Warga Antusias Nobar G30s/PKI di Makorem 132 Tadulako

- Periklanan -

Danrem 132 Tadulako, Kolonel Muh Saleh Mustafa, memberikan sedikit wejangan sebelum pemutaran film Pengkhianatan G 30S PKI di halaman Makorem yang dihadiri ribuan warga, Sabtu malam (30/9). (Foto: Salam Kiblat.net)

PALU – Warga memadati halaman Korem 132 Tadulako, Minggu (30/9). Kehadiran ribuan Warga tersebut, untuk ikut Nonton Bareng (Nobar) Film Pengkhianatan G 30S PKI yang digelar Korem 132 Tadulako Palu.

Estimasi jumlah penonton hingga ribuan ini, berdasarkan perkiraan panitia. Salah satu panitia yang berpakaian lengkap loreng TNI-AD, mengaku di halaman diatur 500 lebih kursi.

“Tapi jumlah warga yang datang dan duduk di lantai, tampak lebih banyak dari yang duduk di kursi. Artinya, yang duduk di lantai jumlahnya saya yakin lebih 500. Ditambah dengan yang di kursi, berarti jumlahnya paling kurang seribuan orang,”kata panitia, yang enggan namanya dikorankan, karena mengaku bukan komandan.

- Periklanan -

Warga mulai berdatangan sejak pukul 19.30 WITA. Halaman Korem 132 Tadulako yang awalnya tampak sepi, perlahan mulai ramai dengan kedatangan warga. Makin malam, warga yang datang makin banyak. Jalan Sudirman di depan Makorem 132 Tadulako, nyaris penuh dengan kendaraan yang diparkir. Baik roda dua maupun roda empat. Parkiran meluber sampai ke jalan, karena halaman belakang Korem sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan pengunjung.

Sebelum pemutaran, Danrem 132 Tadulako Kolonel (Inf) Muh Saleh Mustafa sedikit memberikan wejangan. Katanya, tujuan pemutaran film, agar masyarakat khususnya para prajurit di lingkungan Korem 132 Tadualko, dapat mengetahui sejarah Indonesia yang begitu kelam dengan PKI.

“Sesuai arahan dari Panglima TNI, maka seluruh prajurit wajib menyaksikan film G30S/PKI agar mengetahui sejarah Indonesia yang mana ada musuh yang sangat berbahaya yakni PKI,” katanya di hadapan warga dan prajuritnya di halaman Makorem 132 Tadulako.

Danrem, mengimbau agar selalu berhati-hati dengan paham komunis karena sangat membahayakan Pancasila dan Keutuhan Republik Indonesia. “Komunis berbahaya disebabkan bertentangan dengan paham yang kita anut di Indonesia yaitu Pancasila,” ujarnya.

Acara nonton bareng ini juga dihadiri Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah Ustadz Hartono M Yasin Anda, Akitivis berbagai lembaga yang berhimpun di bawah FUI. Di antaranya, HMI Cabang Palu, One Day One Juzz (ODOJ), Pondok Pesantren Mahasiswa Liwaul Haq, KAMMI, Aktivis Dakwah Kampus (ADK) se-Kota Palu, Madina Palu, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Persaudaraan Muslimah (Salimah) dan ANNAS Sulteng.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.