Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Buol Kota Palu Kurbankan Tujuh Ekor Sapi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Meski kondisi negara dan daerah dalam keadaan pandemik Covid-19, tetapi Pengurus Besar Ikatan Keluarga Indonesia Buol (PB.IKIB) tetap melaksanakan hajatan yang programnya sudah berjalan rutin setiap tahun yaitu pemotongan hewan kurban.

“ Masih dalam situasi pandemik Covid-19, tetapi kami dari PB.IKIB masih mampu berbagi dan berkurban. Ini merupakan satu kesyukuran buat kita. Saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah menyisihkan hartanya untuk bersatu membeli sapi. Alhamdulillah pada tahun ini IKIB menghimpun hewan kurban itu sebanyak tujuh ekor sapi, “ kata Ketua PB.IKIB Syamsudin Kuntuamas, Rabu (21/7).

Dijelaskannya, pemotongan kali ini tersebar dibeberapa tempat. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pelayanan. Di Sekretariat IKIB itu dipotong empat ekor, di Sekretariat Perkumpulan Keluarga Paleleh dan Paleleh Barat (PKPPB), dan satunya di keluarga Butudoka yang dipotong di pasar hewan Palu Barat.

“ Kedepan ini, kekuatan kita kerukunan orang Buol dirantau terus ditingkatkan, dan dipelihara. Semoga teman-teman yang belum sempat berkurban, diberi umur yang panjang dan rezeki sehingga bersama-sama dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk berkurban. Akan lebih banyak lagi. Maka, semakin banyak kita berkesempatan membantu orang-orang yang membutuhkan. Terutama warga Buol, “ ujarnya.

Syamsudin juga mengharapkan, semoga momentum hari raya Idul Adha, meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan kita khususnya warga Buol yang ada di perantauan, bil khusus yang ada di Kota Palu mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat dan masih dipertemukan di hari raya Idul Adha berikutnya tahun 2022 atau 1443 Hijriyah yang akan datang.

Sementara itu, Ketua panitia kurban PB.IKIB, Jalil Gugere, kepada Radar Sulteng, menjelaskan, hewan kurban PB.IKIB tahun 2021 ini sebanyak tujuh ekor sapi. Data penerima daging di PB.IKIB sebanyak 400 lebih yang terdaftar, tetapi karena posisi daging mungkin tidak cukup jumlahnya sehingga disortir lagi nama-nama yang dimasukkan oleh pengurus. Kupon dikhususkan kepada warga Buol dan family atau keluarga dari pengurus PB.IKIB.

“ Jadi ada yang masukan nama 25 orang kita kasih 10, nanti mereka yang atur kembali. Sehingga total kupon yang beredar ini sekitar 300 kupon, “ jelas Jalil. Yang menginfokan, bahwa pendistribusian kupon di Sekretariat PB.IKIB itu berakhir pada hari Minggu (18/7).

Mengenai pemeriksaan kesehatan hewan kurban, dijelaskan Jalil Gugere, bahwa tahun ini petugas pengawas hewan kurban sangat terbatas. Kalau persoalan administrasi sudah dilaporkan. Demikian pula alur asal usul hewan yang akan disembelih semuanya telah diawasi petugas dari Dinas Peternakan.

“ Sehingga, ketika kita sampaikan kepada mereka (Dinas Peternakan, red), hanya ditanya dari mana asalnya. Kita sampaikan dari Sekretariat PB.IKIB, dan mereka sudah memahaminya, “ kata Jalil.

Hewan kurban dibeli di Desa Balane Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. “Penyalurnya di Balane. Tetapi perternaknya adalah kelompok peternak sapi dari beberapa tempat di Dolo dan lainnya, peternaknya spesialis penggemukan sapi.

Pada kesempatan itu, Jalil mangatakan ada beberapa perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan kedepan. Antara lain, perbaikan bisa kita tingkatkan tentu dengan Ketua Umum, kita bisa membuat delapan kelompok.

“Di pola ini kita himpun delapan kelompok. Satu kelompok itu satu orang penggeraknya. Nanti satu orang ini yang mencari teman-temannya. Tugasnya mengkoordinir, misalnya dananya disetor sekaligus, atau dicicil per setiap bulannya. Tinggal teknisnya bagaiamana, “ papar Jalil.

Rencana ini, pihaknya sudah mendiskusikan dengan Ketua Umum PB.IKIB dan Wasekjen. Pada prinsipnya apa yang diusulkan ini semua sudah setuju.

“ Mereka sudah setuju dengan rencana pola ini, yang setiap tahunnya ada perbaikan-perbaikan dalam menghimpun siapa saja yang mau ikut berkurban dengan kami, “ tandasnya.

Bila delapan kelompok ini sudah paten dan dianggap baik pelaksanaannya. Dari delapan kelompok ini akan membentuk satu PC. Atau satu PC pengurus kurban satu ekor sapi misalnya.

“ Pengurus Cabang, atau pengurus kecamatan ini yang mengkoordinir ke bawahnya. Kita cukup memberikan kupon kepada pengurus kecamatan, nanti pengurus cabang yang mendata keluarganya yang kurang mampu untuk menerima kurban, “ pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.