Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Trend Pengguna Jasa Angkutan Laut Semakin Menurun

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@jawapos.com)

PALU-Kecenderungan masyarakat dewasa ini menginginkan jasa angkutan yang praktis dan cepat untuk sampai di tempat tujuan. Salah satu jasa angkutan yang cukup cepat saat ini adalah jasa angkutan udara, meski kadang tarifnya relatif lebih mahal. Ternyata, kecenderungan ini berdampak pada turunnya jumlah pengguna jasa angkutan laut.

Berdasarkan data BPS, yang didapatkan dari data sekunder Sistem Informasi Operasional Pelabuhan, pada Januari 2016 lalu jumlah frekuensi pelayaran di Sulteng tercatat sebanyak 84 kali, dengan 2.725 penumpang yang datang dan 2.677 penumpang yang berangkat.

“Dibandingkan Januari 2016, pada Januari 2017 jumlah frekuensi pelayaran, jumlah penumpang yang data dan berangkat melalui jasa angkutan laut di Sulteng turun sangat signifikan,” jelas wahyu Yulianto, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, pekan lalu (1/3).

Pada januari 2017 tercatat hanya 69 kali frekuensi pelayaran. Penurunan frekuensi pelayaran tersebut juga berdampak pada turunnya jumlah penumpang. Pada Januari 2017 jumlah penumpang jasa angkutan laut di Sulteng tercatat hanya 1.215 orang penumpang dan datang dan 1.594 orang penumpang yang berangkat.

Sementara, volume barang yang dibongkar justru mengalami peningkatan. Pada Januari 2016 volume barang yang dibongkar/diturunkan sebanyak  52 174 ton dan barang yang diangkut/dimuat tercatat sebanyak 5.907 ton.

“Dan pada Januari 2017 jumlah yang dibongkar menjadi sebanyak 40. 100 ton, dan barang yang diangkut hanya 3. 522 ton,” jelasnya.

Lebih jauh Wahyu menjelaskan, secara umum, penumpang relatif lebih memilih Pelabuhan Pantoloan dan Tolitoli. Hal ini disebabkan pelabuhan kawasan Donggala lebih dominan digunakan sebagai layanan jasa angkutan barang. (ars)

 

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.