Vera Laruni Tepis Isu Pecah Kongsi

- Periklanan -

Pemerintahan Kabupaten Donggala tetap solid hingga selesai masa jabatan. Demikian pernyataan pers Vera Laruni saat menjadi pendaftar pertama Pilkada Donggala di Partai Golkar, didampingi Sekretaris Moh Syafri Laupa (kiri), dan Sekretaris Bidang Organisasi Andi Baso (kanan). (Foto: Muchsin Sirajudin)

PALU – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Donggala, Vera Elena Laruni SE, menepis berkembangnya isu bahwa duet pemimpin di kabupaten yang dijuluki kabupaten tertua di Sulteng itu telah pecah kongsi. Bahkan dirinya menyebut pecah kongsi itu istilah ekonomi, tidak cocok dijadikan istilah politik.

Dia bersama Bupati Donggala saat ini Drs Kasman Lassa SH berupaya tetap kompak menyelesaikan sisa periodesasi atau masa kepemimpinan Kave (Kasman Vera).

“Tidak ada itu istilah pecah kongsi. Tidak cocok istilah itu, karena istilah pecah kongsi istilah ilmu ekonomi. Kami dengan pak Kasman masih kompak menyelesaikan masa tugas kami hingga tahun 2018 nanti, “ jelas Vera.

- Periklanan -

Vera menyebutkan lagi, 15 pilar yang menjadi visi dan misi kepemimpinan bersama Kasman Lassa sudah berjalan baik, namun belum tuntas. Masih ada bagian-bagian terpenting dari visi dan misi tersebut belum terselesaikan. “ Karena itu kami menyatakan maju di Pilkada sebagai calon Bupati dan telah mendaftar di Partai Golkar sebagai pendaftar pertama, agar Kabupaten Donggala maju dan sejahtera, “ sebut Vera, di Posko pendafataran calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) untuk Pilkada Donggala 2018, di Jalan Setia Budi Kota Palu, Minggu (23/7).

Hingga hari Minggu kemarin, dua balon sudah mendaftar di Posko Pilkada Partai Golkar, yaitu Vera Laruni dan Burhanuddin Lamadjido. Pendaftaran akan digelar hingga medio Agustus 2017 nanti.

Seperti diketahui, para balon Bupati dan Wabup Kabupaten Donggala yang mendaftar di Partai Golkar akan disurvey elektabilitasnya oleh lembaga survey yang dikontrak Golkar di Pilkada serentak gelombang ketiga, lalu diumumkan ke publik. Setelah itu akan dikoordinasikan ke DPD I Partai Golkar Sulteng, selanjutnya akan ditetapkan oleh DPP Partai Golkar. Satu pasang balon Bupati dan Wabup akan disahkan dan diusung Partai Golkar.

Mengingat Golkar di DPRD Donggala hanya empat kursi, maka untuk memenuhi kuota 20 persen partai pengusung, maka Partai Golkar harus melakukan koalisi dengan partai lain yang memiliki minimal dua kursi. Bahkan akan terjadi koalisi besar, atau lebih dari total enam kursi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.