Wajar Harga Cabai Naik, Kebutuhan 4 Ribu Ton, Produksi Hanya 2 Ribu Ton

- Periklanan -

Pedagang cabai rawit di pasar tradisional Manonda, Jumat (5/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU-Kenaikan harga cabai rawit di daerah ini cukup wajar. Sebab, produksi yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan/permintaan. Belum terjadi keseimbangan antara suplay (pasokan) dan demand (permintaan).

Bahkan, harga cabai kembali menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Palu Bulan Februari 2017. Sebagaimana diberitakan, BPS merilis, Inflasi Kota Palu Februari 2017 sebesar 0,29 persen. Dan Cabai Rawit memberi kontribusi paling tinggi, 0,21 persen. Menyusul kenaikan tarif listrik sebesar 0,19 persen dan upah tukang di urutan ketiga dengan kontribusi sebesar 0,11 persen.

Pihak Dinas Tanaman dan Hortikultura mengakui  saat ini harga cabai di tingkat petani masih cukup tinggi, mencapai Rp.80 ribu per kilogram. Berdasarkan data yang ada di Dinas Tanaman Pangan dan Horti, produksi cabai merah besar biasa Sulteng sebanyak 21.682 kuintal dan cabai rawit 41.021 kuintal.

“Total produksi cabai Sulteng selama ini hanya sekitar 2 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi mencapai sekitar 4 ribu ton. Jadi, memang kita masih kekurangan,” ujar Yuminarce, Kasi Aneka Kacang dan Umbi-Umbian Dinas tanaman Pangan dan Hortikultura menyebutkan,

- Periklanan -

Karena itu mulai tahun 2017 ini secara nasional pemerintah meluncurkan program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi bawang dan cabai. Jadi bukan hanya Upsus Pajala (Padi, Jagung dan kedelai).

Terkait program Upsus Bawang dan cabai ini, di tingkat Provinsi Sulteng, beberapa waktu yang lalu sudah dilaksanakan rapat koordinasi di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng. Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Guibernur Sulteng tersebut dihadiri semua instansi terkait.

“Untuk produksi Januari-Februari 2017, belum ada datanya. Yang kami miliki saat ini baru sebatas data luas tanam, sebutnya.

Data luas tanam tersebut merupakan bagian dari strategi untuk peningkatan produksi, program Upsus peningkatan produksi Bawang dan Cabai. Pada pendataan Februari 2017, luas tanam cabai rawit di Sulteng seluas 155 hektar.

“Produksi bisa didapatkan sekitar bulan Juni-Juli 2017 mendatang, sesuai dengan umur panen,” pungkasnya. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.