Universitas Madako Tolitoli Kedepankan Pengembangan Kawasan Pesisir

Menyahuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

- Periklanan -

TOLITOLI-Universitas Madako (Umada) Tolitoli baru saja melakukan berbagai terobosan dibidang kerjasama akademik, dengan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli, Polda Sulteng, dan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) serta beberapa NGO lokal, regional, nasional, maupun internasional. Ini salah satu kerjasama dari tindak lanjut visi misi Umada Tolitoli dan pengembangan kawasan pesisir dengan mengimplementasikan program merdeka belajar kampus merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wakil Rektor (Warek) I Universitas Madako (Umada) Tolitoli, Dr. Lukman Arif, M.Si, kepada Radar Sulteng menjelaskan, pada visi dan misi Umada yaitu Universitas Madako Unggul dan Berdaya Saing dan Berakarakter dalam Pengembangan Kawasan Pesisir.

Visi misi ini dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) Universitas Madako tahun 2021-2025 dimana Renstra tersebut salah satunya mengembangkan sistem kerjasama antara perguruangn tinggi, dunia industri, atau dunia usaha. Serta komponen-komponen lain atau organisasi-organisasi lain yang lebih mengembangkan pada sumber daya manusia (SDM) atau SDM dalam pengembangan perguruan tinggi.

Olehnya berkenan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang telah dilakukan oleh Umada Tolitoli beriringan dengan momentum wisuda yang ke XVI dan Dies Natalis yang ke XIX, maka Umada Tolitoli bekerjasama dengan berbagai pihak di level lokal, regional, nasional, dan internasional. Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Pemkab Tolitoli yang langsung ditandatanagani oleh Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya, Kapolres Tolitoli langsung dengan Kampung Tangguh Nusantara yaitu tangguh dalam penyediaan pangan dan tangguh dalam bidang pendidikan.

“ Ini komitmen kami kemarin setelah kunjungan Kapolda Sulteng ke Kampung Tangguh Tolitoli. Dengan sambutan yang baik antara Polda dengan Umada Tolitoli itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolres Tolitoli langsung Kapolres Tolitoli AKBP Budi, yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), “ paparnya.

Selanjutnya, dalam acara tersebut juga ditandatangani kerjasama dengan Pangkalan TNI-AL (Lanal) Tolitoli, Kolonel Laut Hartono, dengan model kerjasama kami berkomitmen menjaga wilayah mariutim dalam rangka menjaga masyarakatnya serta university. Misalnya ada terumbu karang, penyu, dan banyak hal yang dianggap salah satu kekayaan alam Kabupaten Tolitoli yang perlu dijaga.

“ Karena itu kami bersama Danlanal bekerjasama termasuk meningkatkan masyarakat yang ada di wilayah pesisir. Ketiga pucuk pimpinan ini bagi kami adalah merupakan sebuah kehormatan, dalam rangka menindaklanjuti visi dan misi yang dibangun oleh Umada Tolitoli. Di lain tempat juga kami melakukan pendandatanganan dengan NGO Sasikosuai yang dipimpin langsung Direkturnya, Kadir Jafar, Bank Sampah Tolitoli Mandiri Widyatmoko, dan Bukidaif, Aryati, “ paparnya.

Dijelaskan Warek I Lukman Arif, ketiganya ini merupakan NGO, skala nasional, regional, dan lokal, yang telah bekerjasama dengan komunitas atau para professional yang sudah ternama. Selanjutnya, penandatanganan dengan dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogyakarta, merupakan salah satu universitas berakreditasi A, yang masuk dalam universitas swasta dan negeri Indonesia. Salah satu universitas yang patut kita teladani, akan melakukan kerjasama penelitian dan pengabdian serta pengajaran di Umada.

Penandatanganan ini dilakukan sejak 22 Maret 2021, telah dituangkan dalam MoU antara Rektor Umada dengan UKDW. Umada juga telah menjalin kerjasama dengan Bugi, yaitu salah satu LSM dunia yang konsen dengan Kampung Indonesia, yang berkedudukan di Jerman, bersama-sama dengan Umada telah melakukan MoU. Penandatanganan yang disaksikan oleh Konsul Jenderal (Konjen) Indonesia di Frankfrut Jerman.

“Konsulat melihat ini merupakan hal yang sangat positif. Sehingga dia mensuport, bukan hanya opini dan sebagainya, tetapi dia saking pedulinya mensuport hingga memberikan sumbangan dalam bentuk materi untuk terlaksananya kegiatan ini, “ ujar Lukman.

