Unjuk  Rasa, Tuntut LP3i Kembalikan Uang Mahasiswa

- Periklanan -

Puluhan mahasiswa Aliansi Rakyat Peduli Pendidikan Indonesia lakukan aksi di DPRD Sulteng tuntut janji LP3i dan minta uang mahasiswa dikembalikan, Rabu (5/4). (Foto: Safrudin)

PALU – Di bawah panasnya terik matahari Palu siang kemarin (5/4), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Pendidikan Indonesia melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulteng untuk menuntut agar DPRD Provinsi Sulteng bersikap tegas terhadap managemen LP3i yang sampai saat ini belum menjamin nasib ratusan mahasiswa LP3i.

Sambil membagi-bagikan selebaran tuntutan, beberapa mahasiswa itu juga menyampaikan aspirasinya dengan menggunakan pengeras suara di depan Kantor dewan tersebut. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Wawan kepada media ini menyampaikan bahwa ada beberapa permasalahan yang terjadi di tempat mereka selama 1 tahun ini menuntut ilmu.

Wawan yang saat ini semester 2 mengungkapkan mulai dari biaya semester  yang berbeda-beda antarmahasiswa sekali pun dalam satu angkatan, tidak hanya itu, janji pihak managemen kampus juga ada yang diingkari.

- Periklanan -

“Di  awal kami masuk, janjinya di LP3i ini, kami sampai D3, tapi ternyata, di LP3i Palu kami hanya sampai D2. Setelah itu, harus lanjut di Makassar 1 tahun untuk bisa ambil D3,” ucap Wawan, ditemui di sela-sela aksi, Rabu (5/4).

Ditegaskannya jika pihak kampus tetap tidak bisa menepati janji agar gelar Diploma 3 mereka dilaksanakan di Palu, para mahasiswa itu akan menuntut agar segala biaya yang mereka keluarkan selama menuntuk ilmu di LP3i itu, dikembalikan secara utuh. Jika pihak managemen tidak menyanggupi tuntutan tersebut, Wawan mengatakan seluruh mahasiswa LP3i akan meminta kampus tersebut untuk ditutup karena telah menipu mahasiswa.

“Kalau harus ke Makassar untuk ambil D3, kami kompak menuntut uang kami dikembalikan 100 persen,” tegasnya.

Terkait dengan pembiayaan yang dikeluarkan, Wawan mengungkapkan, awal masuk kampus, sudah dimintai uang administrasi sebesar Rp 5 juta per mahasiswa. Terkait biaya semester, untuk gelombang 2 yang seangkatan dengannya, Wawan mengungkapkan biaya per sementernya Rp 3,5 juta.

“Beda-beda biayanya mas sekali pun 1 angkatan. Kalau gelombangku per semester Rp 3,5 juta,” demikian Wawan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.