Warga Buol di Palu Silaturahmi, Butuh Wadah Berhimpun

- Periklanan -

PALU-Sedikitnya, hampir ratusan warga Buol yang ada di Palu baru saja menggelar rapat bersama, di sebuah Café di Kota Palu, Minggu (29/9). Menurut penginisiatif rapat, Amat Entedaim, SH., MH, rapat dimaksud bersifat silaturahmi warga Buol yang ada di perantauan khususnya di Kota Palu.

Menurut Amat Entedaim, silaturahmi bersifat umum, yakni menanyakan kondisi keluarga masing-masing dan aktifitas di tenpat kerja warga. Kurang lebih sejam pertemuan itu, seluruh peserta rapat akhirnya mengusulkan perlunya satu wadah konsolidasi atau berhimpun bagi warga Buol yang saat ini sedikitnya berjumlah kurang lebih 10 ribu orang tersebar di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala).

“Di pertemuan ini, kami bersilaturahmi. Semua mengundang, dan Alhamdulillah para tokoh Buol di Palu semuanya hadir. Hingga pertemuan ini diusulkan untuk intens dilakukan selanjutnya, “ ungkap Amat, yang sehari-hari bekerja sebagai seorang advokat di wilayah Kota Palu.

Dari pertemuan yang dihadiri warga Buol itu, tokoh Buol yang bergelar doktor sebanyak 12 orang, bergelar master berbagai basic pendidikan 25 orang, bergelar S1 sebanyak 35 orang, dan pendidikan setara SMA/SMK lebih banyak lagi. Demikian pula dari sisi profesi, dari legiun pensiunan tetapi masih berenergi juga hadir, beberapa orang Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif, dan yang bekerja di sektor swasta. Data ini diambil berdasarkan absen yang diedarkan saat pertemuan.

Beberapa tokoh Buol terlihat menjadi leader di rapat tersebut, diantaranya H. Syamsudin Salakea, yang banyak memberi masukan soal perlu adanya wadah berhimpun sebagaimana usulan yang berkembang dalam pertemuan itu. Beberapa masukan yang terjadi dalam dinamika rapat, meminta agar organisasi paguyuban Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia Buol (IKKIB) dihidupkan kembali di rantau. Kebetulan, markas IKKIB saat ini masih berada di Buol, sehingga dalam diskusi yang digelar hari Minggu sore itu mendesak agar markas IKKIB Buol dikembalikan ke Kota Palu, seperti dulu lagi.

- Periklanan -

Usulan-usulan progresif yang berkembang di rapat hari itu, bahkan meminta agar dokumen Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IKKIB Buol Tahun 1997 disegarkan kembali sesuai dengan kondisi terkini, tentu saja hasil kajian musyawarah mufakat, demi kelangsungan organisasi, yang terasa oleh sebagian besar anggota seperti “mati suri”, alias tidak berkembang dan tidak beraktifitas.

“ Kalau bisa AD ART-nya IKKIB 1997, tolong dilampirkan. Agar semua warga Buol di Kota Palu ini bisa mengetahui ketentuan-ketentuan yang berlaku, “ kata Imran Mansyur, dikutip dari WA Group Warga Buol Tandanio, salah satu group silaturahmi di media sosial (medsos) yang ada di Kota Palu.

Pertanyaan Imran itu langsung direspon positif oleh warga Buol lainnya, Sudirman, yang merupakan akademisi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) Palu.

“ Baik saudaraku, Insya Allah dokumen penunjangnya kita kumpul lagi dan kita upgarade kembali. Sehingga ketika kita bermusyawarah dan merencanakan rapat membutuhkan dokumen lengkap, kita sudah siapkan semuanya, “ jelas Sudirman.

Pantauan koran ini, seluruh peserta silaturahmi sepakat, bahwa pertemuan berikutnya akan dilakukan, termasuk melibatkan kalangan anak muda Buol yang kini sedang menempuh pendidikan tingginya di Kota Palu.

“ Yah, mahasiswa Buol yang ada di Kota Palu yang sedang kuliah mereka juga akan ikut silaturahmi warga Buol, “ kata Artha Radjak, politisi, dan salah seorang tokoh warga Buol di Kota Palu.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.