Waspada! Geng Motor Kembali Beraksi di Palu

- Periklanan -

Salah seorang korban perampasan sepeda motor dan penganiayaan sekelompok genk motor menceritakaan kejadian yang dialaminya di Jalan Tanjung Manimbaya di sekitar pasar Masomba, Kamis dini hari. (Foto: Rony Sandhi)

PALU – Aksi sekelompok pengendara motor yang melakukan aksi kekerasan, perampasan sepeda motor dan uang korban atau yang sering disebut geng motor di Kota Palu kembali melancarkan aksinya.

Seperti yang dialami beberapa anak muda di Jalan Tanjung Manimbaya kompleks pasar Masomba Palu, Kamis dini hari (29/6).

Salah seorang korban Andi Fery (21) kepada Radar Sulteng di TKP, kemarin siang menuturkan, saat itu dia bersama ke lima rekannya mengendarai empat sepeda, dua berboncengan dan dua mengendarai motor sendiri-sendiri baru saja pulang café di Pantai Talise tempat mereka bekerja.

Di tengah perjalanan pulang mereka diikuti sekitar delapan sepeda motor dan delapan orang pria berboncengan. Di Jalan Mongindisi mendekat Mall Tatura Palu, tiba-tiba sepeda motor mereka ditendang satu persatu oleh para pelaku. Karena merasa terancam, korban bersama rekan-rekannya yang satu membonceng seorang wanita pemilik café memacu kendaraan ke arah Jalan Tanjung Manimbaya. Para pelaku pun tetap mengejar dan terus menendang sepeda motor para korban. “Pas di jalan berlubang. Motor saya ditendang sampai jatuh. Karena saya takut, saya tinggalkan sepeda motor. Saat itulah motor mereka bawa kabur,” tuturnya.

Menurut Andi Fery, karena panik dia terus berlari ke arah timur atau atas Jalan Tanjung Manimbaya dan dia masih sempat melihat satu rekannya Ansyar tertinggal di belakang bersama sepeda motornya jenis Yamaha Vega. “Teman saya (Ansyar) dipukul. Di bagian bibirnya luka dan di bagian belakangnya seperti luka gores, lumayan panjang,” ucapnya.

- Periklanan -

Masih menurut Andi Fery, karena mereka ingin menyelamatkan satu-satunya wanita, Santi yang juga pemilik café tempat mereka bekerja, sehingga satu sepeda motor yang membonceng Santi diupayakan lebih dulu jauh dari jangkauan para pelaku. “Untungnya yang perempuan (Santi, red) motor yang digunakannya tidak sampai terjatuh saat ditendang,” ujarnya.

Bukan itu, saja tutur Andi Fery, rekannya Ansyar sempat juga ditodongkan pisau oleh pelaku dan mengambil paksa uang di kantongnya sebesar Rp 150 ribu. Pelaku juga mencoba mengambil motor Ansyar, hanya saja motor Yamaha Vega tidak bisa hidup saat distater pelaku. Kemungkinan karena mesin motornya sudah dimodifikasi menggunakan kopling, jadi susah dihidupkan pelaku. “Saya luka di bagian siku dan lutut, karena terjatuh dari motor. Teman saya Ansyar yang luka akibat dipukul pelaku,” terangnya.

Sementara salah seorang korban lainnya, Yasir mengaku, saat mulai dari sepeda motor mereka ditendang pelaku dari arah Jalan Monginsidi, dia sempat memperhatikan wajah salah seorang pelaku yang mirip dengan wajah rekan satu sekolah dengannya saat waktu masih sekolah. “Saya barusan tamat SMA. Seperti saya kenal satu orang pelakunya. Motornya juga mirip orang satu sekolah dengan saya lalu, tapi beda kelas,” ujarnya.

Senada dengan itu salah seorang kakak korban, Emank mengungkapkan satu jam setelah kejadian, dia dan beberapa korban langsung menuju ke Polsek Palu Selatan untuk melaporkan kasus tersebut. “Sudah kami laporkan ke Polsek Palu Selatan,” ujarnya.

Pantauan di TKP, sekitar pukul 12.00 dua anggota Buser Polsek Palu Selatan tiba di TKP dan mencoba melihat rekaman CCTV yang ada di depan TKP. Dengan persetujuan salah seorang pemilik toko, kemudian memperlihatkan rekaman CCTV. Sayangnya rekaman CCTV tidak merekam jelas proses kekerasan yang dialami para korban, karena terhalangi mobil parkir di depan toko. Usai mencek rekaman CCTV dua anggota Polsek Palu Selatan kemudian meminta nomor ponsel beberapa korban.

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Kapolsek Palu Selatan, Kompol Mal Sukri M Raja dikonfirmasi via ponsel belum memberikan penjelasan. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.