Tutur Lisan Budaya Tertinggi Kearifan Lokal

Sulteng Target Survei BNPT Bersama FKPT Sulteng

- Periklanan -

PALU – Empat Kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) yakni, Palu, Donggala, Buol dan Tolitoli jadi target survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulteng. Adapun targetnya bahwa tutur lisan merupakan nilai tertinggi dalam budaya kearifan lokal.

- Periklanan -

Pegiat Deradikalisasi BNPT Sholehuddin yang juga Reviewer Peneliti BNPT menjelaskan, kearifan lokal dengan budaya tutur lisan diyakini ampuh untuk menangkal paham radikalisme terorisme. Pencegahan paham radikalisme tidak bisa diselesaikan hanya dari hilir saja namun perlu dilakukan mulai dari hulunya.

”Penelitian nasional ini dilakukan BNPT bersama FKPT se Indonesia bersama ahli budaya masing-masing daerah. Hasil penelitian nasional nantinya dibuatkan produk ensiklopedia untuk dijadikan bahan kebijakan pemerintah. Keterlibatan para pihak yang paham tentang budaya tutur lisan sangat diharapkan,” ungkap Sholehuddin pada pertemuan survei nasional di Palu, kemarin (10/4).
Hal senada diungkapkan Konsultan Peneliti BNPT
Farhan Muntafa bahwa, mengingat pentingnya riset ini diharapkan sumbangsih ahli budaya yang paham benar tentang kearifan lokal yang bertemakan tutur lisan. Lunturnya budaya tutur lisan terhadap generasi milenial saat ini kata Farhan, dinilai rentan terpapar paham radikal di era digitalisasi saat ini. Apalagi generasi milenial tidak bisa dipisahkan dengan gadget.
”Hasil riset ini diharapkan juga bisa diarsipkan secara digitalisasi. Biar memudahkan generasi milenial mengakses kearifan lokal dengan budaya tutur lisan,” tegas Farhan.
Pihak Forkompimda yang digandeng dalam survei nasional masing-masing dari Kemenag Sulteng diwakiki Umar Godal, Kesbangpol Sulteng diwakili Ketut Mariana dan Dikbud provinsi diwakili Marsiyem. Dari unsur ahli dihadiri Dosen Fisip Untad yang juga ketua DKP Provinsi Hapri Ika Poigi, dan perwakilan emunerator dari Kabupaten Buol dan Tolitoli.
Ketua DKP Sulteng, Hapri Ika Poigi merespon baik program BNPT bersama FKPT Sulteng berkaitan survei nasional yang mengangkat isu kearifan lokal dalam budaya tutur lisan. Program tersebut katanya bisa disinergisitaskan dengan Dikbud Sulteng. Apalagi hasil dari riset tersebut nantinya akan menjadi produk ensiklopidia. Bahkan sesuai pemaparan dari BNPT hasil riset juga akan diarsipkan secara digital dan menyesuaikan generasi milenial.
‘’Dalam bahasa Kaili, Notutura (bertutur). Dalam kesenian disebut Dade Ndante (Lagu Panjang diselingi cerita). Kearifan lokal inilah yang akan diulas secara detail termasuk filosopinya,’’ jelas Hapri diamini Rita Safitri, pengurus FKPT Sulteng.
Kabid Penilitian FKPT Sulteng, Muhtadin Dg Mustafa yang mewakili Ketua FKPT Sulteng, meminta kepada para ahli tentang survei nasional yang mengangkat tema kearifan lokal dalam budaya tutur lisan diharapkan bisa terlaksana sesuai batas waktu yang ditentukan. Kuncinya kata Muhtadin, sinergisitas para pihak dalam mendukung program BNPT bersama FKPT Sulteng melaksanakan survei nasional yang salah satunya, kearifan lokal yang ada di Sulawesi Tengah.
‘’Yang jelas nantinya para pihak yang dilibatkan survei nasional sering berkomunikasi dengan para ahli budaya termasuk dinas Dikbud Sulteng dan Kesbangpol. Penulisan dan pengucapan harus dijabarkan secara detail karena akan menjadi produk ensiklopedia, demikian kata Kabid Penelitian DR Muhtadin Dg Mustafa Mhi. (lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.