Warga Palu Siap Mengamankan Pelantikan Anggota DPRD

Serta Mengamankan Pilkada Sulteng Serentak

- Periklanan -

PALU-Elemen masyarakat Kota Palu menyatakan siap bekerjasama dengan pihak Polri, dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif menjelang pelantikan Anggota DPRD Provinsi Sulteng dan mengawal proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulteng tahun 2020.

Momentum pelantikan anggota DPRD Provinsi serta pelaksanaan Pilkada Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2020 di wilayah Sulteng, berbagai kalangan berharap pelaksanaannya berjalan lancar, aman, dan tertib.

“Tentunya kami sebagai tokoh masyarakat dengan memohon petunjuk dan ridho dari Allah SWT sangat menantikan kedua momentum tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana, dalam kondisi aman tertib damai dan lancar tanpa gaduh, “ kata Abdul Wahid Mardani, kepada Radar Sulteng, Minggu (15/9).

Harapan Ketua BPHBI Talise Valangguni ini, menjadi harapan seluruh masyarakat Sulteng pada umumnya dan kota Palu pada khususnya. Menurutnya, dapat pula dipastikan bahwa masyarakat kita di Sulteng adalah masyarakat yang cinta kedamaian dan ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral, persatuan, serta perbedaan pandangan, cinta kebenaran dan penegakkan hukum yang adil.

Diingatkannya, khusus yang terkait dengan pelantikan anggota dewan, jika nanti ada sebagian masyarakat menilai ada anggota DPRD yang akan dilantik dianggap bermasalah atau cacat hukum, maka tentunya hal yang dikedepankan adalah penyelesaian secara hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku di negara kita. Disamping tidak mengabaikan hak hak dasar pribadi seseorang baik dalam politik, hokum, maupun sosial.

Dikatakannya, kita sepakat tidak ingin mencederai perasaan setiap orang. Kita percaya ada lembaga penegakan hukum yang mampu menyelesaikan perkara tersebut secara adil dan bijaksana, serta penuh tanggung jawab.

“Kita tidak mengharapakan ada gerakan-gerakan masyarakat menghalang-halangi hak-hak seseorang dalam proses-proses tersebut. Bukankah kehidupan yang rukun harmonis adalah idaman kita semua. Carilah solusi yang dapat menyelesaikan persoalan secara bijak, santun, dalam bingkai hidup yang diridhoi Allah SWT, “ tegasnya.

- Periklanan -

Selanjutnya, ujar Wahid, kepada anggota dewan yang baru terpilih, dirinya mengucapkan selamat datang, semoga dapat bersinergi, baik dengan pemerintah daerah, mengemban amanah rakyat, membawa aspirasi masyarakat yang lebih baik hasilnya. Terhadap janji yang pernah disampaikan ketika dalam melakukan kampanye agar mewujudkan janji-janjinya tersebut, agar tidak dianggap melakukan pembohongan publik.

“Ketika menjalankan tugasnya sesuai Undang-undang yang berlaku, diantaranya tugas pokok sebagai pengawas, budgeting, dan legislasi. Sehingga, tidak ada yang keluar dari jalurnya, “ kata anggota Satgas K5 Talise Valangguni ini.

Kemudian soal controlling (kewenangan pengawasan) yang dipunyai anggota dewan adalah senjata utama dalam pembangunan daerah. Amanah yang diberikan tidak untuk kepentingan pribadi. Selain itu, dirinya yakin para wakil rakyat yang terpilih ini adalah pemimpin yang amanah, jujur, dan enerjik.

“Untuk terus mengabdi ke masyarakat serta memenuhi kebutuhan masyarakat dimulai dari kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya, “papar Wakil Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Talise Valangguni ini.

Untuk penyelenggaraan Pilkada 2020, kata dia, masyarakat ikut mendorong proses demokrasi lima tahunan ini. Karena pada momen tersebut, kita sebagai warga negara dituntut untuk berperan aktif dan terlibat secara langsung untuk menentukan pilihan politiknya. Dalam menetukan siapa pemimpin kita yang terbaik membangun daerah di sulteng.

“Kedepan kita tentu mencari pemimpin yang sesui dengan pilihan nurani masing-masing, “ ujar Sekretaris RW 2 Talise Valangguni ini.

Wahid mengatakan, seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan penyelenggaraan Pilkada kiranya dapat melaksanakan tugasnya secara baik jujur, adil, dan bermartabat, sesuai tupoksi masing masing. Jangan justru sebaliknya yang pada akhirnya menimbulkan kekisruhan dan kemarahan masyarakat.

“ Laksanakanlah tugas anda, berada pada koridor hukum yang benar. Kita juga berupaya menghindari praktik-praktik demokrasi yang menghalkan segala macam cara, penyebaran berita hoaks, provokasi, adu domba, dan bentuk-bentuk kriminal lainnya, yang melanggar aturan yang telah disepakati. Insyaa Allah masyarakat akan merasakan tenang dan damai mengikuti proses-proses tersebut, jika kita selalu berniat untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama hidup di negeri tercinta ini, “ pungkasnya.(mch/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.