Wow, Rp39 Miliar untuk Jadup Pengungsi Sebulan

- Periklanan -

PALU – Pemerintah Kota Palu menggelontorkan anggaran senilai Rp39 miliar untuk para jaminan hidup (Jadup) pengungsi di Kota Palu, namun anggaran tersebut hanya sampai 23 Februari mendatang. Artinya, tidak sampai sebulan, dana yang dihabiskan Pemerintah Kota Palu untuk Jadup pengungsi menelan anggaran hingga Rp39 miliar.

Menurut Plt Sekretaris Dinsos Kota Palu Rizal Kono, yang juga Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) menyampaikan bahwa, anggaran untuk Jadup tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu. “Anggaran tersebut berasal dari APBD Kota Palu, yang peruntukannya untuk Jadup, dan ini hanya belaku pada tahun ini saja,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat ditemui di ruangannya, Rabu (6/2) kemarin.

Dari anggaran sebesar Rp39 miliar rupiah, diperuntukkan selain untuk Jadup, juga untuk kegiatan penyediaan stok di dalam gudang milik Dinsos kota Palu. “Kita butuh juga menganggarkan penyediaan stok barang di gudang, agar jangan sampai stok di dalam gudang kosong, sementara untuk Jadup sendiri yang sifatnya barang yang siap disalurkan juga kita anggarkan,” sebutnya.

- Periklanan -

Untuk Jaminan Hidup sendiri, setiap warga pengungsi yang terdampak bencana alam kota Palu, baik masih tinggal di pengungsian, atau di Huntara, layak untuk mendapatkan bantuan Jadup dari Pemerintah Kota Palu. “Untuk bantuan Jadup setiap orang warga pengungsi itu menerima berupa beras, ikan asin, ikan kaleng, telur dan minyak goreng setiap hari,” katanya.

Sementara itu, kata dia, bahwa untuk Jaminan Hidup ini, hanya berlaku sampai dengan tanggal 23 Februari mendatang, sesuai dengan kesepakatan secara administrasi di Pemerintah Kota Palu. “Secara tertulis, kita jamin warga kota Palu melalui bantuan Jadup ini hanya sampai dengan tanggal 23 Februari mendatang, setelahnya itu bakal nanti dilihat kembali, apakah ada lagi bantuan Jadupnya,” bebernya.

Sementara untuk penyaluran Jadup ini, telah mulai berlangsung sejak awal bulan Februari lalu, dan penyalurannya diperuntukkan setiap hari. “Meski juga penyaluran bantuan sembako tadi, tidak mesti harus setiap hari, misalkan, kita kasih Jadupnya dari tanggal 1-10 Februari mendatang, nanti kita akan kembali kasih pada tanggal 11 lagi, intinya, pemberiannya dihitung perhari, berarti kalau 10 hari tinggal dihitung jumlah pemberian dan jumlah hari tadi,” kata Rizal Kono. (zal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.