Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Semakin Kesulitan Melewati Jalur Jalan dan Sungai Jono Oge

Balai Jalan Berupaya Tahun Ini Akan Memulai Pekerjaannya

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SIGI-Warga di Kabupaten Sigi yang akan melewati jalur jalan dan sungai yang membentang di Sungai Jono Oge-Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kini semakin kesulitan. Warga atau pengguna jalan yang akan menggunakan jalur jalan ini harus berjibaku di air sungai yang deras.

Warga yang menggunakan mobil juga harus turun ke sungai tanpa jembatan, tergerus saat terjadinya likuifaksi pada bencana alam yang terjadi 28 September 2018. Demikian juga pengendara bermotor atau roda dua harus menerjang air sungai yang deras. Tetapi beruntung bagi pengendara roda dua, jembatan darurat terbuat dari kayu dibikin kembali oleh para pemuda desa setempat agar warga bisa melintas.

“ Kami membuat secara swadaya jembatan darurat ini. Dengan harapan warga yang berasal dari Palu dan Sigi bisa melewati jembatan ini, begitu juga pulangnya. Kasihan juga warga penggunana jalan kalau harus menerjang arus sungai, bisa rusak motornya, atau tidak bisa menyeberang, “ ujar Denny, pemuda Desa Jono Oge, kepada Radar Sulteng, Senin (6/9).

Melihat kondisi seperti ini, haruskah wasyarakat Sigi dihukum tanpa adanya jembatan dan jalan raya yang terbaik untuk memfasilitasi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pedagang ini. Warga Sigi juga yang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menggunakan jalur ini untuk sampai ke kantornya di Desa Bora tepat waktu.

“ Kami sebagai warga di Kabupaten Sigi, mengharapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memberikan perhatiannya yang tinggi kepada sarana jalan negara yang kini kondisinya sangat memprihatinkan, “ kata Denny lagi.

Dikonfirmasi mengenai fasilitas umum jalan dan jembatan Jono Oge-Sidera yang ada di wilayah Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sigi, Henri Kusuma Rombe, menjelaskan, jalur jalan Jono Oge-Sidera itu merupakan jalan provinsi.

Menurutnya, pemerintah pusat berencana akan segera mengerjakan pros yang dulunya “berantakan” akibat bencana alama gempa bumi dan likuifaksi. Proyek ini berbentuk kontrak tahun jamak, sehingga tidak menjadi kendala dengan tahun anggaran. Jadi, meskipun melewati tahun anggaran tidak apa-apa. Ada aturan yang mentoleransi untuk proyek seperti ini.

“ Itu jalan Provinsi. Hanya saja karena belum ada anggarannya maka pusat yang membantu, dan mengerjakannya. Tahun ini akan dikerjakan, tetapi selesainya pada tahun 2022, “ tutur Henri Rombe.

Mengenai siapa kontraktornya yang akan mengerjalan, apakah kontraktor BUMN ataupun non BUMN semuanya bisa masuk asalkan memenuhi syarat, tentu saja melalui proses tender atau lelang. Rencananya jembatan akan dikembalikan seperti bentuknya semula. Tetapi semuanya nanti pusat yang akan mendesain dan mengerjakannya.

“ Kita semua berdoa, semoga kedepannya ini tidak ada lagi hujan, supaya proyek ini bisa berjalan dengan baik sesuai target. Hingga kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi kehidupannya bisa kembali seperti dulu lagi, “ kata Kadis PUPR, Henri Kusuma Rombe.

Apa yang dikatakan Kadis juga dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sigi, Eddy Mills, menjelaskan sejak gempa 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional dalam rangka penanganan jalur jalan Jono Oge-Sidera.

“ Menurut informasi yang kami terima dari Balai Jalan, setelah sempat terpending penanganannya di tahun ini dimulai pelaksanaan tendernya. Beberapa waktu yang lalu sambil menunggu penanganan pusat. Pemkab sigi sudah beberapa kali melakukan perbaikan darurat, meskpun hanya untuk akses bisa dilewati, “ paparnya.

Sementara itu, Eko Prasetyo PPK 1.6 Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah, yang dikonfirmasi Radar Sulteng, menerangkan, bahwa jalur jalan Jono Oge adalah jalan kewenangan provinsi yang terdampak musibah gempa bumi, likuifaksi tiga tahun silam.

Eko mengungkapkan, pihaknya di BPJN Sulteng diberi tugas untuk menanganai poros jalan Jono Oge-Sidera.

“ Kebetulan kami BPJN Sulawesi Tengah diberi tugas untuk menangani daerah tersebut yang saat ini sedang dalam proses tender, “ sebut Eko Prasetyo.

Dijelaskannya lagi, karena kewenangan jalan adalah milik Dinas Bina Marga Provinsi maka BPJN belum bisa turun menangani secara darurat terhadap jalan Jono Oge-Sidera, sampai dengan ada pemenang dan kontrak dimulai.

“Saat ini, update terakhir berdasarkan LPSE dijadwal sedang menunggu penetapan pemenang. Insya Allah tidak ada halangan, tahun ini akan dikerjakan. Begitu proses lelang selesai, akan dilanjutkan dengan proses pelaksanaannya, pekerjaannya, “ pungkas Eko.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.