Warga Disilakan Ambil Logistik di Rujab Wawali

- Periklanan -

PALU- Sebagai upaya mengatasi dan mengantisipasi warga pengungsi kekurangan beras, di Posko pengungsi utama di rumah jabatan (rujab) wakil wali (Wawali) kota Palu masih tersedia logistik. “Untuk ketersediaan beras masih ada di posko, bahkan dari Bulog sendiri juga siap menyalurkan bagi warga pengungsi yang butuh beras,” ungkap Sekretaris Dinsos Kota Palu Herlina kepada Radar Sulteng, Selasa (22/1).
Setiap warga kota Palu yang mengungsi dan membutuhkan beras, kata dia, disilahkan datang ke posko pengungsi untuk mengambil beras sesuai dengan kebutuhannya. Untuk pengambilan logistik berupa beras di posko pengungsi utama, menurutnya tanpa harus melampirkan persyaratan tertentu.
“Cukup dengan membawa kupon saja, di dalam kupon tersebut, ada item tentang apa saja yang dibutuhkan, berapa jumlah jiwa dan KK nya,” bebernya.
Untuk mendapatkan kupon bisa didapat melalui koordinator lapangan yang ada di masing-masing shelter pengungsi. Atau bisa juga di kantor kelurahan masing-masing.
Dengan memperlihatkan dan melampirkan kupon bukti mengambil logistik, itu dilakukan sebagai upaya dari adanya pertanggung jawaban melalui pelaporan pengeluaran logistik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. “Kita butuh bukti kupon, karena kita inginkan juga ada disiplin administrasi dalam pengambilan logistik,” tuturnya.
Sementara untuk masalah persyaratan lainnya, berupa melampirkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi warga pengungsi, sama sekali tidak dimintakan.
“Kita tidak butuh harus lampirkan KTP dan KK, melainkan cukup kupon dari kelurahan yang disertai dengan diketahui oleh koordinator pengungsi di masing-masing lokasi pengungsi,” katanya.
Hal ini untuk mengantisipasi warga kota Palu yang kekurangan logistik berupa beras, sebelum benar-benar nantinya dari Pemkot Palu akan memberikan bantuan secara penuh atas jaminan kelayakan hidupnya. “Karena Insya Allah, sesuai dengan keinginan bersama melalui ketersediaan anggaran APBD kota Palu, kita akan jamin hidupnya mereka yang mengungsi sebanyak 40.374 jiwa, dan itu akan terealisasi pada awal bulan Februari mendatang,” kata Herlina.(zal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.