Waspada, Uang Palsu Beredar di Luwuk

- Periklanan -

Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno, menunjukkan dan membedakan uang asli (tangan kanan) dan uang palsu (tangan kiri) bersama tersangka pengedar uang palsu d di aula cakra manggala, Jumat (20/10). (Foto: M Taufik Basri)

LUWUK – Mulai saat ini masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya di wilayah Luwuk, patut waspada dan teliti baik-baik sebelum menerima uang. Bisa saja uang yang ada terima tersebut palsu. Pasalnya, belum lama ini, Polres Banggai berhasil menangkap seorang pemuda asal Kecamatan Simpang Raya berinisial TY (25), yang diduga sebagai pengedar uang palsu.

Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno SIK yang didampingi Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Rizki Pratama SIK di aula Cakra Manggala, Jumat (20/10) kemarin membenarkan, pihaknya telah menahan TY. Pemuda itu, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Banggai saat melakukan transaksi pada salah satu pemilik warung di Kelurahan Bukit Mambual, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, dua pekan lalu.

Alhasil, di tangan TY didapati uang palsu sejumlah Rp550 ribu dengan rincian, 2 lembar pecahan Rp100 ribu, 5 lembar pecahan Rp50 ribu, 4 lembar pecahan Rp20 ribu dan 4 lembar pecahan Rp5 ribu serta sobekan uang Rp50 ribu. Selain uang palsu lanjut Heru, polisi juga menyita 2 buah handphone dan 4 bungkus rokok. Kini semua barang sitaan tersebut telah diamankan dan akan dijadikan sebagai barang bukti dalam persidangan nanti.

- Periklanan -

“Pada dua pekan lalu, kami mendapat informasi tentang beredarnya uang palsu di Luwuk, tepatnya di Kelurahan Bukit Mambuat, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai. Berdasarkan informasi tersebut, polisi langsung menuju TKP dan benar akan laporan itu. Di sana  kami mendapati TY sedang melakukan transaksi dengan pemilik warung,” ucapnya.

Adapun kronologis kejadian kata mantan Kapolres Bangkep, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim penyidik Satreskrim Polres Banggai, uang palsu yang dimiliki TY berasal dari salah seorang yang dikenalnya di jejaring sosial facebook. Pemilik akun itu bernama Eli Marniasari, yang kemungkinan besar berdomisili di Provinsi Riau.

Setelah berkenalan, TY pun ditawarkan untuk menjalankan bisnis peredaran uang palsu (Upal) di kota Luwuk. Hanya dengan bermodalkan Rp200 ribu, TY bisa mendapat uang palsu sejumlah Rp600 ribu. Tawaran teman barunya pun, diiyakan TY. Sehingga uang palsu sejumlah Rp600 ribu dikirim melalui salah satu perusahaan pengiriman paket ternama di Indonesia. Sayangnya, baru berusaha mengedarkan Upal dengan cara membeli rokok pada salah satu warung, aksi TY diketahui oleh pemilik warung, sehingga dia dilaporkan kepada yang berwajib.

“TY telah kita amankan di Mapolres Banggai guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat pasal 36 ayat (3) dan ayat (2) Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun,” ucap Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Rizki Pratama, SIK menjawab pertanyaan wartawan. (stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.