Uneg-Uneg Keluarga Pasien Positif, Hanya Tiga Orang yang Reaktif

Hasil Rafid Tes 13 Orang Terkait Meninggalnya Dosen Untad Dr. M

- Periklanan -

PALU – Buntut meninggalnya Dosen Untad inisial Dr. M pada Selasa (12/5) dan dimakamkan standar Covid-19, membuat pihak keluarga yang saat ini di Karantina di Asrama Haji Palu tidak tenang. Pasalnya akibat informasi yang tidak akurat via media sosial membuat pihak keluarga yang tengah berduka tersebut menjadi beban berkepanjangan.

Melalui Radar Sulteng pihak keluarga berinisial AD yang saat ini diisolasi di Asrama Haji Palu menyampaikan uneg-unegnya sekaligus meluruskan informasi yang meresahkan tersebut.

Yang pertama dijelaskan AD yang juga anak sulung almarhumah Dr.M bahwa, mulai dari meninggalnya Almarhumah Ibu Kami sampai dengan terbitnya berita tersebut, kami dari keluarga,tidak pernah memberi data atau nama kepada siapapun. Adapun inisial yang muncul di pemberitaan tersebut, ditegaskan bukan dari pihak keluarga sumbernya.

”Jadi kalau ada yang merasa datang minta data ke kami keluarga itu jelas tidak benar. Kami pun tidak pernah dimintai klarifikasi oleh siapapun terkait terbitnya berita tersebut. Ada pun isi berita tersebut banyak sekali yang keliru,” tegas AD kepada Radar Sulteng, Sabtu malam (16/5).

Menurut AD bahwa pihak keluarga mendapatkan hasil swap Almarhumah itu dari tim gugus pencegahan Covid-19 tepat hari Kamis dan pihak keluarga diarahkan untuk melapor ke Puskesmas Talise. ‘’Disanalah baru kami dimintai data nama orang yang sering kontak lansung. Kami pun memberi data nama kepada kepala puskesmas selaku tim gugus pencegahan Covid-19 ,’’ tegasnya.

Adapun data nama yang sering kontak lansung dengan Almarhum sebanyak 13 orang yang terdiri : 8 orang yang tinggal dalam rumah, dan 5 orang yang lain tinggal di luar rumah. Tidak benar ada 16 orang seperti beritakan di medsos. ‘’Oleh tim gugus pencegahan Covid -19 kami dilarang untuk membuka data nama tersebut ke publik karena hal ini tentunya bagian dari protokol dan menyangkut kerahasiaan medical record orang tersebut,’’ jelasnya.

- Periklanan -

Selanjutnya kata AD bahwa pada Jumat, dari data nama 13 orang tersebut diketahui ada 3 orang melakukan rapid test secara mandiri. Sembilan orang melakukan rapid test di asrama haji,1 orang tidak melakukan rapid test karena sudah pulang kampung pada saat hari pertama Almarhumah masuk rumah sakit.

Adapun hasil rapid test terhadap 3 orang secara mandiri diketahui 2 orang reaktif, dan 1 orang non reaktif. Sedangkan untuk 9 orang rapid test di Asrama Haji Palu diketahui hasilnya, 8 orang non reaktif, dan 1 orang reaktif.

‘’ Jadi jumlah orang yang reaktif ada tiga orang. Satu orang yang tinggal dalam rumah, dan dua orang yang tinggal di luar rumah,’’ tegasnya meluruskan informasi di medsos yang disebutkan salah.

Yang aneh kata AD, satu orang hasil rapid testnya reaktif tinggal dalam rumah. Padahal orang tersebut justru jarang kontak lansung dengan Almarhumah, tapi karena kami tinggal satu rumah dengan orang tersebut, maka kami di arahkan untuk isolasi di Asrama Haji selama 10 hari. Alhamdulillah Ayah dan adik-adik yang sering kontak lansung dengan Almarhumah hasil rapid testnya non reaktif.

‘’Untuk sementara ini yang bisa kami luruskan,dan sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat,kami ingin menyampaikan, meninggalnya Ibunda kami adalah cobaan terberat di bulan Ramadan untuk kami sekeluarga,kami sangat sedih,kami sangat merasa kehilangan tapi kami ikhlas dengan semuanya karena kami yakini ada rencana ALLAH SWT yang lebih baik buat kami sekeluarga,’’ demikian tegas AD kepada Radar Sulteng.

Terpisah salah seorang dosen Untad Dr. I kepada Radar Sulteng menjelaskan bahwa, kehadiran di RSU Undata Palu saat itu ingin menjenguk pasien Dr M yang dirawat di ICCU RSU Undata Palu. Bersama dengan rekan-rekan dosen dan kerabat yang lain, namun rombongan kami tidak diperkenakan masuk oleh petugas ICCU.

Sehingga kami berlima saat itu langsung pulang dan tidak pernah melakukan kontak langsung dengan pasien Dr M. Apa yang diberitakan di media online kata Dr, I sangat keliru dan meresahkan kami berlima yang tidak memiliki kontak langsung dengan Almarhumah. Apalagi pihak keluarga sudah menjelaskan bahwa, kami berlima tidak memiliki kontak langsung dengan almarhumah Dr. M yang meninggal pada Selasa (12/5) lalu. (lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.