alexametrics Wisata Pantai Sabang Berlakukan Prokes Covid-19 di Masa New Normal – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Wisata Pantai Sabang Berlakukan Prokes Covid-19 di Masa New Normal

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PANTAI Sabang kini menjadi salah satu daerah destinasi wisata andalan, yang menjadi jujukan warga masyarakat yang haus hiburan alam di Kabupaten Tolitoli.

Jarak tempuhnya dari Kota Tolitoli, kurang lebih 15 kilometer. Tak berasa bila sudah berada di lokasi pantai yang sejuk, diterpa angin semilir, dan sejauh mata memandang pasir putih yang terbentang, memnajkan kaki untuk sekadar merefreshing tubuh kalian yang sudah jenuh dengan rutintas pekerjaan.

Di ufuk barat sebentar lagi mentarikan tenggelam. Yah banyak turis lokal, domestik maupun mancanegara sangat menikmati pemandangan indah yang diciptakan Tuhan agar kita mengabdi kepada-Nya. Lelahmu terbayar sudah. Tatkala sang pemberi energy ini tergelincir berganti malam.

Hotel pun siap menampung kamu yang ingin melepas lelah. Cukup banyak hotel di Kota Tolitoli. Begitu juga penginapan. Bahkan di dekat lokasi sudah siap cottage untuk diinapi semalam, bahkan bisa berhari-hari. Betah kan kamu ?

View atau background pemandangan yang indah dari deburan air laut yang mengiringi, berirama, bak orkes simphoni dari Italia yang beriarama kontemporer klasik.

Dipastikan, seminggu kamu di sini dijamin akan berkesan dengan penyajian keindahan laut lepas dan pulau Sabang yang sudah didesain dengan layout (tata letak, red) parsial yang menakjubkan.

Namun, bagaimana dengan kondisi saat ini, adanya pandemik Covid-19 yang kian bertambah, medio Januari 2021, saat narasi ini disusun. Meski kita semua berdoa dan berharap virus ini enyah dari muka bumi. Jangan engkau goreskan di Pulau Sabang.

Sementara itu, nah ini dia. Aktivis lingkungan, sekaligus pengamat sosial masyarakat Tolitoli Ahmad Pombang meminta pemerintah daerah, agar benar-benar serius dalam memperketat penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Lebih serius lagi, ia meminta semua program kegiatan di tiap OPD yang berpotensi mengundang kerumunan massa, salah satunya di sektor pariwisata, diawasi dan dimonitoring.

“Dinas Pariwisata telah membuka sejumlah objek wisata secara bertahap belum lama ini, nah ini yang mesti diawasi ketat. Coba lihat di Pantai Sabang, gerombolan orang berkumpul, bahkan ada yang abai dengan masker. Pemkab harus ekstra ketat mengawasi protokol kesehatan, mencegah kan lebih baik daripada dijemput ambulans,” sindirnya.

Diakuinya, pembukaan objek wisata di tengah New Normal atau era tatanan kehidupan baru memang sangat penting, untuk mendongkrak dan menghidupkan kembali perekonomian daerah yang pernah lesu, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang berkecimpung di sektor pariwisata. Namun, perlu diingat bahwa saat ini Indonesia kembali terpuruk dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

“Karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah disiplin protokol kesehatan. Objek wisata dibuka, tapi kampanye protokol kesehatan harus gencar dilakukan di semua lini,” sarannya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata-Dinas Pariwisata Tolitoli, Nurahmansyah, mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor andalan yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah. Untuk itu, sejumlah objek wisata secara perlahan kembali dibuka untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

“Pembukaan objek wisata memberikan dampak positif yang sangat signifikan, khususnya bagi ekonomi daerah dan pelaku UMKM. Objek wisata yang dikelola pemerintah daerah sebagai sumber PAD melalui retribusi telah dibuka yakni Pantai Sabang dan objek wisata Pulau Kapas. Dan sejumlah even berskala kecil digelar,” sebutnya.

Diakuinya, di penutupan objek wisata di tengah wabah pandemi Covid, sektor pariwisata spontan lesu, persentase kunjungan anjlok, sehingga ikut memengaruhi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Namun, kami berharap di era baru ini, sektor pariwisata kembali bergairah di tengah pandemi wabah Covid-19. Kami juga selalu mengingatkan wisatawan agar patuh protokol kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker dan senantiasa cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer,” akunya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.