Waspada ! Diprediksi Hujan Masih Akan Turun

- Periklanan -

SIGI-Desa Bangga, Desa Balongga, Desa Poi, Desa Rogo, dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Sulteng, Minggu siang diterjang banjir bandang. Akibatnya rumah-rumah warga, fasilitas umum rusak berat, seperti sekolah, rumah ibadah, jembatan dan jalan umum ada yang putus, seperti yang terjadi di Desa Omu.

Sejak banjir menerjang, warga desa tersebut tak bisa keluar dari desa, dimana-mana tertimbun lumpur menggunung. Warga yang hendak keluar menyelamatkan dirinya dari musibah ini hanya sampai di Desa Walatana. Setelah itu tidak bisa lagi.

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapatta, turun tangan begitu mengetahui warganya yang bermukim di desa yang rawan banjir tahunan itu ditimpa musibah. Beberapa unit alat berat disebar di beberapa lokasi terdampak banjir. “Kami sudah turun di lapangan, dan meninjau langsung kondisi terkini warga kami yang terkena musibah. Bahkan alat beratpun sudah kami kerahkan, “ tutur Mohammad Irwan Lapatta, kepada para wartawan yang berada di lapangan saat itu.

Kesesokan harinya, Senin (29/4), peralatan tambahan yang diminta oleh Bupati diturunkan lagi dari Dinas PUPR yang terus bergerak cepat, didukung Tim SAR Sigi bersama tim SAR Kota Palu, sudah berada di lokasi membersihkan lumpur, yang hampir menenggelamkan rumah-rumah warga. “ Kita menggunakan alat berat seperti ini untuk menggusur lumpur di beberapa titik, terutama di Desa Bangga yang sangat parah, yaitu di Dusun 1 dan Dusun 2, “ ujar bupati, di dampingi beberapa orang kepala dinasnya saat itu, juga anggota DPRD Sigi dan tokoh masyarakat.
Menurut bupati, sebagian warga yang terdampak bencana sudah diefakuasi ke tempat yang aman, adapula yang dievakuasi mandiri oleh keluarga korban ke tempat aman. Sejauh ini belum ada korban jiwa.

Menurut Moh Fadlin, salah seorang warga Desa Bangga, bahwa banjir yang terjadi kemarin itu merupakan banjir yang sangat parah dibanding dengan banjir bandang yang terjadi sebelumnya. Selain Desa Bangga kata Fadlin, banjir juga melanda desa tetangganya, salah satunya Desa Balongga, sebagai akibat turunnya hujan deras yang intensitasnya sangat tinggi di wilayah Dolo Selatan.

- Periklanan -

Tim relawan Aksi Cepat Tanggap (CAT) sudah tiba di lokasi banjir di Desa Balongga sejak pukul 20.00 wita, Minggu (28/4), dan langsung membantu mengevakuasi barang-barang berharga warga yang terendam lumpur.

Salah seorang relawan ACT yang berada di lokasi banjir, Syahril, mengatakan, banjir bandang yang terjadi sejak siang kemarin disebabkan luapan sungai yang ada di wilayah itu. Akibatnya ratusan rumah warga di Dusun II RT III Desa Balonga diterjang banjir disertai lumpur, bersama batang-batang pohon yang sudah kering.

“ Dari data yang kami kumpulkan di lokasi, hingga kini ada ratusan rumah warga yang rusak berat karena dinding rumah jebol diterjang banjir yang disertai kayu dan batu. Selain itu lumpur masih menggenangi puluhan rumah warga,” kata Syahril.

Tim relawan ACT saat ini juga membuka Posko di lokasi banjir dan selanjutnya menyalurkan bantuan berupa makanan maupun selimut kepada warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis adanya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), yang turut berperan dalam meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia.
Pusaran angin juga teridentifikasi di sekitar Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kalimantan Barat dan Laut Cina Selatan, serta di bagian Utara Kalimantan yang dapat menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat pun diprediksi akan terjadi mulai akhir April hingga awal Mei mendatang.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.