Usulan Musrenbang Pun Ada yang Fiktif

- Periklanan -

MUSREMBANG : Para pimpinan SKPD se Kabupaten Morut sedang rembug menggelar Musrembang. (foto: Ilham)

MORUT – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 10 kecamatan di kabupaten Morowali Utara resmi ditutup Jumat (10/2/2017). Banyak hal menarik terkait kondisi desa yang terungkap saat itu, misalkan usulan rehabilitasi sekolah yang fisiknya tidak ada di Desa Ganda Ganda, Petasia.

Penutupan Musrenbang 10 kecamatan itu dilaksanakan bersamaan di kecamatan berbeda, Petasia untuk Zona 1 dan Zona 3 di Soyojaya. Sementara Zona 1 penutupannya dua hari lebih cepat di Lembo.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Morowali Utara Basri Makkasau menyebutkan penutupan kegiatan Zona 2 dan 3 bersamaan dengan pelaksanaan Musrenbang kecamatan setempat.

“Musrenbang zona satu sudah selesai lebih dulu karena hanya ada tiga kecamatan di dalamnya,” kata Basri kepada Radar Sulteng usai membuka Musrenbang Petasia di gedung Morokoa Kolonodale kemarin.

Dia menambahkan, seluruh rencana pembangunan yang telah dibahas di masing-masing kecamatan akan kembali dibahas pada Forum SKPD 15 Februari  2017.

- Periklanan -

“Musrenbang tingkat Kabupaten Morowali Utara kita rencanakan lima hari setelah Forum SKPD,” tandasnya.

Masih di Morokoa, Kepala Desa Ganda Ganda Euk Lenta mengungkap dua kejanggalan usulan yang masuk dari desa ke musrenbang kecamatan. Pembangunan tanggul Dusun V Lambolo dan Rehabilitasi SMP Negeri 3 Satu Atap Petasia.

“Desa tidak mengusulkan kedua program itu, kok bisa muncul sekarang,” kata Euk kepada Radar Sulteng.

Dia menjelaskan, tanggul Dusun Lambolo sudah tiga tahun anggaran dikerjakan. Sementara gedung SMP tersebut tidak ada di Ganda Ganda.

“Usulan seperti ini yang akan merugikan keuangan daerah. Jelas itu fiktif dan pasti jadi temuan,” pungkas Euk.

Di tempat sama, Anggota DPRD Morowali Utara H Saril Masnun memastikan pembangunan tanggul tetap diusulkan tetapi lokasinya dipindah. Sementara untuk rehabilitasi SMPN 3 Satap Petasia harus diperiksa dulu lokasi sebenarnya.

“Mungkin sekolah itu ada di desa lain, karena itu perlu dikaji kembali,” singkat Saril.(ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.