Untad Luncurkan Buku tentang Covid-19

- Periklanan -

PALU – Akademisi Universitas Tadulako meluncurkan sebuah buku berjudul Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19. Buku ini berisikan berbagai tulisan dari para akademisi Untad dengan berbagai sudut pandang tentang Covid-19.
Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir H Mahfudz MP menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh akademisi Untad karena telah melahirkan karya monumental ini.

“Buku Rona Perspektif Akademisi Tadulako terhadap Covid-19 ini sarat dengan informasi telaah tentang Covid-19 sesuai dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman masing-masing,” kata Prof Mahfudz.

Rektor mengungkapkan, buku ini memberi pengetahuan baru mulai dari perspektif sejarah munculnya berbagai wabah dan virus yang pernah melanda dunia, juga di Indonesia, bahkan sejarah wabah di Sulawesi Tengah. Perpektif lain disajikan dalam buku mendiskripsikan bagaimana Covid-19 ini telah berdampak kestabilan sosial dan ekonomi serta perspektif lain yang diuntai oleh penulis lainnya.

Para penulis buku Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19.

- Periklanan -

“Kerjasama merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah institusi, termasuk di Universitas Tadulako. Saya mendapat informasi bahwa kehadiran buku ini cuma memakan waktu 20 hari hingga peluncuran pada tanggal 20 Mei 2020. Momentun peluncuran buku ini juga sangat tepat pada saat Hari Kebangkitan Nasional karena ini memberi pesan tersirat bahwa kebangkitan karsa untuk berkarya harus senantitiasa kita pupuk agar Universitas Tadulako menjadi Universitas terpandang di Indonesia,” jelas Rektor.

Penyunting buku yang juga salah satu penulis, Dr Haerul Anam SE MSi menyebut buku ini merupakan kumpulan dari berbagai perspektif pemikiran dosen Untad berkaitan dengan Covid-19. Ada perpektif sejarah yang ditulis oleh Prof Juraid Abdul Latief dan Haliadi Sadi SS Mhum PhD.

Selain perpektif sejarah, penulis lain memberi gambaran tentang dampak Covid terhadap perekonomian secara makro, misalnya di sektor keuangan khususnya terhadap tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditulis Dr Haerul Anam SE MSi dan Failur Rahman, SE MSc.

“Ide dari penulisan buku adalah menggerakan dosen-dosen untuk bergerak secara institusional untuk menghasilkan karya ilmiah. Dan sekaligus ingin merefleksikan bahwa walau kita bekerja di rumah (WFH) tetapi tetap bisa produktif menulis,” jelas Haerul Anam kepada media ini. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.