Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Usai Prahara, AHY Pilih Lebih Dekat dengan Ulama

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memilih Kota Palu sebagai salah satu tujuan Safari Ramadan, setelah melewati prahara pengambil alihan tampuk kepemimpinan secara ilegal. Momentum ini, tidak hanya dijadikan sebagai sarana penguatan soliditas partai namun juga untuk silahturahmi bersama para ulama di daerah.

Putra Sulung Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, tiba di Kota Palu, Senin siang (26/4/2021). Agenda utama AHY, selain tatap muka dengan para kader Demokrat se Sulawesi Tengah, memang bertujuan untuk bertemu dengan sejumlah ulama. Setibanya di Kota Palu, AHY langsung berziarah ke makam Al-Habib Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua serta bersilahturahmi ke kediaman Ketua Utama Alkhairat, Habib Sggaf Bin Muhammad Aljufri.

Kepada wartawan, AHY menyampaikan kedatagannya bersama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya dan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat ke Kota Palu, memang ingin bertemu para ulama di Sulawesi Tengah. Niat sejak lama ini, baru terwujud saat bulan suci Ramadan, sekaligus melakukan safari Ramadan ke sejumlah daerah. “Palu salah satu tujuan kami, setelah Bireun, Aceh dan Banjarmasin. Agenda kami sama, bertemu para alim ulama dan menyambung silahturahmi dengan buka bersama serta konsolidasi internal,” kata AHY.

Menyambung silahturahmi dengan ulama disampaikan AHY, sangat penting. SBY, sebagai ayahandanya sekaligus mantan Presiden, juga telah menitipkan amanat, agar selalu dekat dengan ulama. Karena sejatinya, ulama dan umaroh atau pemimpin, harus bersatu. Sebab, berbagai masalah bangsa ini, tidak bisa dipikirkan sendiri, tanpa ada buah pikir dari para ulama.

“Lahirnya bangsa ini, tidak lepas dari kehadiran para ulama, yang memberikan buah pikirnya. Dan itu yang harus terus dilakukan untuk membangun bangsa,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan AHY, hampir tiga bulan berkutat dengan prahara KLB ilegal Partai Demokrat, akhirnya bisa dilewati, setelah pemerintah menyatakan KLB tersebut inkonstitusional atau tidak punya dasar hukum. Ramadan ini pun, menjadi momen, bagi Partai Demokrat untuk melakukan konsolidasi antar kader.

“Kunjungan kami ini, mamang tidak terpisahkan untuk membangun kebersamaan dan soliditas serta semangat kembali, setelah melewati prahara. Banyak hikmah yang kita sukuri, seperti bagaimana kita menjaga soliditas dan kebersamaan,” tegas AHY.

Seluruh Kader Demokrat, kata dia, sepakat tidak ingin dipecah belah oleh siapapun. Sehingga, setelah upaya pengambil alihan kepengurusan secara ilegal itu berlalu, maka saat ini Partai Demokrat kembali fokus bekerja untuk rakyat . Kerja keras melewati prahara itu, diakui AHY, tidak hanya DPP saja, namun seluruh Ketua DPD dan DPC serta seluruh kader, yang menyatakan keberanian melawan kezoliman. “Alhamdulillah, kita berhasil menyelamatkan demokrasi di Indonesia,” sebutnya.

Usai Kota Palu, AHY dan rombongan kemudian akan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang baru saja tertimpa bencana banjir. Selanjutnya, rombongan bertolak ke Mataram, NTB dengan agenda yang sama. Dalam safari Ramadan ini, tidak seluruh daerah yang bakal dikunjungi AHY, hanya beberapa daerah saja yang dirasakan perlu medapat perhatian, khususnya yang baru saja tertimpa bencana. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.