Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Serbu Kantor Kelurahan Beli Gas 3 Kg

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Suasana pembelian elpiji 3 kg di Kelurahan Birobuli Utara ramai diserbu warga, Kamis (7/9). (Foto: Safrudin)

PALU – Penjualan elpiji bersubsidi 3 Kg yang dipusatkan di Kantor Kelurahan kemarin (7/9) diserbu warga. Pantauan media ini di beberapa kantor kelurahan, sebelum truk yang membawa tabung elpiji 3 Kg tiba, masyarakat sudah terlebih dahulu menunggu dengan menenteng tabung masing-masing.

Di Kelurahan Birobuli Utara misalnya, penjualan elpiji di sini dilakukan lebih dulu dibanding kelurahan-kelurahan lain. Sejak pagi, pangkalan sudah berada di halaman depan Kantor Kelurahan. Di Kelurahan Birobuli Utara, yang lebih diutamakan ialah peserta program padat karya, kemudian dilanjutkan dengan pemegang kartu Tim Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Padat karya dan TNP2K ini yang kita prioritaskan untuk pembelian tabung 3 kg ini. Setelah padat karya dan TNP2K sudah selesai, baru kita berikan masyarkat umum,” ujar Lurah Birobuli Utara, Asmin kepada Radar Sulteng ditemui, kemarin (7/9).

Sekali pun tetap memberikan ke masyarakat umum dengan persyaratan menyerahkan photocopy Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun saat di awal-awal penukaran tabung, banyak warga yang sudah kecewa karena yang dilayani hanyalah peserta padat karya dan pemegang kartu TNP2K.

“Kita sudah bawa KTP, tapi tidak dilayani. Kita ini juga orang miskin,” ucap salah satu warga sambil lalu membawa kembali tabung kosongnya.

Sementara itu, pantauan di Kelurahan Talise, sekira pukul 13.20 wita, penjualan tabung baru dimulai. Di Kelurahan Talise, masyarakat yang ingin membeli, harus menyerahkan KTP asli ke pihak kelurahan dan dicatat namanya. Sehingga tidak terjadi pembelian dengan orang yang sama.

Siti Rahmi, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Talise, sempat mendapat protes dari warga karena dinilai tidak adil dalam menyebutkan nama masyarakat yang mengantre. Masyarakat melihat, dalam membacakan antrean, Siti Rahmi tidak adil karena ada beberapa KTP yang baru diserahkan, langsung dipanggil tanpa menyesuaikan antrean KTP yang sudah menumpuk.

“Karena dia sakit-sakit, jadi saya dahulukan,” jelas Siti Rahmi ke masyarakat yang hadir.

Karena mendapat protes, pembacaan kemudian dilanjutkan dengan aturan sesuai susunan KTP yang sudah terkumpul.

Sementara di Kelurahan Talise Valangguni, terlihat aturan yang lebih fleksibel. Jika di kelurahan lain hanya membolehkan 1 tabung per KK, namun di kelurahan yang dipimpin Muh Iqbal ini, setiap KK diperbolehkan untuk menukarkan 2 tabung.

“Kita batasi, maksimal 2 tabung. Karena 2 tabung masih wajar untuk 1 KK. Jika sudah melebihi itu, berarti patut dipertanyakan, tabungnya mau digunakan atau dijual kembali,” kata Lurah Talise Valangguni, Muh Iqbal.

Iqbal menambahkan di kelurahannya, di hari pertama ini, disalurkan 200 tabung elpiji. Jumlah tersebut menurutnya masih belum mencukupi jika mengacu pada data TNP2K yang jumlah warga miskin yang mencapai 500 warga.

“Jika 200 tabung per hari, diperkirakan hari ketiga sudah mulai berkurang warga yang membeli,” terangnya.

Sementara Sales Eksekutif Elpiji V Pertamina Sulteng, Bastian Wibowo menjelaskan, pemusatan penjualan elpiji oleh pangkalan di Kantor Kelurahan merupakan permintaan Pemkot Palu. Sehingga selama 7 hari kerja lanjutnya, agen akan langsung mendistribusikan ke kantor kelurahan untuk dijual pangkalan di Kelurahan tersebut.

“Ini memang membantu masyarakat untuk mendapatkan elpiji bersubsidi. Namun hanya bersifat sementara. Seharusnya, yang harus dilakukan ialah memutus rantai penjualan di pengecer,” kata Bastian.

Pria berkaca mata itu menambahkan, jika di hari pertama penukaran di kelurahan sangat ramai, seharusnya di hari-hari berikutnya, berangsur menurun jumlah warga yang menukar tabung. Sehingga  lanjutnya, pengawasan dari pihak kelurahan sangat diperlukan untuk terus memantau apakan yang membeli tabung benar-benar warga miskin di kelurahan tersebut.

Jika selama 7 hari pemusatan penjualan di kelurahan selalu ramai, menurutnya hal tersebut patut dipertanyakan. “Kita akan lakukan hingga 7 hari kerja. Besok (hari ini, red) kita juga akan memasang stand penukaran Bright Gas 5,5 kg di Kelurahan Birobuli Utara untuk warga yang ingin menukarkan tabung,” pungkasnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.