Uang Santunan Kecelakaan Naik 100 Persen

- Periklanan -

Ilustrasi kecelakaan. (Foto: facebook.com/Rizky Adhibrata Putra Al Fatih)

PALU – Terhitung 1 Juni 2017 lalu, santunan PT Jasa Raharja naik menjadi 100 persen. Demikian itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 15/Pmk.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara, serta  nomor 16/Pmk.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Semenjak ditetapkannya peraturan Menteri tersebut, Pj Humas PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulteng, Arditya mengungkapkan, adapun santunan untuk angkutan umum di darat, sungai, dan laut, awalnya besaran santunan  untuk korban meninggal sebesar Rp25 juta sekarang menjadi Rp50 juta. Bagi yang cacat tetap, sebelumnya maksimal Rp25 juta sekarang maksimal Rp50 juta,  untuk biaya perawatan, lalunya maksimal Rp10 juta sekarang maksimal Rp20 juta. Sementara untuk biaya penguburan menjadi Rp4 juta yang dulunya hanya Rp2 juta.

Dan untuk angkutan umum udara bagi yang meninggal, cacat tetap, dan biaya perawatan tidak mengalami perubahan. “Dimana santunan untuk yang meninggal Rp50 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta dan biaya perawatan maksimal Rp25 juta,” jelas dia.

- Periklanan -

Dia menambahkan, yang juga mengalami perubahan semenjak ditetapkannya peraturan Menteri Keuangan ini adalah, pergantian biaya P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) ketentuan lama tidak ada, sedangkan untuk sekarang sebesar Rp1 juta. Begitupun dengan pergantian biaya ambulance sebesar Rp500 ribu, yang dulunya tidak ada.

“Dari jumlah santunan yang telah dibayarkan sampai dengan Juni 2017 mencapai Rp10 miliar,” ungkapnya.

Ditanya apakah korban kecelakaan tunggal juga mendapat santunan? Menurut Arditya, untuk korban laka tunggal tidak dalam lingkup jaminan PT Jasa Raharja. Diterangkannya, korban laka lantas yang bisa mendapat santunan dari Jasa Raharja seperti korban saling tabrak dua kendaraan, baik itu sepeda motor maupun roda empat.

“Penumpang korban kecelakaan kendaraan umum dan warga yang menjadi korban tabrakan kendaraan,” jelas Ardi.

Di sisi lain, Jasa Raharja turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan kecelakaan. Misalnya memberikan bantuan barikade, traffic cone, memasang papan imbauan keselamatan. “Dalam hal ini perlu adanya koordinasi dengan instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan dan Ditlantas,” pungkasnya.(cr4)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.