Yang PD dan Yang Cemas Tunggu Dukungan Partai

- Periklanan -

Oleh : Rony Sandhi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah telah menetapkan jadwal pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan kepala daerah serentak 2020, meliputi pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota, pada 23 September 2020.

Sejumlah titik strategis di Kota Palu dan daerah –daerah Kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) akan sering dijumpai gambar-gambar para Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulteng, Balon Walikota Palu, Balon Bupati.
Untuk Balon Gubernur Sulteng sejumlah figur sejak memasuki Januari 2020 mulai bermunculan. Baik yang mulai sangat percaya diri (PD), sedikit percaya diri, sampai yang masih terlihat malu-malu tapi mau.

Figur Rusdy Mastura adalah salah satu Balon Gubernur Sulteng yang sudah sangat terang benderang siap maju para pesta demokrasi Pilkada serentak 2020. Bahkan mantan Wali Kota Palu dua periode, yang akrab dipanggil Bung Cudy ini tim pendukungnya juga sudah memasang spanduk, bando, baliho dan sejenisnya. Di akun-akun medsos tim juga sudah memasangkan dan membuat video tentang sosok Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir.

Percaya diri Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir, yang diketahui sebagai mantan Bupati Banggai semakin pasti dengan diusung oleh salah satu partai pemenang pemilu yakni, NasDem. Didukung partai NasDem Rusdy-Ma’mun terus memacu perjalanan perjuangan mereka dengan kegiatan bersama masyarakat, keliling sejumlah kabupaten dan Kota Palu.

Rusdy Mastura saat Pilkada Gubernur 2015 silam bersama pasangannya Datu Adam menjadi Runner Up perolehan suara dari pemenang Pilkada 2015, dimana saat itu pasangan petahana, Longki Djanggola dan Sudarto menjadi pemenangnya. Hasil perolehan suara kala itu tidak terpaut terlalu jauh. Pasangan Longki-Sudarto memperoleh : 742158 Suara (54,52%), sementara pasangan Rusdy Mastura – Datu Adam memperoleh : 619041 Suara (45,48%).

Mungkin dengan modal perolehan suara terbesar kedua pada Pilkada 2015 itu, menjadi modal besar DPW Partai NasDem Sulteng siap mengusung Rusdy Mastura bersama pasangannya Ma’mun Amir siap “tempur” memperebutkan kursi 01 Sulteng.
Selain itu jika dilihat dari sisi peroleh kursi di DPRD Sulteng, Partai NasDem menjadi partai perolehan suara terbanyak di DPRD Sulteng dengan 7 kursi, yang kemudian menghantarkan kader Partai NasDem, Nilam Sari Lawira menduduki puncak ketua DPRD Sulteng.

Wajar jika DPW NasDem Sulteng, sepertinya lebih percaya diri, untuk bisa meloloskan jagoan mereka, pasangan Rusdy-Ma’mun. Dengan total 9 kursi yang dipersyaratkan sebagai Balon Gubernur Sulteng, DPW NasDem hanya butuh 2 kursi saja dari partai yang akan bersama-sama mendukung Rusdy Mastura-Ma’mun Amir mendapatkan perahu menuju Pilkada 2020.

Kemudian ada figur, Hidayat Lamakarate, figur muda yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang juga diperhitungkan dalam kontestasi Pilkada Gubernur mendatang. Bahkan spanduk, baliho, bando dan di media sosial pun dukungan terhadap Hidayat mulai ramai, sampai-sampai belakangan terakhir sebuah senam yang dibuat pendukung Hidayat dengan jargon senam Kaka Dayat.

Banyak pihak bahkan sudah mamasang foto-foto Hidayat dengan beberapa figur, salah satunya yang sedang ramai jadi pembahasan adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulteng, Bhartolomeus Tandigala yang disebut-sebut sebagai Balon wakil gubernur Hidayat Lamakarate.

Tapi foto-foto itu belum sah dan belum bisa dipertanggungjawabkan, karena baik Hidayat maupun Gerindra belum menentukan siapa balon pasangan sebagai wakil gubernurnya.
Partai Gerinda yang memiliki 6 kursi di DPRD Sulteng juga hanya butuh 3 kursi untuk bisa mendapatkan 9 kursi agar bisa melaju mendapatkan perahunya menuju Pilkada 2020.

Banyak pihak berspekulasi menyebut, figur Hidayat Lamakarate yang juga disebut-sebut dekat dengan Longki Djanggola adalah orang yang paling pas diusung Gerindra sebagai Balon Gubernur Sulteng. Tapi baiknya kita tunggu saja, siapakah gerangan?
Ada lagi figur perempuan satu-satunya yakni, Nurmawati Dewi Bantilan (NDB), sosok perempuan cerdas asal Tolitoli ini merupakan putri mantan Bupati Tolitoli dua periode, Moh. Ma’aruf Bantilan.

NDB merupakan kader Golkar yang juga merupakan salah satu kader Golkar Sulteng yang namanya dikirim ke DPP Partai Golkar. NDB tercatat merupakan salah satu tokoh asal Sulteng yang tiga periode, yakni 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019 pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Sulteng.

