alexametrics Usulkan Bangun Asrama Mahasiswa Tolitoli di Palu – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Usulkan Bangun Asrama Mahasiswa Tolitoli di Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Dalam sebuah dialog yang penuh dengan suasana keakraban, mahasiswa asal Tolitoli di Kota Palu menginginkan dan mengusulkan dibangunnya asrama mahasiswa khususnya mahasiswa asal Kabupaten Tolitoli.

Aspirasi para intelektual muda itu disampaikan kepada salah satu tokoh masyarakat Tolitoli yang kini menjadi kandidat bakal calon (Balon) Bupati Tolitoli H. Muchtar Deluma, dalam dialog bertajuk mencari sosok pemimpin Tolitoli yang memiliki kepedulian untuk membangun dan memajukan daerahnya melalui pengembangan pendidikan, Sabtu malam (15/8).

Beberapa mahasiswa yang hadir, yang berasal dari perguruan tinggi ternama di Kota Palu mengemukakan pendapatnya, beserta curahan hatinya (curhat) kepada Muchtar Deluma, agar masukan-masukan dari mahasiswa atau pokok-pokok pikiran mahasiswa ini akan dijadikan salah satu program kerja bila dirinya terpilih dalam Pilkada serentak di Kabupaten Tolitoli nantinya.

“ Saya mengusulkan pemerintah daerah atau siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan agar dibangun sebuah asrama mahasiswa untuk mahasiswa Tolitoli di Kota Palu, “ tuturnya.

Sejauh ini kata dia, mahasiswa asal Tolitoli tidak memiliki asrama khusus yang difasilitasi Pemkab Tolitoli ataupun swasta. Yang ada hanya asrama mahasiswa Buol. Namun mahasiswa saat ini menginginkan asrama yang betul-betul lahir dan didirikan oleh Pemkab atau tokoh masyarakat Tolitoli sendiri, bukan dari orang lain, apalagi peninggalan orang lain.

Menurutnya, bila mahasiswa Tolitoli sudah punya asrama sendiri maka banyak mahasiswa akan tinggal diasrama dan silaturahmi antara mahasiswa Tolitoli akan semakin kuat dan kokoh. “ Yah, masalah utama kami mahasiswa asal Tolitoli saat ini adalah tidak memiliki asrama mahasiswa. Padahal banyak kawan-kawan mahasiswa lainnya dari Tolitoli yang saat ini menimba ilmu di Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan tempat tinggal. Apalagi tidak semua orangtua mahasiswa berpenghasilan tinggi, ada diantaranya yang prasejahtera tetapi memiliki semangat yang tinggi untuk menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi, “ paparnya.

Kemudian masalah kedua adalah masalah harga cengkeh yang belum maksimal, dan upaya pemberdayaan terhadap nelayan tangkap. Setelah itu masalah banjir bandang yang menjadi langganan tahunan, dan selanjutnya penghargaan terhadap pahlawan daerah Tolitoli, yaitu pahlawan Haji Hayun.

Atas pertanyaan dan usulan-usulan dari mahasiswa tersebut, Muchtar Deluma
pun memberikan beberapa solusi. Yang pertama untuk soal asrama mahasiswa, bahwa pemerintah (negara) itu menjamin kelangsungan pendidikan dan kesejahtaraan warga negaranya. Negara harus memperjuangkan kebutuhan warganya, yaitu melalui anggaran setiap tahunnya, APBD daerah, yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kita harus mampu menerobos kebutuhan anak-anak bangsa seperti ini. Memperjuangkan kebutuhan dan fasilitas penunjang pendidikan, salah satunya asrama mahasiswa dan juga beasiswa mahasiswa yang diinisiasi oleh pemerintah daerah, “ ujar Muchtar.

Demikian pula pemberdayaan para nelayan yang ada di Kabupaten Tolitoli yang memiliki garis pantai yang panjang dan luas, pemerintah harus membantu (stimulus) kebutuhan nelayan untuk kesejahteraan nelayan. Misalnya memberikan bantuan alat tangkap nelayan, dan pemberdayaan nelayan lainnya.

“ Kita minta bantuan pemerintah pusat untuk pengadaan alat-alat tangkap ikan untuk nelayan. Begitu juga untuk pertanian. Saya yakin, Tolitoli bisa sejahtera, “ tegasnya.

Selanjutnya, tatakelola anti banjir, perlu ada kebijakan tahunan untuk melakukan normalisasi sungai yang ada, yang selalu menjadi pokok bencana masyarakat. Pemerintah harus meminimalisir bencana, dalam hal ini banjir bandang, yang terjadi sepanjang tahun dan dialami langsung masyarakat kita.

Mengenai harga cengkeh yang masih terasa berada di bawah harga normal. Perlu dilakukan tata kelola kembali harga cengkeh agar petani cengkeh Tolitoli tidak menderita. “ Gerakan itu memerlukan keberanian dan inovatif, untuk mendesain kembali bagaimana harga cengkeh bisa memuaskan petani kita, “ tandasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.