Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Warga Binaan Rutan Donggala Menunggu Remisi Gempa

DONGGALA-Pemerintah RI akan memberikan remisi gempa kepada para warga binaan (Warbin) yang ada di wilayah bencana alam gempa bumi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Demikian disampaikan oleh Kepala Lapas Klas IIA Palu, Adhi Yanriko Mastur, kepada para wartawan, Rabu (3/7) kemarin.

Remisi gempa tersebut merupakan regulasi dalam bentuk Keputusan Presiden (Kepres) yang ditandatangani langsung oleh Presiden RI. Namun karena masih menunggu proses pergantian Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari periode tugas 2014-2019 ke periode 2019-2024, sehingga remisi ini masih ditunggu. “Kami masih menunggu turunnya remisi ini. Bila remisinya sudah ada, pasti kami akan menyampaikan dan menyosialisasikannya, “ kata Adhi Yanriko Mastur.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Donggala, Drs H Safiuddin SH, menyatakan apa yang disampaikan oleh Kepala Lapas Palu itu sudah bersinergi dengan Rutan Donggala. “Apa yang dijelaskan oleh pak Kepala Lapas Palu itu juga berlaku untuk warga binaan kami di Rutan Donggala, yang mengalaminya pada 28 September 2018 lalu. Dengan mendapatkan remisi 1/2 hukuman, “jelas Safiuddin.

Semua warga binaan yang ada di Lapas Palu, baik warga binaan Lapas Palu maupun Rutan Donggala semuanya berjumlah 800 orang. Warga binaan Rutan Donggala sendiri sebanyak 211 orang, yang dititip menghuni Lapas Palu.

Gempa yang terjadi selain membuat warga binaan berlarian menyelamatkan diri hingga keluar Rutan, bangunannya pun mengalami kerusakan. Karena itu pemerintah, melalui Kementerian Hukum dan HAM sedang berencana melakukan perbaikan bangunan Rutan Donggala ini.
“ Usulan biaya perbaikannya sudah kami usulkan, ditataran Rp 35-40 miliar. Kita berdoa semoga pada tahun anggaran 2019-2020 ini bisa terealisasi sehingga Rutan Dongggala bisa melayani dirinya sendiri.

“ Karena yang susah itu pihak Kejaksaan dan Polisi, yang tahanannya sangat jauh untuk bolak balik dari Donggala ke Palu untuk dijemput, dan dari Palu ke Donggala untuk menghadiri sidang setiap hari. Semoga aktifitas hukum bisa kembali ke Donggala lagi, “ urainya.

Ditambahkannya lagi, warga binaan Rutan Donggala sudah dipindahkan ke Palu di Rutan Maesa, kemudian pindah lagi ke Lapas Palu terhitung 2 Mei 2019. “Kami juga masih menunggu dan mengimbau agar warga binaan yang belum pulang untuk kembali melaporkan dirinya lagi, “ pungkas Safiuddin.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.