Kedua, ada pemerhati professional dari Amerika Serikat Mc Donald, masuk dalam kategori diaspora yaitu sekumpulan orang-orang ahli yang ada di luar negeri yang berkumpul untuk memajukan segala bentuk yang dianggap, apa yang diperlukan dalam dunia perguruan tinggi.

- Periklanan -

“ Bagi kami merupakan salah satu hal yang luarbiasa, dengan kondisi universitas yang sangat terbatas ini baik sarana dan prasarananya, maupun sumber daya dosennya. Olehnya, berkali-kali saya mengatakan sebagai kehormatan. Semoga kerjasama ini akan memajukan Kabupaten Tolitoli, “ jelas Lukman Arif, saat dirinya melakukan wawancara secara virtual dengan para diaspora saat itu.

Lukman berharap, dengan model kerjasama seperti ini ini akan memasukan sumber daya yang boleh diciontohi oleh kita di Sulawesi Tengah terlebih kita di Universitas Madako Tolitoli. Selanjutnya, kerjasama ini pun akan dicontoh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli untuk memajukan kabupaten.

“ Harusnya dicontoh oleh Pemkab, sehingga kami berbicara dengan beberapa OPD terkait betapa antusiasnya negara lain, betapa antusiasnya provinsi lain, betapa antusiasnya organisasi lain melihat Tolitoli ini dalam rangka membenahi sumber daya alam yang menurut mereka harus diperbaiki, “ bebernya.

Menurutnya, yang paling dikedepankan dalam kegiatan itu adalah bagaimana menjaga sumber daya alam hayati university yang ada di Tolitoli. Kemudian bagaimana caranya agar Tolitoli tetap bersih, tidak terabaikan atau tidak diterlantarkan dengan urusan-urusan yang lain.

Sejalan dengan itu, dalam visi dan misi Umada bergerak pada pengembangan kawasan pesisir, inilah yang merupakan momentum gayung bersambut. Selain itu, Pemkab Tolitoli yang notabenenya dengan gotong royong nya merupakan salah satu peluang atau potensi yang jika dilakukan manajemen, jika dilakukan usaha yang baik, yang model pembangunan sinergi antara pendidikan tinggi dan Pemkab setempat, maka Isnya Allah Tolitoli akan merubah bentuk dan merubah wajahnya lebih baik dari hari ini.

“ Itulah kemudian kita Madako mau terlibat didalamnya, sebab di Umada tidak hanya sendiri. Banyak komponen, banyak organisasi, banyak professional, banyak dunia industry yang telah bergabung dalam rangka memajukan sumber daya maunuisia yang ada di Tolitoli. Terlebih-lebih yang pada aksinya akan memberikan dampak positif terhadap masyrakat di Kabupaten Toltioli, “ urainya.

Dijelaskannya, sejalan dengan itu, dalam program ini kami juga telah membuka tiga titik, pilot project. Pertama, Desa Pinjan, di wilayah tersebut hidup beberapa hewan endemik Sulawesi yang harus diketahui oleh dunia, seperti Maleo, rusa, lestari disana. Kedua, di pusat kota, dimana terjadi perbedaan kondisi social masyarakat, kondisi ekonomi masyarakat, dengan kondisi politik masyarakat yang selanjutnya harus dibenahi dengan kebutuhan-kebutuhan vitalnya.

Ketiga, di wilayah terluar Indonesia, yaitu di Pulau Lingayan Kecamatan Ogotua. Dari tiga pulau terluar ini memberikan keunikan yang berbeda dibanding dengan yang lain. Itulah yang kemudian perguruan tinggi Umada akan mengeksplor sumber daya alam yang ada di sana menurut kaidah-kaidah sustainablelity (keberlanjutan) dengan tidak merusak alam dan lingkungannya.

“Sehingga perlu adanya penyadaran kepada masyarakat. Ini yang menjadi nilai tawar berbentuk pilot project yang akan diimplementasikan dalam Renstra 3 atau 5 tahun kedepan, “ tegasnya.

“Sejalan dengan itu pula kami sebagai sebagai salah satu perguruan tinggi yang lebih pada pengembangan kawasan pesisir sesuai dengan Rentsra kami akan membuka program study yang berorientasi atau yang spesifik dengan pengembangan kawasan pesisir pantai. Sehingga tahun ini kami berencana, dengan menyusun dan telah disetujui akan membuka program pasca sarjana yang lebih banyak pada arah pesisir, “ tambahnya.

“ Inilah motivasi dan keinginan kami agar mendirikan program pasca sarjana di Umada Tolitoli yaitu program study Pasca Sarjana Ilmu-ilmu Pertanian, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.