun lombok keriting dan diberi tiang bambu kecil setinggi satu setengah meter.
‘’Nantinya bambu tersebut untuk menahan tomat maupun lombok keriting yang sudah mulai berbuah. Tujuannya, tanaman tetap berdiri dan tidak rubuh ke tanah. Juga memudahkan perawatan maupun saat memanen,’’ jelas Prawoto dibenarkan Kawit.
Soal estimasi biaya yang dibutuhkan, Prawoto enggan menjelaskan secara detail namun diakui banyak membutuhkan biaya. Khususnya untuk pembelian obat anti hama. Kedua tanaman tersebut rentan terhadap hama sehingga harus menggunakan obat hama yang kualitas baik. ‘’Banyak petani tomat dan lombok keriting gagal panen karena ancaman hama cukup rentan,’’ sebutnya.
Lantas apa motivasinya, ditambahkan Kawit, buah tomat dan lombok kerinting memiliki nilai jual yang menjanjikan. Meski kerjanya berat namun kata Kawit, hasilnya juga lumayan dan stabil di pasaran. ‘’Sangat bersyukur para petani di sini mendapat bantuan mesin alkon dari donatur. Mengharapkan air tadah hujan tidak menjamin. Apalagi jaringan irigasi yang kondisinya masih rusak parah dan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki,’’ jelasnya.
Baik Tukidi mapun Prawoto yang ditujuk sebagi ketua kelompok tani, hanya bisa menyampaikan ungkapan terimakasih kepada pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat yang peduli terhadap korban di Pasigala. ‘’Semoga kebaikan para donatur mendapat imbalan lebih baik dari yang maha kuasa,’’ demikian para petani di Kabupaten Sigi mendoakan para donatur yang dikoordinir Harian Pontinak Post, Kalimantan Barat. (ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.