PARLEMENTARIASULTENG

Turun Perdana di Dapil Perjuangkan Pengadaan Sapi

DAPIL : Anggota DPRD Sulteng, Rosmini Batalipu, langsung tancap gas mengunjungi Dapilnya di Buol, untuk menyerap aspirasi warga.(FOTO : DOK HUMPRO DPRD SULTENG)
Melihat

BUOL-Anggota DPRD Sulteng yang baru saja dilantik dan diambil sumpah jabatannya Rosmini A Batalipu, langsung diminta untuk dapat memperjuangkan aspirasi dari Kabupaten Buol tentang pengadaan sapi yang sebelumnya katanya telah dijanjikan Gubernur Sulteng saat kampanye dulu.

“ Kalau kami, tidak beragam permintan buat ibu perjuangkan, cukup janji bantuañ pengadaan sapi 1.000 ekor saja, sesuai janji gubernur dulu, “ kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol Ir. H Usman., M.Si, saat menerima kunjungan kerja anggota DPRD Sulteng Rosmini A. Batalipu di ruang kerjanya, Senin (4/4).

Kunjungan kerja perdana Rosmini usai dilantik pada Selasa (29/3) sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) almarhum H. Zainal M Daud, yang meninggal beberapa bulan lalu untuk turun langsung ke Daerah Pemilihannya (Dapil) di Kabupaten Buol, terkait monitoring di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kegiatan Tahun Anggaran 2021, dan juga untuk proyeksi kegiatan tahun depan.

Politisi perempuan dari PKB kini nampak menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat Kabupaten Buol Tolitoli, khususnya masyarakat di Kabupaten Buol untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kabupaten yang diwakilinya. Rosmini yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Buol ini, memulai kunjungannya ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sebagai salah satu bahan untuk penyusunan anggaran, khususnya untuk pokir di tahun ini dan evaluasi tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, Usman, menjelaskan selama ini pihaknya lebih banyak menerima anggaran dari dana APBN, sedangkan yang sifatnya pokir biasanya dari provinsi langsung ke masing masing kelompok tani. Sehingga pihaknya seringkali tidak mengetahuinya.

Dalam pertemuan tersebut, Usman menjelaskan panjang lebar tentang komoditi yang dikembangkan, kendala yang dihadapi, terutama pasokan pupuk serta benih jagung 100 ton untuk 21 hektare lahan. Serta, pentingnya perbaikan irigasi di Desa Boilan dan Maniala yang selama tiga tahun ini tdak mendapat anggaran untuk perbaikan.

Usman juga menambahkan, khusus untuk pengadaan sapi, pengembanganya untuk mengitegrasikan lahan di kebun sawit, kulit sawit untuk rumput sebagai pakan sapi sehingga dinilai sangat strategis dan saling menguntungkan.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.