Usai Festival, Kampung Kaili Mulai Tak Terawat

- Periklanan -

Inilah kawasan Kampung Kaili yang menjadi destinasi wisata baru bagi warga Kota Palu dan sekitarnya. (Foto: Moh. Salam)

PALU – Kampung Kaili telah menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Palu. Didukung dengan letaknya yang strategis berada di pinggir Teluk Palu, tidak salah kalau masyarakat Palu sering-sering berkunjung ke tempat ini di sore hari maupun di akhir pekan.

Bersantai dan menikmati pemandangan Teluk Palu, menjadi salah satu tempat yang sangat direkomendasikan ketika pulang dari tempat kerja atau sekadar melepas penat. Terlebih lagi kalau ke Anjungan Nusantara atau ke lokasi Kampung Kaili, jangan sampai terlewatkan.

Hampir setiap hari, mulai siang hingga sore, terlihat masyarakat sekitar, mahasiswa, muda-mudi, serta pegawai kantoran, tampak beristirahat sambil bersantai menikmati jajanan yang dijajakan pedagang di kawasan Kampung Kaili di Jalan Rajamoili Palu, Kecamatan Palu Timur.

Tempat ini sejatinya belum lama, tapi sudah punya daya tarik tersendiri. Dibangun bertepatan dengan Festival Pesona Palu Nomoni 2017 ke-2 pada September lalu.

Kampung Kaili yang awalnya dibangun untuk dalam rangka memeriahkan Festival Pesona Palu Nomini (FPPN) ke-2, bertujuan agar menjadi ikon baru sekaligus spot yang paling disukai para pengunjung yang datang ke FPPN ke-2.

Oleh Pemkot Palu,  lokasi ini dipatenkan menjadi destinasi wisata baru yang bertemakan kuliner dan budaya. Bahkan direncanakan tahun 2018  akan dianggarkan sekitar Rp1,5 miliar untuk mengembangkan kawasan Kampung Kaili lebih punya daya tarik lagi.

- Periklanan -

“Insya Allah kawasan Kampung Kaili ini ke depannya akan dipertahankan. Dan tahun depan akan dianggarkan sebesar Rp1,5 miliar,” katanya Wali Kota Palu, Hidayat, beberapa waktu lalu.

Mirna (30), salah satu masyarakat yang sedang beristirahat sepulang kerja dari kantor Kamis (19/10) kemarin, sengaja meluangkan waktunya untuk menikmati pemandangan yang tepat berada di bibir Pantai Talise. Di sampingnya tampak secangkir minuman.

Mirna mengaku sudah terbiasa berkunjung ke Kampung Kaili. Sepulang kerja, dia sering mampir untuk sekadar hang out. Apalagi setelah dibangunnya tempat itu. “Karena selain menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Palu, juga menjadi tempat beristirahat dan bersantainya masyarakat yang pulang kantor atau ingin melepas penat setelah seharian disibukkan aktivitas yang menyita waktu dan tenaga.

“Saya mendukung dan senang seklai ada tempat ini. Karena sudah kawasan ini bukan hanya sebagai tempat nongkrong saja, melainkan juga tempat beristirahat. apalagi sou-sou (pondok-nya ini ditandai dengan diberi nama-nama kelurahan yang ada di Palu,” ujar Mirna.

Tapi sayang, kondisi terkini di kawasan Kampung Kaili ada beberapa sou-sou tampak rusak dan terbongkar. Itu diakibatkan tidak adanya penjagaan dan perawatan dari Pemerintah Kota Palu pasca Festival Palu Nomoni. “Sounya mulai rusak. Kasihan kalau dibiarkan rusak begini,”prihatin Mirna.

Mirna berharap kepada Pemkot Palu memberi perhatian yang lebioh dengan cara melakukan perawatan serta membangun kembali sou-sou yang rusak. Sehingga keadaannya semakin menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke salah satu tempat destinasi terbaru yang ada di Kota Palu tersebut.

Selain itu di sekitar kawasan tersebut masih terlihat pengecoran taman-taman yang belum selesai dikerjakan. Pekerjaanya itu diburu supaya selesai sebelum FPPN digelar, tapi ternyata kasip waktunya. Sehingga nanti diselesaikan sekarang pekerjannya. (cr1)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.