Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Video Pendek ‘Sang Merah Putih’ Dilombakan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BNPT RI bekerjasama dengan FKPT Sulteng menggelar workshop pembuatan video pendek bagi kalangan pelajar SLTA di Sulteng, kemarin (14/6). Kegiatan tersebut dipusatkan di swissbel hotel dengan peserta sekira 35 pelajar dari 17 sekolah. (Foto: Talib)

PALU –  Para pelajar di Sulawesi Tengah kembali mendapat kesempatan mengikuti lomba video pendek yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah. Kemarin (14/6) bertempat di salah satu hotel di Kota Palu dilaksanakan Workshop BNPT Video Festival dengan tagline  “Di Bawah Sang Merah Putih”.

Workshop BNPT Video Festival kali ini diikuti 35 pelajar dari 17 sekolah setingkat SMA, SMK, maupun MA sederajat. Masing-masing sekolah mengutus dua perwakilan yang memiliki kompetensi dalam perlombaan tersebut. Kegiatan ini juga menghadirkan langsung pemateri dari pihak BNPT RI, serta aktor senior Ray Sahetapi, dan Diah Kusumawati salah satu dosen dari Jakarta.

‘’Dari temannya mengisyaratkan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia terus dipertahankan dan jangan sampai terkoyak olah paham-paham radikal yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,’’ ujar DR Nur Sangadji DEA, Kepala Bidang Pemuda dan Perempuan FKPT Sulteng.

Olehnya, Nur Sangadji meminta para pelajar yang diberikan kesempatan hadir di sini, untuk menyimak dengan serius tentang materi yang disampaikan para nara sumber dari Jakarta. ‘’Kalau tahun lalu, pelajar Sulteng bisa masuk 10 besar.  Kami berharap untuk tahun ini bisa menjadi juaranya. Aksi positif ada ditunggu,’’ tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua FKPT Sulteng, DR Muzakir Tawil bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan siswa memahami dan menyikapi perbedaan, dan memberikan pemahaman kepada para pemuda, untuk menjaga  kemajemukan karena kebersamaan hal yang utama bagi bangsa Indonesia. ‘’Kita berharap melalui karya video pendek ini, ideologi Pancasila selalu tertanam dalam sanubarai generasi muda penerus bangsa,’’ ungkapnya.

Sementara Fakhrudin, dari BNPT RI mengajak peserta khususnya siswa-siswi sebagai generasi bangsa dan ujung tombak harapan Indonesia, untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan NKRI, karena disinyalir pengaruh-pengaruh radikalisme mulai menyasar para pemuda usia produktif. Dari beberapa kasus yang dirilis BNPT katanya, remaja usia produktif rawan dipengaruhi. BNPT selalu menebar kebaikan dengan budaya damai.

‘’Kita tidak pernah tanya tentang suku, agama dan golongan. Kita disini bicara Indonesia yang majemuk. Kalau adik-adik sekarang tidak bangga menjadi bangsa Indonesia. Apa jadianya ketika memasuki usia emas tahun 2045. Kita harus bangga menjadi bangsa yang majemuk. Mari kita gelorakan semangat merah putih,’’ ajak Fafa demikian panggilan Fakhrudin.

Dia juga menjelaskan, video pendek karya pelajar di seluruh Indonesia tahun 2016, dengan tagline,’’Kita Boleh Beda’’ sudah bisa di akses di youtube maupun di 800 bioskop XXI di seluruh Indonesia. Ini sebuah kebanggaan bagi pelajar yang usia produtif ketika berbuat aksi positif mendapat apresiasi dari pemerintah melalui BNPT.

Seperti diketahui, lomba  secara nasional hasil seleksi dari tiga video terbaik masing-masing provinsi, dengan rincian untuk hadiah 15 juta rupiah untuk Best Movie 1, 10 juta rupiah untuk Best Movie 2, dan 5 juta rupiah untuk Best Movie 3. ‘’Para jawara diberikan kesempatan berangkat ke jakarta dengan fasilitas eksklusif mulai dari tiket pesawat dan menginap di hotel bintang lima,’’ demikian Fakhrudin menjelaskan. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.