Wisuda 1.083 Orang, Alumni Untad Kini Capai 56.819 Orang

- Periklanan -

WISUDA: Rektor Untad Moh Basir Cyio menandai prosesi wisuda di, Kamis (2/3). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Jumlah keseluruhan alumni Universitas Tadulako sampai saat ini tercatat sebanyak 56.819 orang. Jumlah itu sudah termasuk lulusan yang baru saja diwisuda di auditorium Untad, Kamis (2/3) kemarin.

Melalui rapat senat terbuka luar biasa secara resmi, Untad melepas sebanyak 1.083 orang mahasiswa, pada prosesi wisudawan angkatan ke-86 tahun ini.  Dari jumlah lulusan kali ini, termasuk atas tiga orang lulusa pendidikan Doktor.

Kemudian 194 orang lulusan pascasarjana (Strata dua), 52 lulusan diantaranya adalah dari program Studi S2 manajemen penerimaan beasiswa BPKP STAR (State Accountability Revitalization).

Sementara lulusan sarjana Strata satu dan diploma tiga sebanyak 886 orang yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika (FKIP) 407 orang, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 106 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 84 orang, Fakultas Pertanian (Faperta) 66 orang, Fakultas Ekonomi (Fekon) 61 orang, Fakultas Hukum (Fakum) 40 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) 38 orang, Fakultas Kehutanan (Fahut) 38 orang, Fakultas Teknik (Fatek) 35 orang, serta Fakultas peternakan dan Perikanan (Fapetkan) 11 orang.

Kata Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muhammad Basir Ciyo SE MS, melalui pesan almamaternya menyampaikan bahwa dalam wisuda itu, ada beberapa wisudawan yang menunjukan prestasi di bidang akademik. Selain dari lulusan S1 dan Diploma tiga, juga dari jenjang S2 dan S3.

“Untuk jenjang Doktoral, hari ini akan dilepas tiga orang yakni Dr Ir Usman Made, Dr Mohmmad Agus Rahmat Lamakarate, Dr Ir Muhammad Ramli. Ketiganya dari program studi S3 Ilmu-ilmu pertanian,” sebut Rektor Basir.

Dikatakannya, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Untad telah beruoaya memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa, dan cita-cita itu telah terpatri sejak Rektor Untad sebelumnya yang dimulai dari Prof H Matulada hingga dirinya saat ini.

- Periklanan -

Namun kata Basir, dalam pengelolaan Perguruan Tinggi (PT) tentu tidak semudah mengelola sekolah lanjutan, karena perguruan tinggi diberi tugas oleh negara tiga sekaligus, yakni Pendidikan/pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat yang dikenal dengan Tridarma Perguruan Tinggi. Sementara pada jenjang sekolah lanjutan ke bawah hanya memiliki satu tugas utama yaitu, pendidikan/pengajaran.

“Atas perbedaana itu, maka besaran energi yang dibutuhkan juga sangat berbeda, mulai dari energi non-material hingga energi berbentuk materi,” katanya.

Dijelaskannya, Energi non materi adalah spirit dan optimisme sedangkan energi berbentuk materi adalah sumberdaya, baik keuangan, manusia, maupun sarana dan prasarana penopang dalam penyelenggaraan tri darma perguruan tinggi. Dikatakan Rektor, dalam riwayat perjalanan selama kurang lebih enam tahun bersama-sama, energi nonmateri jauh lebih dahsyat pengaruhnya dibandingkan energi berbentuk material dalam merubah eksitensi sebuah perguruan tinggi, termasuk Untad. Satu diantara energi itu adalah spirit kebersamaan yaitu bersama memajukan dan menjaga Untad.

Pada kesempatan itu Rektor mengaku sulit mempercayai Untad bisa masuk 50 besar sebagai PT terproduktif publikasi internasionalnya, yang terindeks di Scopus versi Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan tahun 2016 dari 3.320 PT di Indonesia.

Selain itu Untad juga duduk pada peringkat 21 versi 4icu.org dari 463 PT berbentuk universitas yang dinilai oleh lembaga pemeringkat dunia, hasilnya baru saja dirilis Januari 2017.

“Tanpa ada kekompakan kita semua dan jauh panggang dari api almamater kalian mampu bertengger diperingkat 18 dari 486 perguruan tinggi yang dinilai oleh pemeringkat webometri.org, tanpa satunya tekad yang kita bangun untuk itu izikan kami memberi apresiasi khusus pada anak-anak kami alumni yang diwisuda hari ini karena sadar atau tidak kalian telah mengambil bagian paling bermakna dalam sejarah perputaran waktu bagi Untad,”akunya.

Atas capai itu Rektor menegaskan agar alumni tidak perlu minder berinteraksi dengan berbagai lulusan PT di tanah air, karena menurutnya hasil capaian itu dengan mudah disaksikan oleh orang lain, semudah membuka SMS dan Chating di grup WhatsApp.

Selanjutnya rektor menekankan bahwa sudah saatnya wisudawan menjadi anggota Ikatan Alumni Untad dan menjadikan IKA sebagai tali-temali penyambung rasa dan terus menjunjung tinggi nilai dan harkat IKA sebagai pemersatu tulang rusuk sosial almamater, bukan tulang rusuk politik agar keberadaan IKA tidak ternoda dengan kepentingan orang perorangan.

“IKA harus dijaga keluhurannya, untuk tidak digiring kedalam kancah yang bukan menjadi tujuan dan filosofi pendiriannya. Alumni Untad harus berlomba-lomba membesarkan IKA melalui bakti dan respeknya terhadap almamater. Jangan dibalik, berlomba-lomba ingin menjadi besar dengan menggunkan IKA sebagai simbol untuk kepentingan pribadi,”t demikian jelasnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.