Warga Palu Rugi Rp5,5 Juta Setelah Gunakan Aplikasi Gojek

- Periklanan -

PALU-Salah seorang warga Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu mengalami kerugian sebesar Rp 5.543.000 saat memesan makanan menggunakan jasa ojek online Gojek.

Kepada media ini, warga yang meminta namanya tidak disebutkan itu, menjelaskan memesan makanan seperti biasanya dengan menggunakan aplikasi Gojek. Setelah menemukan driver melalui aplikasi itu, driver meminta untuk menunggu sambil dipesankan makanan yang sesuai dengan pesanan melalui aplikasi.

“Setelah beberapa menit, saya ditelefon driver Gojeknya mengatakan kalau dananya tidak cukup untuk melakukan pembayaran,” jelasnya.

Driver kata dia juga beralasan bahwa pembayaran menggunakan Gopay sedang bermasalah. Sehingga driver menyarankan untuk melakukan transfer menggunakan dompet digital Ovo. Dia kemudian diminta driver untuk melakukan transfer mbanking melalui payment Ovo.

“Dia mengarahkan saya memasukan kode pembelian 005542000, infonya itu kode KFC sama dengan nilai nominal pesanan saya Rp42 ribu. Karena baru kali ini gunakan seperti itu, saya tidak perhatikan nilai nominal paling bawah Rp5.543.000 itu. Saya hanya lihat top up 0055422. Begitu saya cek saldo ternyata baru sadar kalau saya telah ditipu dan uang saya lenyap Rp5.543.000,” jelasnya kepada Radar Sulteng.

Warga Palu ini juga menyebut telah melaporkan kejadian ini ke pihak Gojek Palu dan belum ada jawaban untuk pengembalian uangnya, karena tertipu setelah memesan makanan menggunakan aplikasi Gojek. Dia menjelaskan jika benar yang melakukan penipuan itu orang di luar Gojek, dia juga menyayangkan sebab keamanan aplikasi Gojek bisa dimasuki orang dari luar dan berkomunikasi dengan customer yang menggunakan aplikasi Gojek.

Pihak Gojek yang dikonfirmasi media ini menyebut, pihaknya selalu melakukan edukasi kepada customer agar terhindar dari berbagai modus penipuan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

- Periklanan -

Menurut Supervisor Branch Operation Gojek Palu, Andryanto apabila melakukan pemesanan makanan maka sistem pembayaran yang dilakukan hanya ada dua pilihan. Bisa menggunakan Gopay atau dengan membayar tunai ketika pesanan telah diantarkan. Pihak Gojek kata Andryanto tidak pernah meminta customer untuk melakukan transfer dengan metode pembayaran apa pun. Jika pun driver tidak memiliki uang cukup untuk memesan makanan sesuai dengan yang dipesan customer kata dia, customer tidak akan diminta untuk mentransfer ke driver.

Secara teknis kata dia, hal itu sudah diatur dan driver tetap bisa memesankan makanan customer dengan dana langsung dari Gojek yang digunakan driver alias tidak perlu meminta customer melakukan transfer. Dia berpesan agar customer bisa cermat dan teliti agar tidak tertipu dengan modus-modus seperti itu. Pihaknya kata Andryanto juga tidak menyalahkan customer yang bersangkutan. Sebab kata dia, customer tersebut telah tertipu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami hanya bisa berupaya. Pertama memaksimalkan aplikasi kita. Kami juga berupaya menyosialisasikan kepada customer,” terangnya.

Andryanto menjelaskan penipuan itu diduga dilakukan oleh hacker. Hacker awalnya menipu driver. Setelah menipu driver, aplikasi driver itu digunakan. Handphone penipu sudah dimodifikasi. Kemudian dimasukan aplikasi ilegal yang namanya fake GPS yang memungkinkan bisa menaruh posisi di Kota mana saja.

Setelah dilakukan pengecekan, akun driver itu kata dia berasal dari Jakarta dan menggunakan nomor polisi B. Dia juga menyerahkan sepenuhnya kepada customer yang tertipu agar melaporkan ke pihak Kepolisian karena telah mengalami tindak penipuan.

“Aplikasi Gojek aman selama kita cermat,” terangnya.

Pihak Gojek kata dia juga selalu melakukan peningkatan keamanan dan menjaga privasi customer. Terbaru, nomor customer dan nomor driver disamarkan. Sehingga setelah transaksi, driver tidak dapat menghubungi customer dan sebaliknya.

“Jika dulu tercantum nomor driver dan customer, sekarang sudah tidak ada. Nomornya kita samarkan. Sehingga tidak bisa saling menghubungi setelah transaksi. Ini kami lakukan sebagai upaya mencegah dari hal-hal seperti ini dan menjaga privasi,” tutupnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.