alexametrics Viral Lakukan Pungli, Oknum Satpol PP Dipecat – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Viral Lakukan Pungli, Oknum Satpol PP Dipecat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Informasi dugaan pungutan liar (Pungli) di sejumlah pos-pos Covid-19 di perbatasan masuk Kota Palu, sedikit terkuak. Setelah salah seorang pengendara mobil merekam aktivitas ilegal yang diduga dilakukan Oknum Satpol PP Kota Palu dan dibagikan ke media sosial facebook.

Akun facebook dengan nama Zafaal membagikan video berdurasi kurang lebih dua menit itu ke sejumlah grup lokal Kota Palu. Dalam video tersebut, supir pikap yang ditahan di pos Covid-19, di halaman Kantor Camat Tawaeli, tampak dimintai uang yang tidak disebutkan nominalnya oleh petugas Satpol PP. Di papan namanya tertera nama Fahran dan di sisi kiri baju terdapat lambang Kota Palu.

Pihak Satpol PP Kota Palu pun, mengakui bahwa oknum tersebut merupakan anggota Satpol PP Kota Palu. Namun statusnya bukan pegawai negeri sipil, melainkan tenaga honorer. Pihak Satpol PP juga sudah mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak oknum tersebut alias dipecat.

Kepala Satpol PP Kota Palu Trisno Yunianto, membenarkan, bahwa pertanggal 10 Februari 2020 yang lalu, oknum itu telah diberhentikan secara tidak hormat. Dia menilai, apa yang dilakukan oknum tersebut, merupakan pelanggaran besar, dengan melakukan pungutan liar kepada pelaku perjalanan, saat bertugas.

Pemecatan ini dilakukan, agar seluruh anggota Sarpol-PP Kota yang diberi amanah untuk menjalankan tugas dan kewajiban dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh pos perbatasan, untuk tidak mengulangi perbuatan dan tindakan dengan melakukan kegiatan Pungli. “Benar, anggota saya, langsung saya berhentikan sebagai anggota Satpol-PP, sebagai PHL bukan ASN, satu orang yang dipecat,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat memberikan keterangan resminya, Minggu (14/2) kemarin.

Trisno menambahkan, sejak dari awal bertugas di Pos perbatasan, seluruh anggotanya sudah sering diingatkan untuk menghindari kegiatan Pungli. Pemutusan kontrak terhadap oknum ini, kata dia, sudah sesuai dengan kontrak yang ada, bila mana melakukan pelanggaran. Dan Pungli sendiri dianggap pelanggaran besar. “Sementara larangannya sebelum tandatangan kontrak, tidak melakukan perbuatan yang menyalahi ketentuan perundang-undangan,” kata Trisno.

Kemudian, dia menegaskan, bahwa pelaksanaan penjagaan penyebaran covid-19 melalui pos-pos perbatasan masih sangat perlu dilakukan meskipun memang tidak bisa dipungkiri sebagai manusia biasa (oknum) yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, ada oknum yang melakukan tindakan di luar dari batas sewajarnya. Namun kepada seluruh anggota yang masih bertugas, perlu diketahui bahwa tindakan pelanggaran keras yang dilakukan oleh oknum dengan mencoreng nama baik Satuan Polisi Pamong Praja, untuk tidak ditiru oleh anggota Satpol-PP yang lain, dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Dari kejadian ini, saya langsung memberhentikan tanpa dengan mempertibangkan faktor lain karena dia memberikan contoh yang tidak bagus dan itu bahkan viral di media sosial, itu terbukti, tidak bisa dibohongi. Setelah kejadian, saya kumpul seluruh anggota dan saya sampaikan tidak ada ampun, baik ASN maupun PHL, apabila mencoreng nama Satpol-PP Kota Palu untuk segera ditindak tegas dengan cara diberhentikan,” bebernya.

Selain dengan mempertegas kepada seluruh anggota yang berjaga, Trisno meminta dengan kerelaan, kiranya pula untuk instansi yang terkait yang berada di sekitar pos-pos perbatasan agar bisa bekerja sama dalam menciptakan keamanan, kenyamanan dan bisa memutus jalan-jalan tikus yang sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan memberi kemudahan kepada pelaku perjalanan agar terhindar dari pemeriksaan di pos perbatasan. “Saya mengajak kepada masyarakat sekitar, instansi pemerintah sekitar, untuk bekerja sama dan minimal ikut andil untuk memutus jalan-jalan tikus tadi, karena itu sebenarnya sumber dari adanya Pungli,” tegas Trisno Yunianto. (zal)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.