Warga Tolak Pembangunan Pabrik Air Kemasan di Sidera

- Periklanan -

Ilustrasi (@tsm.or.id)

SIGI-Setelah beberapa waktu yang lalu dilakukan penyegelan oleh pihak terkait, pabrik air kemasan yang berada di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru kini mendapat penolakan dari warga desa.

Pasalnya dalam pembangunan pabrik tersebut, pemilik pabrik tidak memiliki itikad baik untuk datang secara langsung kepada masyarakat, membicarakan terkait pembangunan pabrik itu. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Sidera, Almaswir kepada Radar Sulteng, Rabu (7/6).

Almaswir mengatakan, salah satu kekecewaan masyarakat adalah dalam pembangunannya pemilik pabrik tersebut sempat mengeluarkan janji bahwa dalam pengerjaan, akan memberdayakan masyarakat desa. Namun setelah proses pembangunan dimulakan, tidak ada satu pun masyarakat desa yang dipekerjakan oleh pemilik pabrik tersebut.

- Periklanan -

“Tidak ada satu pun warga Sidera yang dipanggil untuk bekerja membangun pabrik itu. Ini yang menjadi kekecewaan masyarakat,” jelas Kades dengan raut wajah kecewa dan geram.

Dari informasi yang dihimpun, pabrik air kemasan diketahui milik salah satu pejabat yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi. Namun dalam pembangunannya, pabrik ini mendapat penolakan keras oleh warga desa. Sehingga pabrik terancam tidak bisa dioperasikan.

Tidak hanya itu sebelumnya Kabid Amdal Dinas Lingkungan Hidup Sigi, Yoke A Pangandaheng, mengaku, bahwa dalam izin pembangunan memang pemilik pabrik tesebut sudah memilikinya, namun dalam sisi Amdalnya pemilik pabrik belum memilikinya dan mengurusnya.

Sehingga Yoke memastikan apabila pabrik air kemasan ini belum memiliki izin Amdal, maka pabrik ini tidak bisa beroperasi sesuai dengan tujuan peruntukan pabrik itu. “Karena dalam mengurus amdal kami akan turun langsung melihat, apakah dalam pengoprasiannya menimbulkan dampak negatif atau tidak. Kalau berdampak merugikan masyarakat sekitar dan lingkungan, terpaksa tidak bisa beroperasi,” pungkasnya.(ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.