Saat ini Baliho NDB pun sama dengan figur lainnya, juga ramai bertebaran di sejumlah titik-titik di Kota Palu maupun Kabupaten-Kabupaten yang ada di Sulteng.

- Periklanan -

DPD Partai Golkar Sulteng sebagai pemilik 7 kursi di DPRD Sulteng, tentu juga termasuk pada posisi zona nyaman, hanya butuh 2 kursi atau butuh satu partai pendukung dengan quota 2 kursi untuk bisa mendapatkan perahu menuju Pilkada Gubernur Sulteng. Namun, Golkar juga belum terbuka dengan sikap politiknya, apakah akan mengusung kadernya, termasuk NDB atau mengusung kader di luar Partai Golkar. Sama, jawabannya tentu menunggu keputusan DPP Golkar.

Selain itu, ada lagi figur yang kelihatan juga mulai percaya diri, yakni Anwar Hafid. Bukan tanpa alasan, mantan Bupati Morowali dua periode itu, juga mulai menunjukkan eksistensinya, karena mengklaim memiliki pengalaman sebagai pemimpin sejak dari pemerintahan paling bawah, yakni Kepala Desa, hingga menjabat Bupati Morowali dua periode.

Melalui video yang beberapa hari lalu ramai dibagikan dan sempat viral, Anwar Hafid dengan tegas dan gamlang menyampaikan akan maju bertarung pada Pilkada Gubernur Sulteng bersama pasangannya bakal calon wakil gubernur Sulteng, Sigit Purnomo Said atau yang lebih dikenal dengan Pasha Ungu.

Bahkan Wakil Wali Kota Palu ini, saat mendampingi Anwar dalam video tersebut menyatakan sikapnya siap bersama-sama Anwar Hafid untuk maju dalam Pilkada Gubernur. Foto-foto Anwar-Sigit pun mulai ramai menghiasi postingan di media-media sosial dan spanduk-spanduk di beberapa daerah.

Sebagai ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, yang juga anggota DPR RI perwakilan Sulteng yang baru saja terpilih, Anwar Hafid terlihat cukup yakin akan bisa merebut 9 kursi sebagai persyaratan untuk mendapatkan perahu menuju Pilkada Gubernur Sulteng 2020.

Partai Demokrat Sulteng di DPRD Sulteng tercatat, hanya memiliki 4 kursi, otomatis Partai Demokrat harus berjuang bisa mendapatkan minimal 5 kursi lagi, agar bisa mendapatkan 9 kursi sebagai dasar yang dipersyaratkan menuju Pilkada Gubernur Sulteng. Siapa saja Partai yang akan ikut mendukung pasangan Anwar-Sigit, kita tunggu saja endingnya?

Partai PDIP Sulteng yang memiliki 6 kursi di DPRD Sulteng, partai berlambang Banteng bermoncong putih terlihat sepertinya adem-adem saja. Dengan modal 6 kursi, PDIP tentu juga masuk dalam partai dengan posisi zona nyaman punya nilai tawar tinggi dalam penentuan jagoan yang akan diusung.

Sampai saat ini PDIP juga belum menentukan sikap siapa jagoan partai pemenang pemilu ini yang akan dimajukan dalam Pilkada Gubernur Sulteng mendatang. Sejumlah nama juga sudah diusulkan ke DPP PDIP tinggal menunggu pilihan dari DPP.

Sebagai catatan dan bahan acuan berikut perolehan kursi Parpol di DPRD Sulteng yang akan diperebutkan para figur yang akan bertarung pada Pilkada Gubernur 2020 mendatang; NasDem 7 Kursi, Golkar 7 Kursi, PDIP 6 Kursi, Gerindra 6 Kursi, PKS 4 Kursi, Demokrat 4 Kursi, PKB 4 kursi, Perindo 2 Kursi, PAN 2 Kursi, Hanura 2 Kursi, dan PPP 1 Kursi.

Dari 11 Partai yang ada di DPRD Sulteng, total kursi yang akan diperebutkan pada Pilkada Gubenur Sulteng sekitar 45 kursi. Dengan total kursi DPRD Sulteng, figur dan kader Parpol yang ada saat ini diprediksi pada Pilkada Gubernur 2020 mendatang, kemungkinan paling banyak hanya akan ada empat pasangan Bakal Calon Gubernur Sulteng.

Sementara sisanya, mereka yang kemarin-kemarin gencar menampakan kemampuan, keyakinannya agar bisa mendapat dukungan partai, kemungkinan hanya bisa menjadi tim sukses, atau nantinya hanya sebagai pengamat perhelatan proses Pilkada Gubernur Sulteng mendatang.

Tapi paling tidak warna-warni demokrasi di Sulteng tidak hanya dilakoni mereka-mereka yang sudah lebih dulu tren di dunia politik, mereka pendatang baru juga akan menjadi poin tersendiri di masyarakat dengan konsep pemikiran ingin membangun Sulteng kedepan. Politik Sulteng menjadi dinamika yang segar dipertontonkan dalam proses menuju Sulteng 1.

Semoga Pilkada serentak di Sulteng akan berlangsung aman dan damai untuk Sulteng lebih baik. (*)

(*) Penulis adalah Wartawan Radar Sulteng

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.