Waspada…! Banjir Dimana-mana

- Periklanan -

Di Tolis Tiga Korban Jiwa, di Luwuk Dua Mobil Bus Hanyut

Seorang ibu dievakuasi dari rumah sebelum Kondisi air yang tergenang di Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu Minggu (4/6). (Foto: Mugni Supardi)

TOLITOLI-Banjir terparah sepanjang sejarah, melanda Kabupaten Tolitoli. Akibat banjir tersebut dikabarkan, selain merendam ribuan rumah, puluhan rumah rubuh dan hancur terseret  banjir, beberapa fasilitas umum rusak parah, longsoran tebing  sempat menutup akses transportasi bahkan tercatat 3 nyawa melayang akibat dasyatnya terjangan banjir tersebut.

Di Luwuk Kabupaten Banggai, dua unit mobil terseret banjir. Hingga berita ini naik cetak keluarga korban belum menerima informasi apakah mobil tersebut dalam keadaan selamat. Saat dihubungi sang sopir oleh keluarganya tidak diangkat. Diduga sang sopir menuju Palu mengambil jalur lain, berbeda dengan jalur reguler resmi.

Data BPBD Sulteng sekitar pukul 02.00 Minggu dini hari, di desa Huhak, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai telah terjadi longsor di Rute Jalan Trans Sulawesi yang mengakibatkan saat ini akses jalan Kabupaten Banggai menuju Kabupaten Touna terputus dan kendaraan tidak bisa lewat. Informasi sementara, ada 2 kendaraan hanyut saat melewati jalan tersebut yaitu 1 unit Avanza dan 1 unit kendaraan travel Luwuk Palu. 3 orang dilaporkan hilang dan belum di temukan.

Saat ini, masih ada beberapa kendaraan di lokasi yang terjebak jalan putus di rute jalan trans Sulawesi tersebut.

Kepala BPBD Sulteng, Bartholemeus mengatakan tindakan yang diambil adalah melaksanakan koordinasi dengan Pemda, Kepolisian dan BPBD serta SAR bekerjasama dengan Koramil jajaran.

“Dalam rangka pencarian korban hilang. Serta
melaksanakan koordinasi dengan Dinas PU untuk pembukaan jalan yang terputus dan membuka kembali akses Jalan trans Sulawesi,” kata Bartho.

Sedangkan di desa Sedoa, Kabupaten Poso, terjadi pohon tumbang berjarak 200 meter dari pos penjagaan kepolisian operasi Tinombala. Akibatnya, menimpa seorang pengemudi sepeda motor hingga meninggal dunia.

Kepala BPBD Poso, Masdian, menjelaskan mahasiswa di salah satu Universitas Palu ketika itu sedang berboncengan dengan adiknya. “Sempat dilarikan ke Puskesmas Wuasa. Tapi meninggal di perjalanan saat di bawah ke Palu, tidak jauh dari TKP pohon tumbang juga. Mahasiswa ini berasal dari desa Wanga,” kata Kepala BPBD Poso dikonfirmasi Senin dini hari tadi.

Di Kabupaten Sigi, Pemkab setempat dengan sigapnya langsung mengambil langkah-langkah penyelematan. Juga di Kabupaten Buol, dikabarkan air merendam sejumlah desa, hampir merata di seluruh wilayah kabupaten berjuluk kabupaten Pogogul itu. Terparah di Kecamatan Boilan, Tiloan dan Momunu. Tetapi, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat berapa taksiran kerugian material yang diderita, dan berapa korban jiwa.

Demikian pula di Kabupaten Morowali Utara (Morut) banjir bandang telah melanda sejak hujan berskala besar melanda kabupaten yang dipimpin Aptripel Tumimomor itu. Beberapa kecamatan langganan banjir, dan puluhan desanya terendam banjir.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tolitoli dan sekitarnya, mulai sekitar pukul 11.50 Sabtu (3/6) telah mengakibatkan hampir seluruh kawasan dalam kota Tolitoli terendam banjir. Bahkan beberapa  kawasan yang sebelumnya tidak pernah tergenang banjir, justru genangan airnya cukup tinggi.

