Tumpukan Sampah di Sudut-Sudut Jalan Perburuk Kesan Wisatawan

- Periklanan -

PERLU PERHATIAN : Seorang pemulung sedang memilih sampah-sampah yang bisa dijual kembali di sekitar kompleks Palu Plaza, akhir pekan lalu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Impian menjadikan Kota Palu sebagai kota kunjungan wisata sepertinya masih jauh dari harapan. Selain karena fasilitas pendukung belum memadai, permasalahan kebersihan kota juga terkesan belum mendapat perhatian serius dari stakeholder.

Pemerhati wisata, Paula Pasila mengungkapkan, sebenarnya Kota Palu yang memiliki pantai dan Teluk Palu yang cantik menjadi modal untuk pengembangan kunjungan wisata. Namun, beberapa hal yang masih sangat perlu menjadi perhatian. Khususnya berhubungan dengan kebersihan. Di berbagai sudut Kota Palu masih banyak terlihat sampah-sampah berhamburan dan kadang terlambat diangkut. “Coba lihat hampir di setiap titik Kota masih banyak ditemukan tumpukan sampah,” katanya, Sabtu (4/3).

Lanjut Paula, keberadaan sampah yang mudah terlihat di pusat Kota, jelas akan memberikan kesan buruk terhadap wisatawan yang berkunjung ke Kota Palu. “Bagaimana wisatawan akan berkesan berkunjung ke Palu kalau kotanya banyak sampahnya,” terang General Manager salah satu hotel berbintang di Kota Palu.

- Periklanan -

Paula mencontohkan, kota-kota sebagai kota kunjungan wisata seperti Jogjakarta, walaupun kotanya lebih padat penduduknya tapi kotanya bersih, hampir tidak ada ditemukan tumpukan sampah berada di dalam kota atau pusat kota. Fasilitas pendukung, seperti pusat informasi spot-spot wisatawan tersedia. Bahkan di Jogja sangat mempertahankan keaslian bagunan bersejarahnya, kebudayaannya dan yang paling penting masyarakat dan pemerintah daerahnya ikut peduli.

Masih menurut Paula, jika sampah-sampah yang berserakan di dalam kotanya bisa dibehani, yakin saja Kota Palu akan memberikan kesan baik bagi wisatawan yang berkunjung. Dengan demikian mereka akan menyampaikan kepada saudara, kerabat di tempat mereka, bahwa Kota Palu bersih dan nyaman untuk dikunjungi. “Saya beberapa kali membawa tamu dari luar Sulteng termasuk wisatawan asing. Kesan mereka kurang nyaman dengan pemandangan sampah yang banyak kelihatan di dalam Kota,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan sampah tentu tidak hanya berharap pada pemerintah daerahnya untuk sendiri menanganinya. Dibutuhkan penanganan secara menyeluruh, masyarakatnya, pihak swasta. Namun yang terpenting adalah koordinasi dinas pariwisatanya dengan dinas kebersihan, bagaimana agar permasalahan sampah, termasuk di lokasi-lokasi wisata bisa ada solusi. “Yakin saja, kalau Palu ini bersih. Tidak ada lagi tumpukan sampah di temukan di dalam kota yang mengganggu pemandangan, wisatawan akan nyaman dan memberikan kesan yang baik,” terangnya.

Selain itu, pusat-pusat informasi tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi juga perlu mendapat perhatian, sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke Palu bisa memiliki acuan saat akan berkunjung ke Palu atau tempat-tempat wisatawan yang menarik. “Memang perlu ada kesepahaman semua pihak, termasuk pihak hotel yang nantinya menjadi pilihan wisatawan untuk menginap,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.