Warga Buol di Palu Peringati Hutda dengan Zikir

- Periklanan -

PALU-Warga Buol di Kota Palu akan menggelar zikir akbar di Masjid Raya Lolu Kota Palu, hari ini Sabtu (12/10) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Daerah (Hutda) Kabupaten Buol yang ke 20.

Kepada Radar Sulteng, salah seorang tokoh masyarakat Buol yang bermukim di Kota Palu, Abd. Razak BM Radjak, yang akrab disapa Artha Radjak ini mengatakan, warga Buol yang ada di perantauan akan menggelar peringatan Hutda Kabupaten Buol yang ke 20 dengan menggelar zikir akbar, bertempat di Masjid Raya Lolu Kota Palu.

“Kami warga Buol akan menggelar zikir akbar di Masjid Raya Lolu Kota Palu. Kegiatan mulia, bertajuk zikir akbar ini, merupakan peringatan hari jadinya Kabupaten Buol yang ke 20, “ tutur Artha Radjak.

Rencananya, kata Artha, pihak panitia akan mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, yang juga merupakan Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng. Namun, karena Prof. Zainal berhalangan hadir sehingga beberapa tokoh Buol yang ada di Kota Palu menjadi pengganti untuk memberikan ceramah Islami atau tausiyah-nya kepada para jamaah yang akan hadir, bukan saja warga Buol sendiri tetapi juga warga Kota Palu lainnya.

Sebagai pengganti penceramah adalah Al-ustadz Mohammad Hermanto, salah seorang tokoh Buol yang kini bermukim di Kota Banawa Kabupaten Donggala. “Yah kemungkinan pak ustadz Hermanto (Mohammad Hermanto, red) yang akan menggantikan Prof. Zainal Abidin, “ sebut salah seorang panitia.

Tetapi siapa yang akan menjadi penceramah pastinya, warga Buol cukup banyak stok penceramah yang unggul. Bahkan panitia pun punya alternatif lain seperti ustad Achmad Hi. Rasyid, ataupun ustadz Sudirman K. Udja, juga ustad H. Amrin Alimasa.

Karena itu, Artha Radjak sangat berharap warga Buol yang ada di Kota Palu bisa memenuhi Masjid Raya Lolu untuk berzikir dan mendoakan kepada Allah SWT agar para warga dan pemimpin Buol yang pernah berjuang untuk memekarkan Buol menjadi pemerintahan otonom seperti saat ini, di tahun 1999 di era pemerintahan mantan Presiden RI almarhum Prof. BJ. Habibie, diterima di sisi Allah SWT.

- Periklanan -

Menurut Haris Mailili, juga seorang tokoh Buol di Kota Palu, menuturkan kegiatan akan digelar sejak pukul 15.15 WITA sampai dengan selesai. Selanjutnya acara seremoni peringatan Hutda akan digelar di Café Sudimari Jln. Basuki Rachmat, yang merupakan milik seorang tokoh Buol Samsul Bachri Labha.

“Insya Allah, setelah kita berzikir di Masjid Raya Lolu Kota Palu, acara selanjutnya acara silaturahmi di Café Sudimari, “ terang Haris.

Di acara silaturahmi itu, para warga Buol di rantau, khususnya di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala) akan menikmati masakan tradisional Buol, diantaranya ambal, tombouwat, dan kue tetu-tetu khas Buol.

Selain silaturahmi, warga Buol yang kini semakin solid, mulai memikirkan perlu adanya wadah berhimpun, yakni sebuah paguyuban kerukunan suku Buol di rantau. Warga Buol sebenarnya memiliki satu wadah berhimpun, namun sekretariatnya tidak berada di rantau tetapi berada di Buol. Pemindahan ini banyak menjadi pertanyaan bagi warga Buol, mereka menginginkan wadah berhimpun yang bernama Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) itu berada di perantauan, dengan basis utamanya berada di Kota Palu.

Pantauan Radar Sulteng, kemungkinan, IKIB akan kembali bermarkas di Palu, setelah tokoh-tokoh masyarakat Buol mulai melakukan konsolidasi intens dan membangun kekuatan kembali di Kota Palu. Bahkan rencana Musyawarah Besar (Mubes) IKIB mulai direncanakan akan digelar di kota yang belum lama ini diuji dengan gempa bumi 7,5 Skala Richter.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan menggelar Musyawarah Besar IKIB, untuk memperkuat silarurahmi diantara kita warga Buol yang ada di perantauan, “ beber Haris Mailili, kakak kandung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Sofyan Mailili ini.

Bahkan, warga Buol di Kota Palu semakin kuat dengan dibuatkannya aplikasi database warga Buol di seluruh Indonesia, lengkap dengan nama, tanggal lahir, alamat rumah, setiap individu warga Buol. Aplikasi ini dibuat oleh Jamaluddin Sakung, seorang staf dosen di Universitas Tadulako (Untad) Palu.

“ Ini sebuah kemajuan signifikan di era milenial, kita menggunakan aplikasi via smartphone. Sehingga kita bisa melihat siapa semua warga Buol yang sudah terdata di seluruh Indonesia. Bukan hanya yang ada di Palu saja, tetapi di semua kota di Indonesia, di perantauan, “ pungkas Haris.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.