Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Petobo Tanam Pohon Pisang di Jalan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga melintas di dekat pohon pisang yang ditanam di jalan, Minggu (23/4). (Foto:Wahono)

PALU – Masyarakat Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, melakukan aksi protes dengan menanam pohon di tengah Jalan Nambo, Minggu (23/4).  Protes warga kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palu dikarenakan kondisi jalan yang sehari-harinya dilalui warga sudah rusak dan berdebu.

Warga  mengungkapkan kekesalannya dengan menanam pohon pisang di tengah jalan agar direspons pemerintah untuk diperbaiki. Jalan Nambo yang rusak menghubungkan wilayah Kelurahan Petobo dan Kelurahan Kawatua.

Sebanyak sepuluh pohon pisang ditanam di Jalan Nambo  sepanjang 2 kilometer,  membuat para pengguna jalan untuk kendaraan roda empat (mobil)  tidak dapat melawati jalan tersebut.  Kecuali kendaraan roda dua (motor) masih bisa melintas.

Menurut Ketua RT 4 RW 2 Kelurahan Petobo, Kamele, yang memimpin langsung penanaman pohon pisang, bahwa masyarakat sudah banyak mengeluh terhadap persoalan jalan yang menjadi salah satu jalan lingkar Kota Palu bagian timur tersebut. Sebab jalan Nambo sudah terhitung 5 tahun terakhir  tanpa disentuh perbaikan dengan aspal itu, adalah sebagian jalan yang menghubungkan antara Kelurahan Petobo dan Kelurahan Kawatuna.

“Harusnya jalan ini diperhatikan oleh Pemkot Palu dan Dinas PU. Sebab jalan ini menjadi jalan lingkar Kota Palu, dan banyak masyarakat yang memilih jalur ini untuk menuju jantung kota.  Karena akses lewat di jalan ini cepat.  Namun kenapa pemerintah kota hanya biarkan jalan ini tidak di aspal selama kurang lebih 5 tahun ini, ” ungkapnya kesal saat diwawancara Radar Sulteng.

Dirinya bahkan menyaksikan langsung setiap tahunnya jalan tersebut dilakukan pengukuran dan dijanjikan akan diaspal. Meski realisasi anggaran sudah ada, namun kenapa hingga saat ini perbaikan atau proyek pengaspalan jalan itu belum juga dilakukan Dinas PU yang membidangi infrastruktur.

“Kami melakukan penanaman pohon di tengah jalan, agar pemerintah kota dan Dinas PU melihat bahwa ini jalan sudah tidak layak untuk digunakan. Karena kalau saat musim hujan datang, jalan ini berlumpur. Ironisnya banyak pengendara menjadi korban kecelakaan,’’kata Ketua RT 4 yang juga berprofesi sebagai imam masjid.

Masyarakat sekitar yang datang berpartisipasi untuk melakukan pemblokiran jalan dengan menanam pohon pisang, sebanyak ratusan orang lebih. “Saya kembali meminta agar jalan ini diperhatikan. Kalau sudah ada pagu anggaranya, kapan proyeknya akan berjalan,’’tambah Kamele bersama rakyatnya.

Penanaman pohon pisang di jalan bukan dilakukan hanya sepihak. Sebab banyak masyarakat yang menyepakati aksi hari itu, untuk mendesak Pemkot Palu agar merespon cepat keinginan warga, yang sering memanfaatkan jalur jalan ini. “Saya juga sudah berkordinasi dengan pihak PU dan mereka tidak melarang tindakan aksi ini,’’ kata Hendra masyarakat Petobo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Singgih B Prasetyo mengatakan, terkait dengan kondisi jalan tersebut, pihaknya akan menyikapinya dengan segera. “Insya Allah, akan kami lakukan perbaikan tahun depan. Saya meminta maaf dan berharap kepada masyarakat agar bisa memaklumi kami. Dan kami pun akan memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat,” janjinya dihubungi koran ini kemarin. (cr3/sur)

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.