Warga Klaim Lahan di Lokasi Lapangan Golf Palu

- Periklanan -

TUTUP JALAN: Kayu dan besi yang digunakan untuk menutup jalan menuju lapangan golf yang terletak di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Minggu (19/2). (Foto: Safrudin)

PALU – Penutupan jalan menuju lapangan golf di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore yang dilakukan sejumlah warga pada Minggu (19/2) pagi, mengakibatkan aktivitas rutin yang dilakukan oleh pemain golf, pada Minggu kemarin, terpaksa tidak terlaksana pasalnya jalan menuju lapangan golf, oleh warga ditutupi dengan kayu sehingga kendaraan tidak bisa melewatinya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Sulteng, warga yang berjumlah lebih dari 50 orang pada Minggu kemarin, sekitar jam 9 pagi melakukan penutupan jalan menuju lapangan golf. Aksi tersebut dilakukan karena klaim warga terhadap lahan yang selama ini digunakan untuk lapangan golf tersebut merupakan lahan milik warga. Ada sekitar 4 titik jalan sejak dari bawah hingga memasuki lapangan golf yang warga tutupi dengan kayu. Kayu yang menutupi jalan menuju lapangan golf tersebut baru dipindahkan pihak Polres Palu sekitar jam 4 sore, setelah mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Talise.

Kejadian kemarin menyita perhatian berbagai pihak. Bahkan Camat Mantikulore, Abdul Arif, serta Lurah Talise, Sahrin, turun langsung melihat jalan yang ditutupi warga tersebut.

Camat Mantikulore, Abdul Arif yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa ada klaim dari warga terkait lahan yang digunakan sebagai lapangan golf tersebut. Warga mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan lahan milik mereka. Sehingga mereka tidak mengizinkan digunakan untuk lapangan golf.

“Warga klaim lokasi ini, lokasi mereka. Sehingga saya cek di bagian pertanahan di kantor camat, lahan ini, SKPT memang. Namun kita belum pastikan berapa luasnya,” ucap Camat Mantikulore, Abdul Arif kepada Radar Sulteng, ditemui di lokasi penutupan jalan, Minggu (19/2).

Abdul Arif melanjutkan penjelasannya, bahwa besok (hari ini, red) dokumen-dokumen lahan tersebut akan dibuka kembali, sambil diundang warga-warga yang merasa memiliki hak atas lahan di lokasi tersebut.

- Periklanan -

“Harapan kami, jika memang lahan tersebut milik warga, silahkan ke yang berwenang. Sehingga tidak lagi melakukan penutupan jalan seperti ini,” harapnya.

Mediasi yang akan dilakukan hari ini dibenarkan Lurah Talise, Sarlin. Sarlin mengatakan mediasi terhadap warga yang mengklaim kepemilikan atas tanah di lokasi lapangan golf tersebut akan dilaksanakan di kantor Kelurahan Talise.

“Besok (hari ini, red) mereka semua diundang ke Kantor Kelurahan. Supaya disana kita bahas, dan kase jelas soal lahan ini,” terang Lurah Talise, Sarlin kepada media ini.

Menurut Sarlin, lahan tersebut belum pernah dipersengketakan sebelumnya, dan dari masyarakat juga tidak pernah memberitahukan ke kelurahan terkait protes mereka atas lahan tersebut.

“Warga tidak pernah, memberitahukan ke Kelurahan. Saya juga baru tahu tadi kalau banyak warga yang datang kesini (lapangan golf, red) untuk tutup jalan ke arah lapangan,” tambahnya.

Sarlin berharap dari mediasi yang akan dilakukan hari ini, bisa didapatkan solusi yang bisa diterima semua pihak.

“Intinya kami harapkan yang terbaiklah. Semoga besok (hari ini, red) semuanya bisa menerima,” pungkas Sarlin. (saf).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.