Banjir mulai memuncak sekitar pukul 17.30, seiring dengan meredahnya hujan tersebut, mengakibatkan hampir seluruh warga yang terkena dampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman, akibat rumah mereka terendam genangan air dengan ketinggian bervariatif.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah dengan keadaan, tinggal tunggu saja bagaimana kondisi setelah banjirnya surut. Apalagi saat ini sudah malam, tunggu besok saja,” tutur Leni warga jalan MT Haryono Kelurahan Panasakan yang rumahnya terendam banjir setinggi dada orang dewasa.

Pengakuan Leni, seumur hidupnya selama terjadi banjir didaerahnya,  belum pernah ia mengalami musibah banjir seperti yang terjadi saat ini. Paling parah menurutnya, hanya sampai menggenangi lantai teras.

“Itupun tidak lama, langsung surut, tapi kali ini betul-betul parah, sampai sekarang belum juga surut,” imbuhnya saat ditemui sedang memantau kondisi rumahnya pada Sabtu malam.

Amatan media ini pada beberapa lokasi, Jika beberapa kali terjadi banjir besar sebelumnya, kali ini banjir hampir melanda semua kawasan dalam kota, tanpa terkecuali kawasan seperti Jalan Ladapi, Samratulangi bahkan Jalan Wahid Hasyim yang meski ruas jalannya tak pernah terkena banjir, pada malam Minggu kemarin tampak seperti sungai yang mengalir cukup deras.

Dampak banjir terparah terjadi di jalan Anoa Kelurahan Tuweley, di kawasan ini ketinggian air mencapai atap rumah warga. Bahkan saat puncaknya, bisa berakibat fatal, pasalnya besarnya aliran air dapat menyeret apa saja yang kebetulan hanyut.

- Periklanan -

Di kawasan ini dikabarkan sedikitnya dua warga meninggal dunia akibat terseret dan terendam banjir. Salma (63) seorang ibu rumah tangga tewas akibat terseret banjir dan ditemukan tersangkut pada tiang kayu di sekitar rumah warga.

” Ibu ditemukan sekitar jam 10 tadi malam, sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Beliau hilang terseret sekitar sekitar jam 5 sore,” kata Sitti Ramlah anak korban kepada media hari Minggu kemarin.

Sementara Yunus warga jalan Anoa lainnya, dijelaskan warga,  tewas akibat tenggelam dan terseret banjir ketika sedang berusaha menyelamatkan hewan peliharaan yang hanyut terseret banjir.

“Keterangan yang saya dapat, korban ini tewas karena berusaha menyelamatkan ayam yang hanyut. Tapi justru dia (korban red) yang tenggelam dan ditemukan meninggal,” terang Anas yang juga merupakan Legislator yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Seorang warga lainnya yang tewas akibat banjir adalah Rahmi (60) atau Mama Salma warga Kelurahan Tambun. Ibu paruh baya ini tewas terseret arus banjir ketika berusaha menyelamatkan diri lewat pintu belakang rumahnya.

“Semua warga lewat pintu depan, tapi ibu justru ke belakang, kemungkinan ibu coba mengungsi lewat pintu belakang, tapi tidak disangka arus datang dari belakang rumah, sehingga ibu terseret arus banjir dan ditemukan telah meninggal di halaman sekitar belakang,” terang Kurnia yang merupakan anak korban saat ditemui hari Minggu kemarin.

Selain menewaskan warga, banjir juga mengakibatkan longsor puluhan titik sepanjang jalur trans kilometer satu hingga kilometer empat. Setidaknya sepanjang jalur tersebut terdapat 16 titik longsor, 5 titik diantaranya cukup parah dan menutup badan jalan. Puluhan kendaraan roda empat sempat terperangkap, hingga akhirnya pada minggu sekitar pukul 07.00 pagi harinya, akses jalan yang tertutup material longsor berupa batu cadas, dan batang pohong bisa dilalui berkat upaya warga sekitar melakukan pembersihan dengan alat seadanya.

Akibat banjir juga dipastikan bakal melumpuhkan aktifitas perkantoran pada Senin besok (hari ini red), sebab hampir seluruh bangunan kantor dalam kota terendam banjir dengan ketinggian hingga dada orang dewasa. Parahnya tidak ada satupun barang yang sempat dievakuasi, karena secara kebetulan hari libur.

