Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

UMKM Palu Wakili Sulteng ke Tingkat Nasional

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Industri tahu Afifah di Palu. (@bmzIMAGES)

PALU – Hasil seleksi tingkat provinsi beberapa waktu yang lalu, terdapat dua usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini  berkesempatan untuk meraih Penghargaan Produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. Salah satunya adalah UMKM dari Kota Palu, yakni Pabrik Tahu Afifah. Sebelumnya, industri kategori menengah yang beralamat di jalan Jati, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga ini sudah beberapa kali berhasil meraih penghargaan tingkat nasional.

“Untuk kompetisi kali ini yang dinilai itu adalah produktivitas  dan kualitas kerja. Untuk kategori industri menengah Alhamdulillah Tahu Afifah  berhasil meraih peringkat pertama tingkat provinsi, sekaligus mewakili Sulawesi Tengah ke tingkat Nasional,” ujar Safran Rinaldi, pemilik Industri Tahu Afifah, Rabu (11/1).

Ia mengakui, berbagai penghargaan baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional yang diraih Pabrik Tahu Afifah selama ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras yang dijalankan dengan sangat konsisten. Peningkatan produktivitas dilakukan dengan tidak mengabaikan hak-hak karyawan, termasuk mendaftarkan karyawan pada program BPJS Ketenagakerjaan.

Istilahnya, karyawan itu diberi gaji sesuai dengan produktifitasnya, dengan kerja maksimal 8 jami sehari. Gaji karyawan dibayar sesuai dengan volume pekerjaannya.  Safran mencontohkan, untuk karyawan yang bekerja di bagian cetakan, digaji Rp2.500 untuk satu masakan. Satu orang karyawan dalam satu hari bisa mengerjakan hingga lebih dari 40 masakan.

Ini artinya bahwa, bila bekerja dengan tekun satu orang karyawan bisa mendapatkan penghasilan hingga lebih 100 ribu ripiah per hari atau lebih dari 3 juta rupiah per bulan. “Itu gaji bersih didapatkan,” jelasnya singkat.

Untuk rekruitmen karyawan, dilakukan sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Dan pihaknya berkomitmen untuk selalu memprioritaskan tenaga kerja lokal. Safran menyebutkan, saat ini jumlah karyawan Pabrik tahu Afifah sudah mencapai 36 orang.

“Dari seluruh karyawan yang ada sekitar 90 persen adalah orang lokal Palu dan sekitarnya,” sebut Safran.

Peningkatan kualitas produk dan layanan juga terus dilakukan. Yakni, dengan menerapkan berbagai inovasi. Dan dampaknya mulai dirasakan, salah satunya adalah peningkatan omzet. Safran menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, menunjukan trend peningkatan. Setiap tahun omzet Pabrik Tahu Afifah selalu bertumbuh 5 persen hingga 10 persen.

Dalam rangka seleksi tingkat nasional Penghargaan Produktivitas dan Kualitas Kementerian Tenaga kera RI, diperkirakan sekitar Bulan November 2017 mendatang tim dari pusat akan turun lapangan melakukan verifikasi. “Dan kami siap menyambut kedatangan tim itu setiap saat. Hari ini pun tim datang kami siap menyambut,” punkasnya. (ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.