Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Saojo Berharap Subsidi Litrik dari PT Poso Energy

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi aktivitas di Poso Energy, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

POSO – Setelah sukses membangun dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso II, PT Poso Energy yang tidak lain milik Kalla Group kembali akan membangun PLTA Poso I dan direncanakan akan beroperasi pada 2018.

Pada tahap pembangunan PLTA Poso I, PT Poso Energy akan membebaskan sejumlah lahan warga di sekitar lokasi yang terkena bagian dari pemanfaatan fungsi pembangunan PLTA Poso I. Salah satunya desa terdekat adalah Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.

Sebagai bentuk kompensasi terhadap pemanfaatan lahan warga, selain pembebasan dengan pembelian tanah warga, warga Desa Saojo juga pernah dijanjikan pihak PT Energy akan memberikan subsidi listrik bagi warga Desa Saojo.

Kepala Desa Saojo, Yusak Todaga kepada Radar Sulteng Minggu (16/7) mengatakan, warga Desa Saojo bukan tanpa alasan meminta pihak PT Poso Energy untuk memberikan subsidi listrik. Karena pihak PT Poso Energy saat melakukan pertemuan dengan masyarakat pernah menjanjikan akan memberikan subsidi listrik kepada masyarakat desa yang terdekat dengan lokasi pembangunan PLTA.

“Sebenarnya sebelum saya menjabat kepala desa. Saat PLTA Poso II akan dibangun, warga desa sudah disampaikan oleh pihak perusahaan akan diberikan subsidi listrik. Hanya saja saat itu tidak ada kesepakatan tertulis, sehingga tidak ada dasar untuk mempertanyakan kembali kepada PT Poso Energy,” ujarnya.

Yang sudah teralisasi subsidi listriknya, kata Yusak Todaga, Desa Sulewana yang merupakan desa terdekat lokasi PLTA Poso II. Warga Desa Sulewana diberikan subsidi listrik, dimana warga yang menggunakan listrik dibawa 900 Volt Ampere (VA) diberikan subsidi Rp200 ribu.

“Berdasarkan informasi yang beredar sistem subsidi untuk warga yang menggunakan listrik di bawah 900 VA. Dengan catatan pemakaian tidak boleh melebihi Rp 200 ribu. Jika pemakaian melebihi Rp 200 ribu maka kelebihnya itu yang dibayar sendiri oleh pemiliknya,” terangnya.

Dalam beberapa pertemuan dengan pihak PT Poso Energy kata Yusak Todaga, pihaknya terus menyampaikan terkait janji PT Poso Energy kepada warga, khususnya warga Desa Saojo agar bisa direalisasikan. “Saya akan buatkan hitam di atas putih agar ada dasar pihak PT Poso Energy merealisasikan janjinya kepada masyarakat dan masyarakat juga memiliki dasar untuk menagih janji perusahaan,” tandasnya.

Yusak Todaga menambahkan, rencana PT Poso Energy untuk membangun PLTA Poso I tentu juga mendapat apresiasi dari masyarakat Poso, khususnya masyarakat di sekitar wilayah lokasi pembangunan PLTA. Selain banyak tenaga kerja lokal yang bisa bekerja di PT Poso Energy, pihak PT Poso Energy juga akan membuka jalan baru yang akan sangat membantu masyarakat yang mayoritas sebagai petani sebagai akses ke kantong-kantong produksi.

“Sudah pasti banyak membantu masyarkat dan sudah kelihatan juga bagaimana hasil dari terbangunnya PLTA Poso II lalu. Banyak tenaga kerja lokal terserap, ada pembangunan sekolah dan rencana pembangunan jalan baru,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ali Dombo warga Desa Saojo menuturkan, rencananya saat pembangunan PLTA Poso I, lahan warga di tepi sungai di sebelah bukit Desa Saojo akan difungsikan PT Poso Energy, sehingga tanah-tanah warga desa yang terkena pemanfaatan PLTA Poso I ada beberapa yang dibeli pihak PT Poso Energy. “Sudah ada beberapa tanah warga yang sudah dibayar PT Poso Energy. Itu berarti pembangunan PLTA Poso I sudah mulai dikerja,” pungkasnya. (ron)

2 Komen
  1. firman sebastian Komentar Pengunjung

    sepengetahuan saya mungkin seperti ini Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran yang dilakukan Pemerintah bukanlah untuk mencabut subsidi listrik, melainkan untuk memastikan pemberian subsidi listrik hanya kepada rumah tangga yang memang berhak yaitu mereka yang termasuk golongan masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdapat di dalam data terpadu.

  2. fandhy Komentar Pengunjung

    tapi sebelum membagi bagi listriknya tolong lahan yang di rusak di bayar donk, karna nenek saya punya tanah yang di gusur oleh perusahaan ini 1,1 ha tdak pernah di bayar , dan kami memang pernah di antarkan uang sejumlah 6jt untuk bayaran tanah ini, tapi kami tidak bodoh2 amat mau nerima uang sisa dari manusia2 biadab , harapan kami pt poso energy mau melihat kembali di mana masyarakat yang sangat untung, dan sangat di rugikan oleh ladang uang ini,,,

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.