Beberapa kantor yang dikabarkan mengalami dampak cukup parah diantaranya, Kantor Kejaksaan, kantor pariwisata, Nakertrans, Dinas Sosial, KPN Pratama bahkan beberapa kantor Bank seperti, Bank BNI,BRI, Danamon, Bank Mandiri, Mandiri Syariah, Bank Perkreditan Rakyat dan  dua unit kantor Pegadaian.

Dikabarkan pula, seluruh pertokoan di sepanjang jalan Moh Hatta dan Usman Binol tidak luput dari genangan banjir. Bahkan toko yang telah dibangun dengan dasar lantai yang cukup tinggi juga harus mengalami kerugian akibat barang jualannya terendam air.

Banjir juga merusak beberapa fasilitas umum, misalnya, akibat arus banjir yang tampak seperti sungai dari jalan  Hi Saleh samping Tolis Plaza, menggerus halaman depan pasar Susumbolan hingga mengakibatkan laham parkir amblas dan menciptakan kubangan sangat lebar. Begitu juga jalan tepat disamping di kantor POM sekitar Lapangan Hi Hayun, retak dan bergelombang hingga tak dapat dilalui kendaraan. Seluruh jalan dalam kota dipenuhi tumpukan material lumpur.

Didapatkan pula informasi, sebuah jembatan baja di Desa Tinigi Kecamatan Galang roboh. Begitu juga dengan pipa penyangga saluran PDAM putus akibat diterjang arus. Sedikitnya 7 rumah di Desa Dadakitan Kecamatan Baolan roboh dan terseret banjir.

Sejak hari Minggu pagi kemarin berdasarkan amatan media ini, hampir di seluruh kawasan kota, masyarakat disibukkan dengan aktifitas membersihkan rumah dari material banjir serta mencuci perabot rumah tangga. Warga sangat menyayangkan, kondisi tersebut diperparah dengan matinya aliran air bersih dari PDAM sejak malam hingga sore kemarin.

Selain di Tolitoli, di Kabupaten Buol juga dikabarkan, banjir melanda dan merendam wilayah kabupaten paling Utara Sulteng itu. Sedikitnya tiga kecamatan sangat parah rendaman banjirnya, yakni Kecamatan Boilan, Tiloan, dan Momunu yang merendam puluhan desa di tiga kecamatan tersebut. Pemkab Buol belum memberikan keterangan resminya soal kerugian dan korban jiwa.

Sedangkan di Kabupaten Sigi, dikabarkan beberapa desa langganan banjir kali ini mengalaminya kembali, bahkan lebih parah lagi. Namun Pemkab Sigi terlihat sigap menanggapi bencana banjir kali ini (baca berita terkait, soal banjir di Sigi).

Desa-desa yang dilaporkan terendam air di Sigi sejak Sabtu malam hingga Minggu (4/6) kemarin diantaranya Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan, khususnya Dusun IV. Sekitar 18 rumah penduduk terendam air. Sawah dan kebun warga juga ikut terendam. Beruntung tidak ada korban jiwa dan rumah yang rusak parah.

Kemudian Desa Pendere dan Desa Omu yang berada di Kecamatan Gumbasa. Rumah, sawah dan kebun warga di dua desa tersebut juga terendam air.

Berikutnya Desa Boladangko, Kecamatan Kulawi. Sekitar 25 unit rumah penduduk terendam air bercampur lumpur. Kerusakannya kategori sedang. Malah satu unit jembatan penghubung di Boladangko putus akibat hantaman banjir.

Desa Lembantongoa Kecamatan Palolo dan beberapa desa sekitarnya, juga tak luput dari banjir. Sebagian Desa Sibalaya Kecamatan Tanambulava dan sebagian Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat ikut terendam air. Meski tidak parah, tapi kebun-kebun warga jadi sasaran genangan air.

Sementara dari Kabupaten Banggai, ibu kota Luwuk dilaporkan juga terendam banjir. Beberapa kelurahan dan desa terendam. Bahkan satu unit mobil bus terseret, hingga kini belum diketahui kabarnya.(yus/cam/mch/ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.