Walikota Mengaku Terburu-buru Terbitkan Perwali No 9

- Periklanan -

Soal Parkir Diserahkan ke Satgas yang Dibentuk

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Walikota Palu mengakui Peraturan Walikota (Perwali) Palu No 9 tahun 2016 tentang Retribusi Parkir di Tempat Umum dibuat secara terburu-buru.

Saat dihubungi usai menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi PT Astra Internasional Tbk di Gedung IT Center, Universitas Tadulako (Untad), Walikota Palu mengatakan, akan mengkaji ulang Perwali yang mematok tarif parkir Rp2.000 kendaraan roda 2 dan Rp3.000 untuk mobil.

“Kemarin itu Perwali yang kita buat terlalu terburu-buru,” ucapnya.

Selain itu, Walikota juga membentuk satgas pengawasan dan pengendalian perparkiran, dan menyerahkan masalah parkir kepada satgas tersebut.

- Periklanan -

“Kami sudah mendengar keluhan masyarakat mengenai parkir, sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kota sehingga dibentuk Satgas Perparkiran,” sebutnya.

Mengenai naiknya tarif parkir,  Walikota ingin meminimalisir pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat sementara ruang-ruang parkir sangat sedikit disiapkan.

“Saya sudah menyurat kepada Gubernur mengenai parkir, seperti adanya lahan-lahan milik pemda provinsi Sulteng, saya dengar telah disetujui untuk dibangun lahan parkir di tempat tersebut,” ungkapnya.

Walikota mengatakan masyarakat jangan mengeluh dengan naiknya tarif parkir yang hanya Rp1.000, karena pemanfaatan dengan naiknya tarif parkir benar-benar tepat sasaran.

“Kami telah menganggarkan Rp3 miliar untuk pendidikan agama, di 165 SD, sekolah tidak dilakukan pungutan, masak hanya naik Rp1.000 untuk sekolah tidak mampu,” ucapnya.

Upaya pemerintah kota menangani parkir adalah dengan membentuk satgas pengawasan dan pengendalian parkir, yang terdiri dari polisi, TNI, POM, POL PP, dan Dinas Perhubungan. Satgas tersebut juga telah beroperasi. “Kami dengan Satgas akan menangkap parkir-parkir liar, dengan tarif yang tinggi bagai contoh 5000,” jelasnya.

Masyarakat yang melakukan parkir liar dengan tarif parkir hingga Rp5.000, jika tertangkap akan langsung ditipikor karena menyalahi aturan. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.