UPT KPH Poso Amankan Puluhan Kubik Kayu Ilegal

- Periklanan -

HASIL TANGKAPAN : Barang bukti kayu hasil tangkapan Operasi Illegal logging UPT KPH Poso. (Foto: BudiyantoWiharto)

POSO-Sedikitnya 85 kubik kayu ilegal berhasil diamankan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pemangkuan Hutan (UPT-KPH) Sintuwu Maroso (Sinmar) Poso dalam operasi gabungan bersama Polhut pekan kemarin. Kayu ilegal dengan berbagai jenis dan ukuran ini diamankan dari sejumlah tempat berbeda di Poso dan Tojo Kabupaten Touna.

Barang bukti (babuk) sitaan kayu ilegal tersebut sekarang berada di kantor lama UPT KPH Sinmar Ranononcu Kecamatan Poso Kota Selatan. Tampak diantara jenis kayu yang diamankan adalah kume, meranti, tawa, dan cempaka.

Kepala UPT-KPH Sinmar Poso Lukman MSi memastikan kasus illegal logging di Poso masih sangat tinggi. Baik yang dilakukan sendiri oleh warga, oleh perusahaan, maupun oleh kerjasama perusahaan dengan warga. Itu bisa dilihat dari jumlah kubikasi kayu yang telah diamankan pada operasi yang baru berjalan sepekan.

“Semua kayu yang kita amankan kemarin merupakan kayu tebangan baru. Dilihat dari jumlah hasil tangkapan yang banyak, itu membuktikan praktek penebangan liar atau illegal logging khususnya di wilayah Poso masih sangat tinggi,” ujarnya, Senin (27/2).

Nenurut Lukman, aksi pembalakan liar di Poso masih tersebar merata di semua wilayah. Namun kasus terbanyaknya berada di wilayah Kecamatan Lage (Watuawu, Pandiri, Tampemadoro, Malei Lage, Tongko), wilayah Poso Pesisir Bersaudara (Desa Malitu, Desa Tangkura dan Dewua), dan wilayah Pamona Bersaudara (Desa Barati, Desa Tonusu).

- Periklanan -

Khusus di wilayah Pamona Utara, UPT KPH Sinmar mengamankan sebanyak 25 meter kubik. Sedangkan di wilayah Tojo aksi illegal logging terbanyak berada di Desa Buyuntaripa. Disini berhasil diangkut 16 meter kubik.

Siapa pemilik 80-an kubik kayu ilegal tersebut ? Lukman belum bisa memastikannya. Sebab saat diamankan kayunya, para pemiliknya tidak ada. Tapi dari penelusuran yang dilakukan kayu kayu ilegal tersebut diduga kuat milik pengusaha nakal yang dalam operasi illegal loggingnya menggunakan oknum warga. “Yang menebang memang warga.

Tapi warga itu orangnya pengusaha yang biasanya sudah dimodali untuk mencari dan menebang kayu di hutan secara ilegal,” tukasnya. Kayu hasil penebangan kiar di Poso sebagian besar dibawa lari ke Sulawesi Selatan.

Masih kata Lukman, pihaknya sekarang sedang menelusuri perusahaan kayu mana di Poso yang ikut bermain dalam aksi illegal logging. Jika nantinya ditemukan, perusahaan nakal akan diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin.

“Kalau kita temukan keterlibatannya maka kita akan cabut izinnya,” janjinya. Adanya keterlibatan pengusaha lokal sangat dimungkinkan karena tidak mungkin pengusaha dari luar bisa membawa keluar kayu-kayu ilegal dari Poso dalam jumlah besar.

Lukman pun memastikan operasi penangkapan kayu ilegal akan terus dilaksanakan. Untuk suksesnya operasi, dia meminta dukungan dan partisipasi masyarakat dengan cara mberikan informasi terkait kasus illegal logging di wilayah masing-masing.(bud)

- Periklanan -

1 Komen
  1. tomi Komentar Pengunjung

    untuk alamat lengkap kantor UPT KPH Poso ini dimana ya?

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.