Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Trayek Angkot di Palu Diberlakukan Akhir Juni

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Petugas Dishub Kota Palu melakukan pemeriksaan izin trayek dan surat-surat angkot di Jalan Sis Aljufri Palu, Kamis (8/6). (Foto: Wahono)

PALU – Menjelang persiapan mudik lebaran 2017, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu menggencarkan razia kendaraan roda empat khususnya angkutan kota (angkot). Selain menyasar terminal-terminal, razia juga dilakukan di jalan-jalan dalam kota.

Tujuan razia angkot di hari keempat Kamis (8/6) kemarin, untuk melakukan penertiban trayek angkot dan kelengkapan surat kendaraan. Karena ditargetkan akhir Juni nanti, masalah trayek angkot sudah beres sesuai aturan yang ada. Dan masyarakat yang ingin menggunakan jasa angkot, dipastikan lebih nyaman karena rute angkot lebih teratur dan tidak seperti lagi sekarang.

Razia kemarin dipusatkan di Jalan Sis Aljufri, Kecamatan Palu Barat. Petugas dari Dishub memeriksa kelengkapan kendaraan mulai dari izin trayek, buku KIR, dan STNK. Sehingga angkot yang membawa penumpang dari dalam kota ke terminal, izin trayek dan surat-surat kelengkapan kendaraannya terpenuhi dan dinyatakan layak operasi.

Razia dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 11.00 Wita. Ada puluhan sopir angkot yang terjaring. Banyak di antara mereka belum ada izin trayek maupun surat kendaraan hingga buku KIR. Mereka pun harus berurusan dengan Dishub. Para sopir diarahkan ke Kantor Dishub Palu di Jalan Kartini.

“Yang melanggar, STNK angkotnya kami tahan dan dijadikan jaminan. Mereka diarahkan ke kantor untuk urusan selanjutnya,”kata Anas Kanjarante selaku Wakil Komandan pleton (Wadanton) oprasi Dishub.

Anas berharap, razia kali ini dapat menertibkan pemilik dan sopir angkot supaya dapat melengkapi syarat-syarat layak operasi angkot mereka. Jangan hanya pintar mengambil penumpang, sementara syarat kelengkapan tak diperhatikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Setyo Susanto menjelaskan, razia hari itu merupakan upaya pihaknya dalam menertibkan angkot. Terutama yang beroperasi di Terminal Tipo dan Terminal Mamboro. “Razia ini dimulai 5 Juni lalu,”kata Setyo.

Setyo menegaskan, bagi pemilik maupun sopir angkot yang belum mengurus izin trayek dan lain sebagainya, maka segera mengurus. Kalau tidak ada itu, maka angkotnya tidak bisa mengambil penumpang. Sebab target Dishub untuk penerapan trayek sudah meleset, karena sebenarnya pertengahan Ramadan. “Ini akibat yang yang mengurus izin trayek belum mencapai kuota,”aku kadis.

Dengan sikap tegas tersebut, Dishub berharap agar sopir angkot yang belum mengurus izin trayek jangan menunda lagi. Sehingga akhir Juni sistem trayek angkot di Kota Palu sudah diberlakukan. “Ketika sistem trayek telah berlaku, maka rute angkot sudah lebih teratur. Trayek ini wajib sifatnya,”demikian Setyo. (cr3)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.