Waspada Produk Kosmetik Ilegal Beredar di Sulteng

- Periklanan -

PALU – Ditreskrimsus Polda Sulteng melalui Subdit 1 melakukan penangkapan terhadap kedua orang tersangka bernama Hertina alias Tina dan Riyan Fadila memperdagangkan kosmetik yang tidak memiliki izin edar diwilayah Kota Palu. Ribuan kemasan kosmetik yang sudah siap edar pun ikut diamankan.

Pihak Kepolisian bahkan mengungkap bahwa kosmetik illegal ini sudah beredar di seluruh wilayah Sulteng, dengan pusat penjualan di Kota Palu. Penangkapan kedua pelaku di tempat yang berbeda yaitu di Jalan Tolambu Kelurahan Donggala Kodi Kecamatan Palu Barat dan di Jalan Beo Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikolore Palu.

Barang bukti yang diamankan yaitu 240 Pcs Lipstik NYX 2071, 8 lusin lipstik Huda Beauty Glitter, 36 Pcs Huda Beauty Orang, 74 liptin candi Naked, 48 Pcs lipstik Hello Kitty Putar, 20 buah Blus on Aloevera, 12 buah Blus on Beauty, 20 buah Eye Brow Hasaya Girls, 16 buah Eye Shadow Tanako, 24 Pcs Lipstik Gloss 3ce sasimi, 12 Pcs Lipstik Huda emut, 12 Pcs Bedak Ver 88, 10 buah Blus On Mac, 4 Dos Lipstik Kiss Beauty, 48 Pcs Lipstik Revlon A866, 36 Pcs Revlon LipGloss Gold, 48 Pcs Revlon tutup Gliter, 24 Pcs Huda Beauty, 48 Pcs Huda Beauty Putar, 96 Pcs Lipstik NYX A824, 60 Pcs Lipstik Dose Dos Pink.

Selain itu, diamankan juga sebanyak 21 Buah Eyebrow Aloevera, 36 Pcs Lip Revlon tutup Silver, 18 Pcs Maskara Dose, 24 Pcs Revlon Lip Gucci, 36 Pcs Lipstik Kylie, 60 Pcs Revlon Gepeng, 84 Pcs Revlon Gloss, 24 Pcs Lipstik Oimio, 36 Pcs Liptin Doraemon, 24 Pcs Lipstik Revlon Silver, 36 Pcs Revlon A829, 96 Pcs Revlon Tosca, 24 Pcs Liptin Hello Kity, 5 buah bedak Aprilskin, 30 Pcs Lipstik Kylie, 12 Pcs Dermacol, 24 Pcs Lipstik Dose Wanita, 24 Pcs Liptin Line, 5 Pcs Concealer Aloevera Pens, 12 Pcs Lipstik Huda Glose, 1 Paket Maskara DDK, 42 Box Lipstik 3ce Nude.

Selanjutnya ada 8 buah Highlighter Karite, 12 Pcs Eyeliner Aloevera, 35 Pcs Concealer Bioqua, 12 Pcs Eyeliner Duyung, 12 Pcs Bedak Revlon, 22 Dos Liblam Aloevera, 5 Dos Contur Stik Aloevera, 19 Pcs Masker Gingseng, 8 dos SP Malaysia, 9 Pcs sabun temulawak, 19 Dos BB Glow, 75 Pcs cream Day NightYR, 79 s Cream racikan full pemutih, 8 botol Spray mess V, 53 dos cream Zam-Zam, 59 Cup lulur warna cokelat berlabelkan Sofie, 185 cup Hand body berlabelkan Sofie, 1 Buah Buku Kurir, 1 buah buku Point atau penjualan.

- Periklanan -

Wadir Reskrimsus Polda Sulteng, AKBP Setiady menyampaikan, adanya MoU antara BPOM dan Mabes Polri untuk menegakkan hukum dibidang kosmetik. Sehingga dalam kasus ini yang dipersangkakan, tidak memiliki izin edar dan tidak memiliki standar kesehatan yang ada pada kandungan kosmetik tersebut. Untuk di tahun 2019 baru pertama kali ditemukan adanya kosmetik ilegal yang dijual di wilayah Kota Palu.

“Kalau melihat adanya peningkatan, kami melihat adanya kebebasan di media sosial. Sehingga pelaku ini menjual barang ilegal ini dimedsos. Sehingga harus ada pengawasan oleh seluruh stekholder mengawasi penjualan di Medsos dengan pada barang ilegal ini, baik diawasi oleh Menkominfo dan aparat kepolisian,” katanya, saat memberikan keterangan pers, Rabu (6/2) di Mapolda Sulteng.

Selain itu, Setiady menduga, peredaran kosmetik ilegal ini didatangkan dari luar Sulteng, sehingga peran instansi terkait untuk mengawasi ini. “Karena diduga barang ini didatangkan dari luar Sulteng,” ujarnya.

Pemeriksaan awal dari kedua pelaku, dirinya menyampaikan bahwa pelaku beralasan karena kebutuhan ekonomi, pada kenyataannya sebetulnya para tersangka sudah mengetahui barang tersebut berbahaya. “Masih banyak yang beredar di Kota Palu bahkan Sulteng yang belum diamankan, dan masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap masyarakat, lebih bijak melihat dan memakai. Disaat berang kosmetiknya harga di bawah standar patut diduga ilegal. Kalau ada kosmetik dibawah standar lebih baik tidak usah dibeli,” sarannya.

Ia menyampaikan ada beberapa aturan yang bisa dilanggar, yaitu Undang-undang perlindungan konsumen dan kesehatan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kami masih akan mengungkap kasus kosmetik ini dengan skala lebih besar di wilayah Kota Palu,” ucapnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.